Michael Anthony, Pianis Muda Tuna Netra dan Autis Terima Penghargaan MURI

Oleh : Amazon Dalimunthe | Senin, 10 April 2017 - 09:31 WIB

Michael Anthony, Pianis Tuna Netra dan Autis, menerima Piagam MURI dari Jaya Suprana
Michael Anthony, Pianis Tuna Netra dan Autis, menerima Piagam MURI dari Jaya Suprana

INDUSTRY.co.id - Miracle!!! Itulah komen sebagian besar penonton yang memenuhi auditorium Erasmus Huis, Pusat kebudayaan Belanda, Jakarta, saat menyaksikan  konser tunggal (resital) Piano dari seorang anak berusia 14 tahun Michael Antony, Sabtu (8 April 2017). Jika saja Michael adalah anak dengan kondisi normal, maka julukannya mungkin hanya Jenius. Tapi karena ia memiliki kondisi sebagai anak autis sekaligus tuna netra, maka julukan “Miracle” memang pas buat Michael

“Michael Anthony sejak lahir tunanetra dan autis, namun pada usia 8 tahun tanpa mengenal notasi musik dan tanpa tahu siapa itu Ludwig van Beethoven dan tanpa bimbingan siapa pun hanya berkat beberapa kali secara kebetulan atas kehendak diri sendiri mendengar rekaman tiga mahasonata mahakarya Ludwig van Beethoven sudah hafal luar kepala serta mampu utuh mempergelarakan Sonata opus 13 dalam c kecil yang populer dengan sebutan Pathetique, Sonata opus 27 nomor 2 dalam cis kecil “Moonlight“ serta Sonata opus 57 dalam f kecil yang mashur dengan sebutan Appassionata ketiga-tiganya adalah mahakarya sang mahapujangga musik Ludwig van Beethoven, “ kata Jaya Suprana.

Untuk itu, lanjut Jaya,  saya dan Tim Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) merasa layak memberikan penghargaan MURI sebagai satu satunya pianis Tuna Netra dan Autis yang mampu membawakan Karya-karya komponis kelas dunia.

Ditambahkan oleh  lelaki kelahiran Denpasar, Bali, 27 Januari 1949, ini ,“Sekedar informasi bagi mereka yang belum tahu bahwa Appasionata merupakan mahakarya seni musik paling rumit, paling sulit, paling problematis, paling rapuh maka menjadi paling berbahaya untuk dipergelar di panggung resital.

“Saya sendiri  sebagai pemegang rekor dunia pianis pertama yang mempergelar resital piano tunggal dengan keseluruhan repertoar terdiri dari karya seni musik Indonesia di panggung gedung kesenian paling bergengsi di planet bumi masa kini, Carnegie Hall baru mampu memainkan Appasionata setelah babak belur, bersimbah keringat, air mata dan darah mempelajarinya selama setahun penuh pada masa saya berusia 21 tahun,” kisah Jaya Suprana.

Menurut Presiden Komisaris Jamu Jago Grup (yang didirikan tahun 1918), meski sudah relatif mampu memainkannya namun ia tidak cukup punya percaya diri untuk mempergelar mahakarya mahasulit dan maharumit itu di panggung resital piano tunggal.

“Pada suatu petang hari pada tahun 2012 mendadak saya mendengar Appassionata dimainkan oleh entah siapa di salah satu ruang di Jaya Suprana School of Performing Arts, Mall of Indonesia, Jakarta. Saya terkejut ketika mengetahui bahwa yang memainkan Appassionata ternyata adalah Michael Anthony yang pada masa itu baru berusia 8 tahun yang berarti 13 tahun lebih muda ketimbang saya ketika di Jerman dengan susah-payah mampu memainkan Appassionata. Tak terbayangkan sebelumnya dalam khayalan saya yang paling khayal bahwa ada seorang anak berusia 8 tahun penyandang tunanetera dan autis tanpa bimbingan, tanpa didikan, tanpa pengarahan siapa pun , secara mendadak langsung mampu menghafal dan memainkan Appassionata, “ papar pianis, komponis, pemrakarsa Recital Master Class Programm sebagai inkubator para pianis muda Indonesia

