Viral Anjing Foni Digantung Hingga Tewas, Pelaku Malah Dibebaskan

Oleh : Hariyanto | Minggu, 23 Januari 2022 - 13:30 WIB

Ilustrasi anjing
Ilustrasi anjing

INDUSTRY.co.id - Ambon - Penganiayaan terhadap seekor anjing hingga mati yang diduga dilakukan oleh seorang pria bernama Roi terjadi di Ambon, Maluku pada Rabu 20 Januari 2022. Anjing bernama Foni itu ditemukan dengan leher tergantung di depan salah satu rumah dengan luka bacok di kepala.

Menanggapi kasus tersebut, Ketua Animal Defenders Indonesia (ADI) Doni Herdaru Tona pun mengecam terhadap aksi biadab tersebut. Menurutnya tidak ada toleransi bagi siapapun yang melakukan tindakan tersebut.

"Tentu tidak ada tempat bagi premanisme di Indonesia. Kepolisian dituntut bisa memberikan rasa nyaman pada masyarakat dari premanisme, termasuk seperti kejadian ini," kata Doni kepada wartawan pada Sabtu (22/1/2022).

Ia mengatakan bahwa pada kasus tersebut diduga telah melanggar beberapa pasal. "Pasal penganiayaan hewan (302 KUHP), perusakan milik orang lain (406 KUHP) dan atau pencurian (378 KUHP) jika orang tersebut ambil anjing tersebut setelah dianiaya sampai mati.," lanjutnya.

Sehingga menurutnya dengan dugaan pelanggaran tindak pidana tersebut, polisi seharusnya bisa bertindak langsung tanpa harus menunggu laporan pemilik. "Apalagi, jika pemiliknya melapor. Tentu kepolisian harus menindaklanjuti dan segera meningkatkan kasusnya ke penyidikan jika barang bukti dan saksi sudah lengkap semua," kata dia.

Doni pun menyebut bahwa Koalisi Perlindungan Hewan Indonesia (KPHI) siap membantu jika sang pemilik membutuhkan advokasi. "KPHI siap bantu jika pemilik membutuhkan advokasi," ujarnya.

Menurutnya, maraknya protes dan keresahan masyarakat terkait penganiayaan hewan belakangan ini, adalag bukti dari mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa tindakan penganiayaan tidak bisa dibiarkan.

Sementara itu, sang pemilik anjing Foni yaitu Adriana mengungkap kronologis penganiayaan tersebut. Ia mengatakan pada Rabu 20 Januari 2022 bersama dengan keluarganya pergi karena ada acara ulang tahun sang keponakan. 

Namun sebelum pergi, Adriana sempat memberikan Foni makan, dan meninggalkannya untuk menjaga rumah. "Foni memang di rantai karena saya tahu kenakalan orang sekitar kalau sudah mabuk," kata Adriana kepada wartawan.

Menurutnya, meskipun anjing tersebut dirantai, namun tetap diperlakukan selayaknya hewan peliharaan. Tetapi saat ia kembali ke rumah, ia melihat dinding rumah penuh dengan lumuran darah. "Dinding rumah saya berlumuran darah, saya bingung sambil melihat anjing saya sudah tidak ada," kata dia.

Setelah itu, kemudian salah seorang warga yang merupakan ketua RT datang ke rumahnya dan mengatakan jika pelaku bernama Roi telah membunuh anjingnya saat sedang mabuk. "Katanya dia mabuk. Saya dan suami langsung lapor ke polisi," lanjutnya.

Setelah pulang dari kantor polisi, Adriana mengatakan kepada suaminya agar keesokan paginya mencari bangkai anjing yang hilang. "Jadi pas pagi saya langung mencari bangkai anjing saya, dan yang membuat saya kaget kondisi anjing saya sudah mati dengan kondisi yang mengenaskan dan dalam posisi digantung," katanya.

Meskipun sudah dilaporkan ke Polsek Sirimau Ambon, namun menurutnya pelaku dibebaskan karena menurut polisi tak ada dasar hukum kuat. "Tapi tersangka sudah di bebaskan karena tidak ada dasar hukum yang kuat untuk pembunuhan binatang. Itu kata polisi," kata Adriana.

Adriana pun mengaku hanya bisa pasrah, karena tak mengerti dengan mekanisme hukum. "Saya hanya pasrah saja, biar nanti Tuhan yang akan membalas. Karena anjing adalah ciptaan Tuhan juga dan dia tidak bersalah apapun," ujarnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi

Kamis, 26 Mei 2022 - 03:00 WIB

PBB Apresiasi Penanganan Covid-19 di Indonesia

Penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia mendapatkan apresiasi dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Presiden Majelis Umum PBB, Abdulla Shahid, menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya pada…

Pergantian Komisaris Independen SUCOFINDO- Zainal Abidin

Kamis, 26 Mei 2022 - 00:02 WIB

Zainal Abidin Diangkat Jadi Komisaris Independen Sucofindo

Jakarta– Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT SUCOFINDO mengambil keputusan untuk mengangkat Zainal Abidin sebagai Komisaris Independen PT SUCOFINDO menggantikan Achmad Sudrajat,…

Woo Yeul Lee sebagai Direktur Utama KB Bukopin

Rabu, 25 Mei 2022 - 22:22 WIB

Woo Yeul Lee Ditetapkan Direktur Utama KB Bukopin yang Baru

PT Bank KB Bukopin Tbk menetapkan Woo Yeul Lee sebagai Direktur Utama KB Bukopin yang baru.

Ilustrasi Avarta

Rabu, 25 Mei 2022 - 21:18 WIB

Mengenal Avarta, Wallet Crypto Aman dengan Biometrik

Salah satu aspek penting menjaga keamanan aset adalah melakukan otentikasi, dengan begitu para pencuri akan kesulitan mencuri aset dan investor bisa lebih waspada dengan aset yang mereka miliki.

Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Pemprov DKI Jakarta Gandeng Pemkab Sleman Kembangkan Budidaya Padi Gunakan Pupuk Organik ExtraGEN

Rabu, 25 Mei 2022 - 20:31 WIB

Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Pemprov DKI Jakarta Gandeng Pemkab Sleman Kembangkan Budidaya Padi Gunakan Pupuk Organik ExtraGEN

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui PT Food Station Tjipinang Jaya melakukan kegiatan perjanjian kerjasama budidaya padi dengan petani di Kabupaten Sleman melalui PT…