Kian Prospektif, OJK Siapkan Regulasi Fintech Berbasis Syariah

Oleh : Ahmad Fadli | Selasa, 13 Maret 2018 - 18:49 WIB

Ilustrasi Alplikasi Fintech, Modalku
Ilustrasi Alplikasi Fintech, Modalku

INDUSTRY.co.id, Jakarta -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menyusun regulasi khusus terkait teknologi finansial (Fintech) di bidang pinjam meminjam langsung atau peer to peer lending berbasis syariah.

Dalam Peraturan OJK No. 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Langsung Berbasis Teknologi, konsep syariah memang tidak termuat di dalamnya. Pun dengan beleid yang sedang disusun oleh OJK, di mana konsep syariah tidak akan termuat di dalamnya.

"Tidak tertutup kemungkinan nanti untuk menerbitkan yang syariah," kata Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida dalam keterangan persnya, Selasa (13/3/2018).

Dia menjelaskan, aturan yang akan disusun oleh OJK bersifat payung. Artinya regulasi itu mengatur tekfin secara general. Namun tidak tertutup kemungkinan otoritas menerbitkan regulasi khusus dalam waktu dekat.

Apalagi, pasar jasa keuangan yang berbasis syariah cukup diminati masyarakat. Di sektor tekfin, sejumlah layanan dengan konsep ini juga telah dihadirkan di Tanah Air. "Aturan yang kami susun akan mengatur tentang umum. Tapi nanti akan kami lihat lagi yang syariah," ujarnya.

OJK telah menerbitkan izin operasi untuk sejumlah tekfin syariah. Berdasarkan catatan Bisnis.com, Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi mengatakan POJK No. 77/POJK.01/2016 terbuka untuk disempurnakan sesuai dengan kebutuhan pendanaan nasional, termasuk konsep syariah.

"Sebagai negara muslim terbesar di dunia, kehadiran industri pendanaan syariah akan selalu mendapat prioritas pengembangan, termasuk penyesuaian regulasi jika dipandang perlu segera dilakukan," jelasnya.

Dia menambahkan, selama ini OJK terus mengamati perkembangan sektor jasa keuangan anyar ini untuk memberi ruang bagi penyesuaian regulasi. Salah satunya, jelas dia, terkait dengan peran tekfin P2P lending sebagai agen pemasaran produk layanan jasa keuangan lain.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Basarnas (Dok Industry.co.id)

Kamis, 21 Juni 2018 - 06:40 WIB

Tim Gabungan Hentikan Sementara Pencarian Korban KM Sinar Bangun

Gabungan pencari korban tenggelam para penumpang KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, pada hari ketiga, Rabu (20/6/2018) , menghentikan sementara pencarian pada pukul 18.00…

Kecelakaan mobil di jalan raya (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 21 Juni 2018 - 06:20 WIB

Libur Lebaran 2018, Angka Kecelakaan dan Pelanggaran di Jatim Menurun

Angka kecelakaan lalu lintas (laka) dan pelanggaran pada "Operasi Ketupat Semeru 2018" untuk mengamankan jalannya arus mudik dan arus balik Lebaran di wilayah Jawa Timur hingga hari ke-14 menurun…

Danau Toba (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 21 Juni 2018 - 06:20 WIB

DPR Desak Kemenhub Segera Benahi Semua Transportasi Air

Tim SAR Gabungan dan Posko Harian Mudik Nasional Kementerian Perhubungan diharapkan dapat bekerja maksimal mencari dan menemukan korban hilang pada tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan…

Penyerang Timnas Rusia Artem Dzyuba (kanan) merayakan golnya ke gawang Mesir (Paul ELLIS / AFP)

Kamis, 21 Juni 2018 - 06:06 WIB

Taklukan Mesir, Rusia Lolos Babak 16 Besar Piala Dunia 2018

Tuan rumah Rusia memperkuat posisi dalam Piala Dunia 2018 yang berhasil lolos pada babak 16 besar, setelah semalam mengalahkan skuad timnas Mesir 3-1. Jika pada pertandingan sebelumnya Rusia…

Danau Toba (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 21 Juni 2018 - 06:00 WIB

Korban KM Sinar Bangun Ditemukan 19 Orang

Jumlah korban yang ditemukan pada tragedi tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun yang terjadi di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, Selasa (19/6/2018), sebanyak 19 orang.