INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja lapangan usaha (LU) industri pengolahan meningkat pada kuartal III 2026. Hal ini tercermin dari Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) yang mencapai 52,28%, lebih tinggi dibandingkan kuartal II 2026 sebesar 51,43%.
Departemen Komunikasi Bank Indonesia menyampaikan perkembangan tersebut melalui siaran pers pada Senin (19/10/2026). Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, peningkatan PMI-BI menunjukkan industri pengolahan masih berada dalam fase ekspansi.
PMI-BI merupakan indikator yang menggambarkan perkembangan aktivitas industri pengolahan. Indeks di atas 50% menunjukkan aktivitas industri berada pada fase ekspansi, sedangkan indeks di bawah ambang tersebut mengindikasikan kontraksi.
Berdasarkan komponen pembentuknya, peningkatan kinerja industri pengolahan pada kuartal III 2026 ditopang oleh kenaikan volume persediaan barang jadi, volume produksi, dan volume total pesanan. Ketiga komponen tersebut tercatat berada dalam fase ekspansi.
Dari sisi subsektor, sebagian besar lapangan usaha industri pengolahan juga masih mencatat ekspansi. Industri barang galian bukan logam menjadi subsektor dengan indeks tertinggi, disusul industri makanan dan minuman, industri logam dasar, industri karet, barang dari karet dan plastik, serta industri tekstil dan pakaian jadi.
Perkembangan PMI-BI tersebut sejalan dengan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) BI yang menunjukkan peningkatan kinerja industri pengolahan. Hal itu tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 1,53%.
Memasuki kuartal IV 2026, BI memperkirakan kinerja industri pengolahan masih melanjutkan tren peningkatan. PMI-BI pada periode tersebut diprakirakan mencapai 52,37%, naik dari realisasi kuartal III 2026 sebesar 52,28%.
Dari komponen pembentuknya, volume produksi, volume persediaan barang jadi, dan volume total pesanan diprakirakan tetap berada dalam fase ekspansi. Proyeksi tersebut mengindikasikan aktivitas produksi dan permintaan pada industri pengolahan masih berpotensi tumbuh pada akhir tahun.
Berdasarkan subsektor, mayoritas industri pengolahan juga diprakirakan tetap berada pada fase ekspansi pada kuartal IV 2026. Industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki diperkirakan mencatat indeks tertinggi, diikuti industri barang galian bukan logam serta industri makanan dan minuman.
Proyeksi BI tersebut menunjukkan aktivitas industri pengolahan diperkirakan tetap tumbuh hingga penghujung 2026. Peningkatan PMI-BI pada kuartal III dan perkiraan kenaikan pada kuartal IV menjadi indikasi bahwa sektor manufaktur masih mempertahankan momentum ekspansi, dengan dukungan dari produksi, persediaan barang jadi, dan pesanan.