Investor Muda Ini Sukses Ubah Modal Rp10 Juta Jadi Ratusan Juta, Berawal dari Pandemi
INDUSTRY.co.id - Malang – Tren investasi saham di kalangan generasi muda terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Kemudahan akses teknologi serta melimpahnya informasi membuat semakin banyak anak muda mulai melirik pasar modal sebagai instrumen pengembangan aset.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Firman Syarif Tuhepaly, investor muda asal Malang yang berhasil mengembangkan modal awal sekitar Rp10 juta menjadi ratusan juta rupiah melalui investasi saham.
Pria kelahiran 1 Juli 1999 ini memulai perjalanannya di dunia investasi pada tahun 2020, tepat saat pandemi Covid-19 mengguncang perekonomian global. Di tengah kondisi pasar yang penuh ketidakpastian, Firman justru melihat peluang.
“Pada saat pandemi banyak saham mengalami penurunan harga. Saya melihatnya sebagai peluang untuk mulai belajar dan memahami bagaimana pasar bekerja,” ujarnya.
Berbeda dengan sebagian orang yang memilih menunggu, Firman justru mengambil langkah berani dengan mulai berinvestasi menggunakan tabungan pribadi hasil dari berbagai pekerjaan serabutan.
Tanpa mentor maupun latar belakang pendidikan keuangan, ia mempelajari investasi saham secara otodidak melalui buku, internet, dan berbagai sumber edukasi daring.
Menariknya, Firman memiliki latar belakang pendidikan teknik hingga jenjang magister di salah satu perguruan tinggi di Malang. Ia mengaku, pola pikir sistematis dan analitis dari dunia engineering sangat membantu dalam memahami model bisnis perusahaan dan dinamika pergerakan saham.
Pada tahap awal, Firman memilih saham dari sektor yang relatif mudah dipahami, seperti konstruksi. Ia juga melihat peluang pada sektor perbankan syariah yang saat itu menjadi perhatian investor seiring rencana konsolidasi bank syariah nasional.
Dengan konsistensi belajar dan disiplin dalam mengelola portofolio, nilai investasinya pun terus berkembang hingga mencapai ratusan juta rupiah.
Salah satu pencapaian yang paling berkesan baginya adalah ketika berhasil membeli mobil pertama dari hasil investasi saham.
“Bagi saya itu bukan sekadar hasil finansial, tetapi bukti bahwa keberanian untuk memulai dan konsistensi dalam belajar bisa menghasilkan sesuatu yang nyata,” katanya.
Tak berhenti di situ, Firman kemudian mengembangkan keuntungan investasinya ke sektor bisnis riil. Ia mendirikan usaha jual-beli kendaraan bernama FT Auto Garage serta merintis bisnis properti melalui FT Properti yang bergerak di bidang renovasi dan penyewaan.
Langkah ini, menurutnya, merupakan strategi untuk mengonversi keuntungan investasi menjadi aset produktif jangka panjang.
Selain berbisnis, Firman juga aktif membagikan edukasi investasi saham kepada pemula melalui komunitas belajar dan webinar. Komunitas yang ia bangun kini telah diikuti ratusan anggota yang ingin memahami investasi secara lebih terstruktur.
Firman menegaskan bahwa investasi saham bukan sekadar mengejar keuntungan, melainkan juga melatih disiplin, kesabaran, serta kemampuan mengelola risiko.
“Kesuksesan di pasar saham bukan tentang siapa yang paling cepat kaya, tetapi siapa yang paling sabar, konsisten belajar, dan mampu bertahan dalam perjalanan jangka panjang,” ujarnya.
Ia pun berharap semakin banyak generasi muda yang mulai belajar investasi sejak dini dengan pendekatan yang bijak dan pemahaman risiko yang matang.