INDUSTRY.co.id - Jakarta - Harga tahu tempe rencananya akan naik beberapa bulan mendatang. Kenaikan harga ini dipicu melonjaknya harga kedelai internasional.
Produsen kedelai dunia, seperti Amerika, Argentina, dan Brazil, terdampak cuaca sehingga produksi kedelai turun. Ditambah lagi, kebutuhan kedelai dunia naik akibat permintaan Tiongkok naik dari 70 juta ton menjadi 98 juta ton dalam setahun.
Hal ini terang berdampak pada harga kedelai impor di Indonesia. Kenaikan harga kedelai ini membuat harga tahu dan tempe bakal naik menjadi Rp700.
Kenaikan harga tahu tempe yang dipastikan terjadi ini telah disosialisasikan pengusaha dan pedagang kepada pembeli
Ketua Umum Gabungan Koperasi Tahu Tempe, Aip Syarifuddin, meminta pemerintah turun tangan untuk mengatasi masalah kenaikan harga tahu tempe ini.
Pertama, pemerintah ikut turun tangan memberikan penjelasan ke masyarakat.
“Ekspos kenaikan harga tempe tahu agar masyarakat mengerti bahwa kenaikan ini terpaksa kami lakukan,” ujar Aip di Jakarta (14/2).
Menurutnya, hal ini perlu dilakukan agar penjualan tahu tempe tak terdampak. Jika tidak, semakin banyak pengusaha tahu tempe merugi.
Aip menyebut 10 persen perajin tahu tempe sudah gulung tikar.
Kedua, pemerintah harus menggenjot produksi kedelai lokal agar industri tahu tempe di Indonesia tidak bergantung produk impor.
Selain dapat menekan potensi kenaikan harga, kualitas olahan tahu tempe menjadi lebih baik.