INDUSTRY co.id - Jakarta, Menteri Perindusterian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengemukakan bahwa pelaku industri manufaktur tanah air semakin menunjukkan geliat dan optimismenya untuk terus bangkit dari jegalan wabah Covid-19.

Hal ini menurutnya tercermin dari sejumlah capaian di sektor industri, antara lain Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang terus naik, kemudian peningkatan ekspor industri dan realisasi investasi hingga bertambahnya penyerapan tenaga kerja di sektor industri.

"Para pelaku industri masih percaya diri dan menunjukkan semangat yang optimistis untuk merealisasikan investasinya dan memperluas pasar ekspor ditengah terpaan badai pandemi covid-19,” tuturnya seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Minggu (27/2/2022).

Dikemukakan Menperin lebih lanjut, disepanjang tahun 2021 lalu, PMI Manufaktur Indonesia rata-rata berada pada level di atas 50 atau dengan kata lain menandakan sektor industri dalam tahap ekspansif. 

Hal ini menurutnya sesuai dengan hasil survei dari IHS Markit, dimana PMI Manufaktur Indonesia pada Januari 2022 berada di level 53,7 atau naik dibanding Desember tahun lalu yang mencapai 53,5. 

Tak hanya itu, bahkan PMI Manufaktur Indonesia pada Januari 2022 mampu melampaui rata-rata negara ASEAN yang hanya mampu berada diangka 52,7, termasuk Malaysia (52,8), Filipina (50,0), Korea Selatan (51,9), Rusia (51,8), dan China (49,1).

Adapaun, dari sisi ekspor, industri manufaktur menurut Menperin juga terus memberikan kontribusi yang paling besar. 

Nilai ekspor industri manufaktur pada tahun 2021 sebesar USD177,10 miliar atau menyumbang hingga 76,49 persen dari total ekspor nasional.

"Capaian tersebut melampaui nilai ekspor manufaktur sepanjang tahun 2020 sebesar Rp131 miliar dan bahkan lebih tinggi dari capaian ekspor tahun 2019 yang berada di angka Rp127,38 miliar," urai Menperin.

Sementara itu, realisasi investasi di sektor manufaktur disepanjang tahun 2021 lalu juga tak kalah menggembirakannya, dimana inveatasi masuk tercatat sebesar Rp325,4 triliun atau naik 19,24% dari nilai investasi tahun 2020.

Kemudian, Pada aspek ketenagakerjaan, sektor industri manufaktur juga menunjukkan pemulihan dari segi penyerapan tenaga kerja. 

"Seiring dengan bangkitnya sektor industri pengolahan dari dampak pandemi, ada tambahan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1,2 juta orang di tahun 2021 sehingga jumlah total tenaga kerja di sektor ini kembali meningkat ke angka 18,64 juta orang," tandas Menperin.

Sementara itu, guna menjaga agar kinerja sektor industri manufaktur terus membaik selama masa pandemi covid-19, pihaknya dalam hal ini Kemenperin telah mengiinisiasi sejumlah insentif dan relakasasi, termasuk pemberian Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) demi terjaganya produktivitas di sektor industri.

“Dengan mekanisme IOMKI, kami bertekad untuk menjaga produktivitas sektor industri tetap berjalan baik guna memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk mengisi pasar ekspor,” jelas Menperin.

Menurutnya, hingga periode pelaporan Januari 2022, jumlah industri yang memiliki IOMKI dan tercatat masih aktif berjumlah sebanyak 17.910 perusahaan. 

Adapun 5.193 perusahaan industri telah dicabut IOMKI-nya lantaran mendapat sanksi atas sejumlah pelanggaran protokol kesehatan.

“Kami berharap, sektor industri taat melaporkan IOMKI ini melalui SIINas, sehingga tidak ada pemberian sanksi lagi,” pungkas Menperin.