INDUSTRY.co.id - Jakarta - Oxford Business Group (OBG) dan PwC Indonesia baru saja meluncurkan ESG Intelligence Report untuk membahas peluang negara dalam mendorong perekonomian nasional, bisnis, dan menarik investor asing melalui penerapan prinsip ESG di dalam negeri.

Laporan Intelijen ini dirangkai dalam format yang mudah dipahami dan menyajikan berbagai data dan infografis serta menghadirkan analisis mendalam mengenai prioritas Indonesia untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang, mengevaluasi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG), dan menjabarkan berbagai tantangan dan peluang.

Dalam Presidensi G20 tahun 2022, Indonesia berkomitmen untuk menerapkan prinsip ESG dan berfokus pada keberlanjutan dan kepemimpinan lingkungan serta menerapkan digitalisasi dan keuangan berkelanjutan.

Sementara itu, dalam Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2021 (COP26) pada bulan November tahun ini, keberlanjutan iklim dinilai akan menjadi wacana yang sangat penting selama beberapa dekade mendatang.

Laporan ini membahas peran teknologi digital yang diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan kesehatan, keuangan, dan pendidikan. Selain itu, tata kelola yang baik juga sangat diperlukan untuk memitigasi ancaman siber dan menjaga kepercayaan konsumen maupun pengguna layanan.

Pada tingkat bisnis, laporan ini juga menjabarkan strategi LST yang diterapkan sejumlah perusahaan untuk menciptakan nilai jangka panjang serta berbagai tantangan terkait pelaporan dan penyesuaiai standar penerapan ESG yang perlu dievaluasi.

Beberapa topik yang menjadi pembahasan utama laporan ini adalah sejumlah Peraturan OJK, Pajak Karbon Indonesia yang ditetapkan dalam UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP), dan dampak penerapan Carbon Border Adjustment Mechanism di UE.

Dibahas pula rencana penetapan ibu kota baru di Kalimantan Timur yang dapat menjadi contoh pengembangan kota pintar bagi negara lain, serta kemajuan dan tantangan dalam pengembangan bisnis kelapa sawit yang berkelanjutan.

"Tahun lalu, semakin banyak klien kami yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai penerapan prinsip ESG untuk bisnis mereka. Hal ini terjadi karena adanya dorongan dari investor, konsumen, dan regulator. Saya berharap laporan ini dapat menambah wawasan pembaca mengenai penerapan prinsip ESG dan dampaknya bagi bisnis mereka.” kata Eddy Rintis, Territory Senior Partner, PwC Indonesia yang dikutip INDUSTRY.co.id, Selasa (11/1/2022).

Laporan ini juga menyajikan wawancara dengan sejumlah pakar dari PwC Indonesia yang membahas skema pajak karbon Indonesia, perubahan persepsi mengenai penerapan prinisp ESG di dalam negeri, dan pentingnya kepercayaan konsumen dalam ekosistem ESG. Salah satu pakar yang diwawancarai adalah Julian Smith, ESG dan Net Zero Leader PWC Indonesia yang membahas mengenai peluang dan tantangan yang dihadapi berbagai organisasi dan perusahaan di Indonesia.

“Penting untuk dipahami bahwa penerapan prinsip ESG memunculkan berbagai peluang dan tantangan. Perubahan preferensi konsumen masa kini merupakan peluang yang cukup besar untuk meningkatkan nilai tambah. Seiring dengan harga karbon yang terus meningkat, berbagai perusahaan di Indonesia dapat menghasilkan pendapatan baru dari penerapan perdagangan karbon,” Julian.

Jade Currie, Regional Editor for Asia, OBG, mengatakan bahwa target pencapaian Indonesia menunjukkan adanya komitmen untuk menerapkan prinsip ESG dan potensi penciptaan nilai tambah berjangka panjang bagi semua stakeholder.

"Saya yakin pasti akan ada berbagai tantangan dalam penerapan prinsip ESG ini. Namun, Presidensi G20 tahun 2022 yang dipimpin Indonesia akan mendorong seluruh negara anggota untuk memprioritaskan keberlanjutan dan kepemimpinan lingkungan serta mencapai target dalam penerapan prinsip ESG. Hal ini juga didukung oleh komitmen Indonesia untuk menggiatkan upaya pelestarian iklim secara global yang disebutkan dalam konferensi COP26 baru-baru ini, “ujar Jade.

ESG Intelligence Report merupakan bagian dari laporan yang saat ini sedang diproduksi oleh OBG bersama dengan mitranya. Selain itu, OBG bersama dengan mitranya juga meluncurkan instrumen riset yang sangat relevan serta berbagai artikel dan wawancara terkait dengan perkembangan dan prospek pemulihan ekonomi di sejumlah negara khusus.