“Jelas bahwa kenyataan luar biasa semacam itu tidak lagi masuk kategori jenius sebab sudah merupakan mujizat yang memang hanya bisa terjadi atas Kehendak Yang Maha Kuasa. Pada saat itu saya memang melihat fakta realita bahwa otak dan sanubari Michael Anthony sudah mampu menghayati Appassionata namun tulang dan otot jari-jemari tangan anak usia 8 tahun itu belum berkembang untuk siap mempergelar Appasisionata di panggung resital piano tunggal, “ imbuhnya.

“Syukur Alhamdullilah, Jaya Suprana School of Performing beruntung memiliki seorang mahaguru piano alumnus Yayasan Pendidikan Musik Jakarta asuhan sang Empu Pianis Indonesia, Iravati Sudiarso, yaitu Ivana Chandra yang kemudian kami percayakan untuk mendidik dan menggembangkan kemampuan tehnis pianistis Michael Anthony,“katanya bangga.

Dalam konser resital piano tunggal di Ruang Resital Erasmus Huis Jakarta, Michael Anthony menciptakan rekor dunia sebagai pianis tunanetra dan autis usia 13 tahun mempergelar resital piano tunggal dengan repertoire Jaya Suprana: Rhapsodia Lir Ilir / Georg Friederich Haendel: Harmonious Blacksmith / Sergei Rachmaninoff: Prelude in g minor, op 23 no 5/ Felix Mendelssohn : Rondo Capriocioso, op 14/ Franz Liszt : Hungarian Rhapsody no 6/ Claude Debussy: Prelude from Pour le Piano / Alberto Ginastera: Danzas Argentinas serta Ludwig van Beethoven: Sonata opus 57 dalam f kecil “Appassionata”.

Pergelaran Resital Piano Michael Antony merupakan pertunjukan yang dibuat dalam rangka menyiapkan diri utuk tampil di gedung music yang bergengsi yakni di Sydney Opera House, Australia. “Sesudah Australia Michael kita siapkan untuk tampil di gedung pertunjukan bergengsi sedunia yakni Carnegie Hall. Agar dunia tahu, Indonesia juga punya musisi yang lahir dari mukjizat Tuhan,” pungkas Jaya penuh semangat. (AMZ)

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

HARRIS Hotels Merayakan Hari Kesehatan Nasional 2018 Menyediakan Healthy Corner

Senin, 12 November 2018 - 20:15 WIB

HARRIS Hotels Merayakan Hari Kesehatan Nasional 2018 Menyediakan Healthy Corner

HARRIS Hotels mengadakan program Healthy Corner di semua hotel di dalam jaringannya yang kini berjumlah 23 hotel di seluruh pelosok Indonesia dengan tujuan untuk memberikan inspirasi kepada…

GE

Senin, 12 November 2018 - 19:54 WIB

GE Healthcare Resmikan Pemasangan 1000 CT Scan di Kawasan Asia Tenggara

GE Healthcare, penyedia teknologi dan solusi kesehatan, terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto Humas BUN))

Senin, 12 November 2018 - 19:51 WIB

Tol Ngawi-Kertosono Bisa Dilalui Januari 2019

PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang mengelola tol Ngawi-Kertosono menyatakan tol seksi 3 Wilangan-Kertosono akan beroperasi pada awal 2019.…

IHSG (Foto/Rizki Meirino)

Senin, 12 November 2018 - 19:45 WIB

Urban Jakarta IPO di Kisaran Rp1.000-Rp1.250

PT Urban Jakarta Propertindo Tbk akan melepas sebagian sahamnya ke publik melalui skema penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di kisaran harga Rp1.000-Rp1.250 per saham.

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Senin, 12 November 2018 - 19:40 WIB

BEI: Penghitungan Free Float Praktik Umum Bursa Dunia

Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai bahwa metode penghitungan terhadap kelompok saham atau indeks dengan memasukan rasio "free float" merupakan praktik umum di bursa dunia.