Ekspansi, Koperasi Kisel Kembangkan Sektor Transportasi dan Fintech

Oleh : Ahmad Fadli | Senin, 23 April 2018 - 16:17 WIB

Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga membuka Rapat Anggota Tahunan Koperasi Telekomunikasi Seluler (Kisel) tahun buku 2017, di Jakarta Senin (23/4/2018)
Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga membuka Rapat Anggota Tahunan Koperasi Telekomunikasi Seluler (Kisel) tahun buku 2017, di Jakarta Senin (23/4/2018)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Ketua Dewan Pengawas Koperasi Telekomunikasi Seluler (KISEL) Hasbi Hasibuan mengatakan, koperasinya memiliki visi menjadi koperasi terbaik di Indonesia. Meski dalam sisi aset belum menjadi nomor satu, namun KISEL berupaya meraih yang terbaik dari sisi yang lain misalnya kinerja usaha atau GCG.

 "Karena itu KISEL berusaha mencari peluang usaha yang  bisa kita garap, karena KISEL punya modal untuk itu. Jaringan KISEL sudah menyebar dari Aceh sampai Papua, maka begitu KISEL terjun ke satu usaha, maka bisa dibilang itu sudah skala nasional," ujarnya dalam keterangan persnya, Senin, (23/4/2018).

Menurut Hasbi, kehadiran Menteri Puspayoga dalam RAT KISEL menjadi cambuk bagi KISEL untuk meningkatkan kinerjanya.

Menurut Hasbi, berbagai kemajuan dan pencapaian KISEL saat ini juga tak lepas dari  peran dan pembinaan  dari Kemenkop dan UKM.

"Karena itu kami mengucapkan terimakasih  atas bimbingan Bapak Menteri Puspayoga selama ini, juga pada Kemenkop dan UKM. Adapun saran pak Menkop dan UKM Puspayoga, akan kami jadikan masukan berharga bagi KISEL ke depannya yang jelas kami terus melakukan ekspansi usaha selain mempertahankan bahkan memperbesar usaha existing saat ini," ujar Hasbi.

Ketua Dewan Pengurus KISEL Tubagus Daniel Azhari mengatakan, saat ini KISEL memiliki lima anak perusahaan yaitu, PT Kinarya Alihdaya Mandiri (bergerak di bisnis pengelolaan outsourcing, PT Kinarya Selaras Travel, PT Kinarya Selaras Piranti (bisnis buildong management), PT Kinarya Selaras Solusi (digital business advertising dan solution), dan PT Kinarya Mandiri Konstruksi (khususnya pembangunan tower telekomunikasi).

"Untuk rencana bisnis 2018, selain memperbesar bisnis telekomunikasi, kami juga akan melakukan ekspansi usaha di sektor transportasi dan financial technologi atau Fintech," tambahnya.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi melantik Siwi Sukma Adji sebagai KSAL, dan menaikkan pangkat jadi Laksamana, di Istana Negara (Foto: Rahmat/Humas)

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:45 WIB

DPR Harap KASAL Tingkatkan Profesionalisme Prajurit

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan berharap Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji mampu meningkatkan profesionalisme para prajuritnya agar mampu menghadapi…

Ketua Umum Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional (KTNA Nasional), saat berbicara di acara Forum Promoter 2018 Polri yang membahas tema Solusi Menuju Indonesia yang Berdaulat Adil dan Makmur Melalui Ketahanan Pangan, Rabu, 23 Mei 2018

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:35 WIB

Indonesia Bisa Menjadi Lumbung Pangan Dunia Pada 2045

Pangan tidak hanya merupakan komoditas dan kebutuhan pokok dalam kehidupan setiap orang. Tetapi pangan juga menjadi kepentingan nasional dan keamanan nasional bagi sebuah negara. Pangan memiliki…

Universitas Prasetiya Mulya Optimis Lulusan Lokal Mampu Bersaing di Era Global

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:33 WIB

Universitas Prasetiya Mulya Optimis Lulusan Lokal Mampu Bersaing di Era Global

Era globalisasi dan makin terbukanya Indonesia bagi pasar asing menuntut lulusan perguruan tinggi di Indonesia memahami tantangan dan tuntutan bisnis saat ini sehingga mampu bersaing. Potensi…

PT.Bumi Serpong Damai Tbk. (PTBSD)

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:00 WIB

BSDE Anggarkan Belanja Modal Rp6 Triliun di 2018

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menganggarkan Capital Expenditure (Capex) atau belanja modal sebesar Rp4 triliun-Rp6 triliun pada tahun 2018.

Kebun Kelapa Sawit (Ist)

Rabu, 23 Mei 2018 - 18:45 WIB

Harga Minyak Mentah Global Naik, CPO Malaysia Lanjutkan Penguatan Harga Pekan ini

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Malaysia pada perdagangan Rabu (23/05/18) dibuka pada level RM2.468 per ton, atau lebih rendah 0,36% dibandingkan harga pada penutupan sesi perdagangan…