Gapensi Desak Pemerintah Libatkan Kontraktor Swasta Dalam Proyek Infrastruktur Nasional

Oleh : Ridwan | Senin, 28 Mei 2018 - 14:30 WIB

Ilustrasi pekerja proyek infrastruktur pemerintah (Foto: Istimewa)
Ilustrasi pekerja proyek infrastruktur pemerintah (Foto: Istimewa)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi) meminta Pemerintah melibatkan lebih banyak kontraktor swasta dalam proyek pembangunan infrastruktur nasional.

"Ada 147.000 pelaku konstruksi, ada pada posisi 1 persen saja itu pengusaha swasta yang besar. Cobalah itu dimanfaatkan benar-benar untuk bisa bergabung dengan (proyek) BUMN itu," kata Sekretaris Jenderal Andi Rukman Karumpa usai menemui Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Senin (28/5/2018).

Dia menyayangkan dari total nilai proyek pembangunan infrastruktur nasional hampir Rp6 ribu triliun tersebut, semuanya dimonopoli oleh kontraktor Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Hampir Rp6 ribu triliun di 16 proyek strategis nasional, itu kan proyek besar semua, dan itu semua dikerjakan oleh BUMN. Penugasan semua, pekerjaan tol Lampung-Aceh itu (nilainya) puluhan triliun, itu BUMN juga yang disuruh cari duit," tegas Andi.

Menurutnya, pelaksana konstruksi dari pihak swasta memiliki kemampuan yang tidak kalah, bahkan bisa lebih baik daripada kontraktor BUMN, dalam mengerjakan proyek infrastruktur nasional.

"Kita juga mampu, kenapa tidak? Hanya memang kualifikasi untuk kelas itu kan masih didominasi BUMN, itu yang ingin kita ubah dalam pangsa pasar itu," ungkapnya.

Oleh karena itu, Gapensi meminta Pemerintah untuk lebih memperhatikan pelaksana konstruksi swasta, khususnya di tingkat daerah yang keberadaannya juga tergantikan oleh kontraktor BUMN dan BUMD.

"Dari 147 ribu anggota pelaksana konstruksi nasional saat ini, semua masih menanti nawacita pembangunan infrastruktur. Masih banyak yang belum keagian, apalagi ini mau Lebaran," ujarnya.

Dari total nilai proyek infrastruktur sekitar Rp6 ribu triliun, 55 persen di antaranya dikuasai 8 perusahaan BUMN. Sedangkan sisanya 45 persen terdistribusi ke 140 ribuan kontraktor swasta.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi tambang batu bara (Foto Ist)

Rabu, 20 Juni 2018 - 21:45 WIB

Dwi Guna Laksana Ditargetkan Pasok Lima Juta Ton Batu Bara ke PLN

PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL), emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berbisnis di bidang pertambangan dan perdagangan batu bara, ditargetkan dapat memasok 5 juta ton batu bara ke PT Perusahaan…

IHSG (Foto/Rizki Meirino)

Rabu, 20 Juni 2018 - 21:00 WIB

Buana Lintas Lautan Incar Dana Segar Sekitar Rp351 Miliar Lewat Rights Issue

PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berbisnis di bidang angkutan minyak, gas dan kimia untuk pasar domestik dan internasional, akan melakukan penerbitan…

Ilustrasi Irigasi (ist)

Rabu, 20 Juni 2018 - 19:50 WIB

Pola Tanam Secara Tepat dan Akurat dengan MAPDAS

INDUSTRY.co.id - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian kini telah menghasilkan lagi aplikasi teknologi Model Aliran Permukaan Daerah Aliran Sungai (MAPDAS).

Indosat

Rabu, 20 Juni 2018 - 19:32 WIB

Libur Lebaran, Layanan Internet Indosat Alami Kenaikan 73 Persen

PT Indosat Tbk (ISAT) pada masa libur panjang mengalami kenaikan trafik yang signifikan. Indosat Ooredoo mampu menjaga kualitas jaringannya demi kenyamanan pelanggan menikmati perjalanan mudik…

Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 20 Juni 2018 - 19:00 WIB

Tetaplah Setia pada Asas Hukum, Catatan Kritis atas Plt Gubernur Jabar

TNI tetaplah TNI, fungsi dan tugasnya setia di asas hukum sebagai TNI. Tak lebih tak kurang. POLISI tetaplah POLISI, fungsi dan tugasnya setia pada asas hukum sbg POLISI. Tak kurang tak lebih.…