Diduga Ada Penyimpangan, Promosi Jabatan Anak Jaksa Agung dan Sugeng Riyanta Dipertanyakan

Oleh : Hariyanto | Kamis, 14 Maret 2019 - 12:25 WIB

Gedung Kejaksaan Agung (Foto : IST)
Gedung Kejaksaan Agung (Foto : IST)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Promosi jabatan sejumlah jaksa di Kejaksaan Agung kembali menyita perhatian publik. Terutama untuk 3 jabatan Kepala Kejaksaan Negeri di DKI Jakarta, diantaranya Bayu Adhinugroho Arianto (anak Jaksa Agung HM Prasetyo) sebagai Kajari Jakbar, Sugeng Riyanta promosi sebagai Kajari Jakpus dan Anang Supriatna sebagai Kajari Jakut. 

Menyikapi hal tersebut, pakar hukum Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar mengatakan keistimewaan kenaikan pangkat atau jabatan hanya bisa dilakukan pada mereka yang mempunyai prestasi istimewa pula. 

"Artinya jika kenaikan atau perubahan jabatan tidak mengikuti prosedur dan persyaratan, dapat diduga ada berbagai penyimpangan yang terjadi. Apalagi jika hal itu terjadi pada anak atau orang terdekat dari seorang pejabat setingkat Jaksa Agung," kata Abdul Fickar di Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Seharusnya, lanjutnya, Jaksa Agung dapat menahan diri untuk tidak menggunakan aji mumpung dalam melakukan mutasi jabatan yang berkaitan dengan anak serta kroninya. "Sebab bagaimana pun keadaan konflik kepentingan itu tidak etis dan mestinya komisi etik ASN bisa mulai melakukan kontrol dan pembenahan," tambahnya.

Ia pun meminta para Kajari baru tersebut untuk melaporkan LHKPN. "Jika mereka tidak melaporkan maka KPK bisa menegur Jaksa Agung. Sebab LHKPN ini bagian dari alat kontrol terhadap pejabat publik, apalagi saat pembuktian terbalik sudah diberlakukan, maka LHKPN ini bisa menjadi alat untuk menuntut pejabat yang korupsi meski tanpa adanya kasus, jika hartanya mencurigakan," kata dia.

Sebagai informasi, Bayu Adhinugroho Arianto diangkat sebagai Kajari Jakbar karena dianggap optimal dalam penanganan buron Kajati Lampung yang ditangkap di Bali, yakni Sugiarto Wiharjo alias Alay. Berdasarkan informasi yang diterima, penangkapan Alay ini sebenarnya merupakan informasi yang diberikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Kejaksaan dan bukan prestasi Bayu semata. 

Karir Bayu sendiri terbilang moncer selama sang ayah menjabat sebagai Jaksa Agung. Dalam kurun empat tahun, Bayu pernah menjabat sebagai Kasi Intelijen di Kejari Cibinong, Koordinator Intel Jaksa di Kejati DKI Jakarta, Kajari Gianyar, Asintel Kejati Bali dan sekarang Kajari Jakarta Barat.

Nasib serupa juga dialami Sugeng Riyatna dan Anang Supriatna, yang juga empat kali mengalami rotasi jabatan di Kejaksaan Agung semasa Prasetyo menjabat.

Sugeng pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Muko-Muko, Asisten Pidana Khusus Kejati Riau, Kasubdit Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang Jampidsus Kejaksaan Agung. Per 6 Maret 2019, Sugeng dirotasikan menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

Terkait kinerja, ada beberapa kasus yang pernah ditangani Sugeng selama di Riau kini dihentikan penyidikannya. Seperti SP3 kasus dugaan korupsi pembangunan ruang terbuka hijau di Riau karena dianggap kurang bukti. Bahkan saat bertugas di Pidsus Kejagung, beberapa kasus seperti Chevron, Indosat, PLN, Bank Permata, Kondesat TPPI tidak jelas kelanjutannya alias mangkrak.

Sementara itu, Jaksa Agung M. Prasetyo menampik promosi terhadap anaknya merupakan nepotisme. Prasetyo mengklaim rotasi dan promosi itu didasarkan atas prestasi, dedikasi, loyalitas, dan integritas (PDLI) dan bukan karena nepotisme.

“PDLI sebagai dasar penilaian dan prasyarat pertama dan utama yang harus dipenuhi secara keseluruhan, bersamaan, serentak dan simultan oleh setiap jaksa, yang sedang dipertimbangkan untuk dirotasi mendapat mutasi maupun promosi,” kata Prasetyo.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:30 WIB

Indonesia Posisi Kedua Sebagai Negara Dengan Optimisme Tinggi Terapkan Industri 4.0

Berdasarkan hasil riset McKinsey, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan optimisme tertinggi dalam menerapkan industri 4.0, yakni 78%.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:06 WIB

INDI 4.0 Jadi Acuan Kemenperin Ukur Kesiapan Industri Masuk Era Digitalisasi

Kementerian Perindustrian terus memacu kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memasuki era industri 4.0 khususnya lima sektor yang telah menjadi prioritas berdasarkan peta jalan Making Indonesia…

Kemen Kominfo

Selasa, 19 Maret 2019 - 19:33 WIB

Kominfo Blokir 11.803 Konten Radikalisme dan Terorisme

Jakarta-Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan pemblokiran konten internet yang memuat radikalisme dan terorisme sebanyak 11.803 konten mulai dari tahun 2009 sampai tahun 2019.…

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Selasa, 19 Maret 2019 - 16:50 WIB

Lewat Program Santripreneur, Kemenperin Telah Bina Lebih dari 4 Ribu Santri Jadi Wirausaha

Kementerian Perindustrian hingga saat ini telah membina dan memberikan pelatihan tentang kewirausahaan kepada 4.720 santri.

Direktur Utama PT Jababeka Morotai Basuri Tjahja

Selasa, 19 Maret 2019 - 16:48 WIB

Dirut PT Jababeka Morotai Cari Investor untuk Kembangkan Bandara Internasional KEK Morotai

Perhelatan Metal & Energy International Summit 2019 kembali digelar selama dua hari yang berlangsung 19 -20 Maret 2019, di Hotel JS Luwansa. Acara ini menghadirkan sekitar 100 delegasi negara…