INDUSTRY.co.id - Batam—Komisaris PT Bright PLN Batam Rizal Calvary mengunjungi vihara terbesar di Asia Tenggara (ASEAN) yakni Maha Vihara Duta Maitreya yang berada di Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akhir pekan lalu.
“Sudah lama rencana ke sini. Baru kesampaian. Kunjungan ini rangka tahun baru Imlek. sekaligus mewakili PT PLN Batam Mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek 2573. Gong Xi Fa Cai untuk saudara-saudaraku suku Tionghoa yang merayakannya,” ucap Rizal dalam keterangannya hari ini.
Rizal diterima oleh Pengurus Yayasan Magdi dan sejumlah fungsionaris BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kota Batam. Rizal mengatakan, kunjungan ini merupakan upaya menjalin tali silaturahmi dengan unsur stakeholder PT PLN Batam di wilayah kerja dan pelayanan perseroan. “Di hari raya seperti ini, sangat tepat kami menjalin selaturahim dengan stakeholder kami. Kami mohon maaf bila dalam pelayanan masih banyak kekurangan. Kami akan terus melakukan perbaikan diri. Kalau ada yang kurang, berarti itu salah kami. Tapi bila ada kelebihan kami, berarti masyarakat Batamlah yang selalu mendukung dan mendoakan kami. Kami hadir untuk menjadi pelayan, kami bukan tuan atau bos bagi warga Batam,” ujar Rizal.
Rizal yang juga Komite Investasi Kementerian Investasi Republik Indonesia (RI) ini mengatakan, peran warga Tionghoa dalam memajukan perekonomian dan industri serta investasi di Pulau Batam sangat strategis. Sebab itu, baik pemerintah pusat maupun PLN Batam sangat mengapresiasi dan akan terus berusaha memperbaiki diri dalam memberikan pelayanan perizinan dan energi kepada semua unsur dan unsur warga negara manapun yang memiliki niat membangun perekonomian di Batam.
Rizal mengatakan, Batam adalah ikon investasi nasional. Sebab itu, Kota Batam jangan sampai terlupakan dan tertinggal dari wilayah-wilayah lain yang juga tengah berlomba-lomba menarik investasi ke daerah masing-masing. “Ada jagoan-jagoan destinasi investasi baru dari Lombok, Morowali, Batang, KEK Danau Toba, Kaltara, Batam harus tetap kita pertahankan dan wajib memimpin ke depan soal investasi,” ujar Rizal