INDUSTRY.co.id - Jakarta - Dalam Investment Talk yang diselenggarakan D'ORIGIN Financial& Business Advisory bekerja sama dengan IGICO Advisory , Aria Santoso, President Director of CSA Institute berpendapat tahun 2022 adalah tahun harapan karena fundamental makro maupun mikro menunjukan pergerakan positif.

Hal itu karena di dorong program vaksinasi pemerintah yang masif yang menumbuhkan optimisme, sehingga membuat sektor riil kembali bergerak. Di sisi lain, optimisme terlihat di sektor keuangan yang merupakan penopang utama IHSG atau sektor terbesar yang menunjukan pergerakan positif.

Aria pun menyoroti sektor penopang lainnya yaitu energi yang terjadi upside yang bagus. Dia mengingatkan bahwa dalam masa pemulihan ekonomi akan terjadi penaikan kebutuhan energi yang lebih besar.

“Pada [tren] 2022 tadi Prof Roy mengatakan akan ada potensi kenaikan yang cukup optimistis pada IHSG. Bahkan di atas level 7.000. Dan saya juga melihat hal itu, maka saya makin percaya diri IHSG bisa sampai 7.500 karena di dukung analisa ekonomi makro Prof Roy,” kata Aria yang dikutip INDUSTRY.co.id, Senin (31/1/2022).

Sementara itu, Director of PT Ekuator Swarna Investama Hans Kwee pun mengemukakan optimisme senada. Dia pun mengaitkan dengan penanggalan Cina yang memasuki tahun Macan Air yang menandakan kondisi yang lebih harmonis, atau akan lebih baik dari tahun sbeelumnya.

Macan Air menandakan banyak perubahan akan terjadi. Dia menggambarkan kebijakan moneter global yang banyak berubah. Adapun sektor yang akan menarik pada tahun Macan Air adalah sektor komoditas, elektronik dan digital, pendidikan, properti, kecantikan makanan dan properti.

Dengan catatan, lanjut dia, harus dibarengi dengan pengendalian pandemi yang semakin baik. Di sisi lain dia pun menekankan untuk waspada di sektor yang terkait logam dan perbankan. Terlebih di perbankan dana pencadangan untuk kredit bermasalah harus menjadi perhatian.

Dia pun menyoroti permasalahan di tataran global di mana Rusia berniat menginvasi Ukraina. Namun hal itu sepertinya urung terjadi karena Amerika Serikat campur tangan, sehingga menurutnya konflik tidak akan terjadi dan sektor komoditas akan aman.

Dengan pemetaan kondisi pasar tersebut, Hans memperkirakan bursa saham di kuartal pertama 2022 akan volatile. “Namun memasuki kuartal kedua 2022 market akan cukup positif bergerak. Perkiraan kami level 7.100-7.300 akan dicapai IHSG tahun ini,” ujarnya.