INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Generasi Z dan Milenial semakin mendominasi perdagangan emas digital di Indonesia. Data Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) mencatat, kedua kelompok demografi tersebut menyumbang 68% dari total 19,2 juta pengguna perdagangan pasar fisik emas secara digital hingga September 2026.
Dari total pengguna tersebut, Generasi Milenial berkontribusi sebesar 36%, sedangkan Generasi Z mencapai 32%. Dominasi ini mencerminkan meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi emas melalui platform digital, seiring dengan perubahan gaya hidup dan semakin luasnya pemanfaatan layanan keuangan berbasis teknologi.
Head of Business Unit Commodity ICDX Zulfal Faradis mengatakan, besarnya proporsi pengguna dari kalangan anak muda membuka peluang bagi pengembangan pasar fisik emas digital di Indonesia.
“Komposisi pengguna tersebut menunjukkan bahwa generasi muda dalam hal ini Gen Z dan Milenial semakin terbuka terhadap layanan investasi emas berbasis digital. Kelompok demografi Gen Z dan Milenial tentunya akan menjadi potensial market yang besar dalam pengembangan emas digital,” ujar Zulfal.
Menurut dia, potensi tersebut ditopang oleh besarnya jumlah penduduk dari kedua kelompok generasi tersebut. Selain memiliki populasi yang signifikan, Gen Z dan Milenial juga semakin akrab dengan layanan digital serta mulai memiliki penghasilan sendiri yang dapat dialokasikan untuk investasi.
“Dengan jumlah yang hampir 50% dari total penduduk Indonesia, Generasi Z dan Generasi Milenial menjadi faktor kunci dalam pengembangan pasar fisik emas digital ini. Selain itu, gaya hidup mereka yang serba digital serta posisi generasi ini yang sudah memiliki pekerjaan dan penghasilan sendiri, emas digital akan menjadi instrumen investasi jangka panjang yang sesuai dengan gaya hidupnya,” kata Zulfal.
Data kependudukan Semester I 2026 menunjukkan, Generasi Z merupakan kelompok dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, yakni 75.369.876 jiwa atau 25,98% dari total populasi. Posisi berikutnya ditempati Generasi Milenial dengan jumlah 68.535.021 jiwa atau 23,62%.
Sementara itu, Generasi X tercatat sebanyak 55.511.699 jiwa atau 19,13%, disusul Generasi Alpha sebanyak 55.417.832 jiwa atau 19,10%. Adapun Generasi Baby Boomers, Generasi Beta, dan Silent Generation masing-masing berada di bawah 10% dari total penduduk Indonesia.
Secara demografi, Generasi Milenial merupakan kelompok yang lahir pada periode 1981–1996 dan saat ini berusia 30–45 tahun. Sementara itu, Generasi Z lahir pada 1997–2012 dengan rentang usia 13–29 tahun.
Meski peluang pasarnya besar, pertumbuhan transaksi emas digital juga perlu diimbangi dengan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai mekanisme perdagangan dan risiko investasi. Literasi yang memadai dinilai penting agar pertumbuhan jumlah pengguna tidak hanya didorong oleh kemudahan akses teknologi, tetapi juga oleh keputusan investasi yang lebih terukur.
Zulfal menekankan, pemahaman mengenai mekanisme transaksi, penyimpanan aset, hingga risiko investasi menjadi aspek penting yang perlu diperkuat di kalangan investor muda.
“Dengan potensi besar dari Gen Z dan Milenial ini, tantangan berikutnya adalah perlunya penguatan literasi yang lebih komprehensif. Dengan literasi ini tentunya agar Generasi tersebut memahami mekanisme transaksi, penyimpanan aset serta risiko investasi. Kedepan, kami proyeksikan pengguna emas digital dari kelompok Generasi Z dan Milenial ini akan terus meningkat,” ungkapnya.
Dengan dominasi Gen Z dan Milenial yang mencapai lebih dari dua pertiga pengguna, kedua kelompok tersebut berpotensi menjadi motor pertumbuhan pasar fisik emas digital di Indonesia. Namun, keberlanjutan pertumbuhan pasar akan turut bergantung pada penguatan literasi, transparansi layanan, serta pemahaman investor terhadap karakteristik dan risiko instrumen yang dipilih.