INDUSTRY.co.id - Tidak hanya kalangan tua, saat ini kopi sangat digemari oleh kalangan muda. Bahkan, banyak dari mereka yang tertarik untuk belajar mengenal kopi lebih dalam. Salah satunya yaitu belajar roasting kopi. 

Advertisement

Beberapa waktu lalu, berkolaborasi dengan Sakha Coffee Roastery & Cotta Coffee, Himpunan Anak Media (HAM) menggelar event Fun Roasting, dengan mendatangkan Head Roaster Sakha Coffee Roastery di kedai Cotta Coffee, di Jl. Kemang Raya No.19B, Pondokgede, Kota Bekasi.

Roasting kopi itu memang menarik. Karena, setiap teknik yang dilakukan akan memberikan pengaruh pada hasil kopi yang telah diroasting tersebut. 

Advertisement

Teuku Andi Nova Reza, Head Roaster dari Sakha Coffee Roastery menjelaskan, untuk fun roasting kali ini ia menggunakan mesin roasting lokal dengan kapasitas 100 gram, dan terkoneksi dengan aplikasi, sehingga sangat membantu untuk mengetahui suhu ideal untuk kopi saat berada di mesin roasting.

"Kondisi suhu dan proses roasting yang ideal untuk suatu kopi digambarkan dalam kurva yang membentuk huruf S. Perlu diketahui juga, bahwasannya ketika beda mesin dan beda biji kopi pun perlakuannya berbeda. Jika kepadatan biji kopi tinggi, maka akan dibutuhkan suhu yang tinggi pula," kata Andi.

Advertisement

Usai kopi menjalani proses roasting, umumnya para penikmat kopi mengenal 3 level roasting (perubahan warna pada biji kopi), yaitu light, medium dan dark. Sejatinya, ada 16 perubahan warna biji kopi, green unroasted, starting to pole, eraly yellow, yellow-tan stage, light brown, brown, 1st crack begins, 1st crack underway, 1 st crack finished, city roast, full city roast, full city+ roast, dan seterusnya.

"Kalau di Cotta Coffee, untuk membuat espresso based itu tidak menggunakan skala medium to dark, akan tetapi ke grafik full city + roast, kemudian untuk manual brew menggunakan grafik 1st crack finished," urai Andi. 

Advertisement

Sementara itu Bagas Hapsoro, Dubes RI untuk Swedia dan Latvia (2016-2020) yang saat ini Membantu Diplomasi Kopi Kementerian Luar Negeri RI yang menjadi peserta fun roasting mengatakan, berbicara kopi ini tidak hanya komoditas. Tapi, lingkungan hidup dan masa depan juga. 

"Dan tanpa kita sadari, bahwa kopi Indonesia adalah kopi terbaik di dunia. Dan yang mencengangkan, Vietnam mengimpor kopi dari Indonesia. Dan Vietnam kemudian mengimpornya kemana-mana," tutur Bagas.

Terkait fun roasting kopi kali ini, Ia mengatakan kolaborasi antara HAM, Sakha Coffee Roastery dan Cotta Coffee sudah tepat. 

"Dimana mengambil area praktik roasting di tempat yang terbuka. Selain teduh dan asri, tentu sudah sesuai dengan protokol kesehatan sebagaimana yang dianjurkan oleh pemerintah," jelasnya.