INDUSTRY co.id - Jakarta - Menteri Perindusterian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengemukakan bahwa pada Presidensi G20 tahun ini, Indonesia sebagai tuan rumah telah melakukan inisiatif dengan menambahkan nomenklatur industri dalam Trade and Investment Working Group sehingga menjadi Trade, Investment and Industry Working Group (TIIWG).

Menurutnya ini adalah yang pertama kali dalam sejarah, dimana tema industri berhasil masuk dalam working group G20.

Untuk itu, pihaknya akan mengangkat sejumlah isu-isu strategis di sektor industri, utamanya terkait kerjasama disejumlah proyek strategis serta akselerasi implementasi industri 4.0 dalam rangka pemulihan ekonomi global.

Dengan diangkatnya isu tersebut, lanjut Menperin, diharapkan negara-negara G20 dapat merumuskan strategi bersama untuk mencapai industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan.

"Kemenperin sendiri telah melakukan pemetaan dan menghasilkan proyek-proyek kerja sama potensial, baik yang sudah dilakukan serta inisiasi kerja sama baru sebagaimana arahan Bapak Presiden RI Joko Widodo untuk menghasilkan deliverables atau keluaran yang konkret," kata Menperin Agus seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Rabu (9/2/2022).

Untuk diketahui, adapun tema atau proyek-proyek dimaksud tersebut antara lain ialah Global Eco Industrial Park Programme. Lalu proyek Blue Economy untuk Industri Perikanan. Kemudian proyek Kolaborasi Pengembangan PIDI 4.0.

Selanjutnya proyek Pengembangan Industri Hijau dan proyek Digitalisasi IKM bekerja sama dengan United Nation Industrial Development Organization (UNIDO)

Dijelaskan Menperin lebih lanjut, sejatinya sektor industri merupakan penyokong ekonomi di banyak negara besar di dunia, bahkan mempunyai kontribusi sebesar 14,5% terhadap GDP dunia.

Namun, dengan adanya pandemi Covid-19 menyebabkan industri di dunia mengalami kontraksi maupun perlambatan pertumbuhan, yang juga mengakibatkan gangguan aktivitas ekonomi global.

Menurut Menperin, dengan masuknya isu industri secara resmi pada TIIWG Presidensi G20, Indonesia bertekad untuk memanfaatkannya dengan mengajak anggota G20 dapat berkolaborasi dalam mengatasi tekanan dan  tantangan akibat pandemi tersebut.

“Kami meyakini, sektor industri, perdagangan dan investasi merupakan tiga pilar yang paling penting dan perlu saling bersinergi untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi. Sebab, investasi merupakan sektor hulunya, kemudian industri di sektor intermediate, dan perdagangan adalah hilirnya,” jelasnya.

Menperin-pun optimistis, adanya investasi dapat membangun industri yang berdaya saing dan membuka peluang akses perdagangan yang lebih luas dan berkontribusi pada sistem perdagangan dunia.

“Investasi, industri dan perdagangan itu satu mata rantai. Oleh karenanya, satu sama lain saling mendukung, dan diperlukan kerja sama yang sangat baik,” tegasnya.

Selain itu, yang tak kalah pentingnya menurut Menperin ialah para pelaku industri dan sektor lainnya harus merespons cepat dampak pandemi dengan melakukan transformasi digital.

“Kondisi pandemi Covid-19 justru mendorong industri untuk mempercepat penerapan industri 4.0 melalui transformasi digital dalam sistem produksi, peningkatan skill, inovasi dan kerja sama kemitraan dengan banyak pihak terkait,” tegasnya.

Oleh karena itu, melalui isu industri 4.0 yang diangkat dalam TIIWG G20, pihaknya mendorong terjadinya percepatan transformasi digital dan inovasi di sektor industri yang dapat memberikan potensi untuk meningkatkan nilai tambah, produktivitas dan efisiensi industri. 

"Kemenperin akan menyelenggarakan pertemuan pertama sebagai pembuka TIIWG di Solo, Jawa Tengah pada tanggal 29 - 31 Maret 2022. Pertemuan ini akan dibuka dengan keindahan budaya dan keelokan warisan tradisi Indonesia di Kota Solo," pungkasnya.