Menperin Airlangga Apresiasi Ekspor Suzuki ke Sejumlah Negara

Oleh : Ridwan | Senin, 22 Oktober 2018 - 13:04 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat melepas ekspor Suzuki All New Ertiga dan Scooter Nex II (Foto: Hariyanto/Industry.co.id)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat melepas ekspor Suzuki All New Ertiga dan Scooter Nex II (Foto: Hariyanto/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Cikarang, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto secara resmi melepas ekspor perdana Suzuki All New Ertiga sebanyak 12.000 unit dan Scooter Nex II sebanyak 18.660 unit ke sejumlah negara. 

"Kami sampaikan apresiasi atas investasi Suzuki di Indonesia dan upaya perusahaan dalam mengekspor kendaraan ke luar negeri. Kami pemerintah mendukung peningkatan investasi Suzuki," ujar Menperin dalam pelepasan ekspor di Pabrik Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (22/10/2018).

Sejak tahun 1976, PT. Suzuki Indomobil Motor (PT. SIM) telah berhasil memproduksi sekitar 2,5 juta unit kendaraan bermotor roda empat dan sejak tahun 1993 telah melakukan ekspor dalam bentuk CBU dan CKD sebanyak 478.351 unit.

Sedangkan produksi bermotor roda dua dimulai sejak tahun 1970 dengan total produksi lebih dari 11 juta unit dan sejak tahun 2012 telah melakukan ekspor CBU dan CKD sebanyak 699.481 unit.

Ditambahkan Airlangga, sebagai wujud komitmen peningkatan ekspor, PT SIM berusaha melakukan pembaruan model dan segmentasi kendaraan.

"Hal tersebut tercemin dari tren ekspor PT. SIM yang terus meningkat dari tahun ke tahun baik dari segi jumlah maupun nilai, dengan rasio ekspor terhadap total produksi lebih dari 30% dan rata-rata pertumbuhan mencapai 19% setiap tahunnya," terangnya. 

Lebih lanjut, Menperin menjelaskan, kendaraan bermotor CBU merek Suzuki yang diproduksi di PT SIM baik roda 4 maupun roda 2  telah dieskpor ke lebih dari 87 negara maju dan berkembang dengan tujuan ekspor di Asia, Eropa, Afrika, Amerika Latin dan Oceania, dengan nilai ekspor pada tahun fiskal 2017 sebesar Rp 7,8 triliun dan akan terus di tingkatkan performa eskpornya dimasa mendatang dengan rencana ekspor sebesar Rp 11,3 triliun pada tahun fiskal 2022.

"Berbagai keberhasilan ini merupakan hasil dari rangkaian komitmen investasi Suzuki di Indonesia," ungkap Airlangga. 

Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), sejak tahun 2014, PT SIM melakukan penambahan investasi sebesar Rp 13,5 triliun dengan membangun pabrik yang mengintegrasikan sistem teknologi manufaktur terkini di Cikarang sehingga PT SIM saat ini memiliki 5 (lima) pabrik dengan total kapasitas produksi menjadi sebesar 214 ribu unit per tahun untuk kendaraan bermotor roda 4 dan  320 ribu unit per tahun untuk kendaraan bermotor roda dua dengan tenaga kerja sekitar 5.800 orang.

"Dengan demikian total investasi PT SIM telah mencapai Rp. 18,4 triliun," imbuhnya. 

Pencapaian ini menjadikan Indonesia sebagai pabrik terbesar ketiga Suzuki di dunia setelah India dan Jepang dan menjadi world mother plant untuk APV dan ERTIGA (KBM Roda 4) serta GSX 125, GSX 150, Address dan NEX II (KBM Roda 2).

"Hal ini tentunya merupakan sebuah capaian yang membanggakan bagi industri otomotif nasional maupun kita semua karena produk Indonesia bisa diterima dengan baik di Negara tujuan," kata Menperin. 

Oleh karena itu, lanjut Airlangga, pihaknya akan secara terus menerus mendorong agar tercipta penambahan investasi baru maupun perluasan, serta adopsi teknologi yang terkini.

"Diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang kondusif untuk merealisasikan target produksi 1,5 juta unit pada tahun 2020," tuturnya. 

Menurut Airlangga, saat ini industri otomotif di Indonesia telah berkembang menjadi basis produksi kendaraan jenis MPV, truck, dan pick-up yang pengembangannya diarahkan untuk meningkatkan ekspor ke pasar global dengan target besarnya sebagai pemasok kendaraan jenis sedan dan SUV.

"Kami juga mendorong agar manufaktur-manufaktur otomotif dalam negeri dapat merealisasikan pengembangan kendaraan rendah emisi atau Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang telah kami programkan, yang didalamnya termasuk kendaraan berbasis energi listrik sehingga target pada tahun 2025, sekitar 20% dari kendaraan yang diproduksi di Indonesia adalah produk LCEV sesuai Roadmap Industri otomotif yang telah kami tetapkan," papar Airlangga.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah telah menyiapkan usulan berbagai fasilitas insentif yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan industri otomotif antara lain tax holiday, tax allowance, Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP), Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), kemudahan importasi menggunakan skema CKD-IKD.

Selain itu, dalam waktu dekat akan dikeluarkan insentif potongan 200% dari penghasilan kena pajak untuk perusahaan yang melakukan kegiatan vokasi dalam rangka meningkatkan kemampuan SDM, serta sedang dalam pembahasan pemberian super tax deduction untuk industri yang melakukan kegiatan R&D&D.

"Saya berharap Suzuki dapat berperan aktif dalam program LCEV diatas dengan menghadirkan teknologi hybrid dengan harga terjangkau sehingga layak untuk diproduksi didalam negeri seperti halnya yang telah dilakukan Suzuki di India," pungkas Menperin.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Joe Taslim Jadi Pemain Sekaligus Produser Film "Hit N Run"

Jumat, 18 Januari 2019 - 08:06 WIB

Joe Taslim Produseri Sekaligus Bintangi Film Hit N Run Bergenre Aksi Komedi

Di tengah maraknya film bergenre horor dan drama, munculnya sebuah film bergenre Aksi Komedi tentu bakal menarik perhatian. Itulah yang ditawarkan oleh Screenplay Films yang bekerjasama dengan…

Dirut BRI Suprajarto (Foto Rizki Meirino)

Jumat, 18 Januari 2019 - 07:30 WIB

Taspen Gandeng BRI untuk Sejahterakan ASN dan Pensiunan dalam Program Sejahtera di Purnatugas

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk kembali tunjukkan dukungannya pada sektor pemberdayaan kesejahteraan masyarakat melalui partisipasinya pada acara Program Wirausaha ASN dan Pensiunan…

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo (Foto Ist)

Jumat, 18 Januari 2019 - 06:30 WIB

BI Yakin Pasar Tidak "Wait and See" Jelang Pemilu

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo meyakini dunia usaha dan investor tidak akan ragu dan memilih menunggu (wait and see) untuk mengeksekusi kegiatan bisnis, meskipun di dalam negeri sedang…

Beras (Foto/Rizki Meirino)

Jumat, 18 Januari 2019 - 06:18 WIB

Kaltara Eksport Beras dan Krayan ke Malaysia

Jakarta - Padi Adan adalah salah satu komoditi yang menjadi andalan dari wilayah perbatasa Krayan Prop.Kaltara. Padi Adan sendiri merupakan bibit lokal hasil budidaya masyarakat di dataran tinggi…

Beras (Foto/Rizki Meirino)

Jumat, 18 Januari 2019 - 06:01 WIB

Segera Luncurkan Beras Basmati Asli Indonesia, Kementan: Beras Kita Layak Ekspor

Sukamandi - Kementerian Pertanian direncanakan akan merilis varietas beras basmati asli Indonesia pada pertengahan Februari nanti. Beras basmati selama ini dikenal sebagai beras aromatik asal…