Kemenperin Segera Terapkan Sistem Pengolahan Limbah Terintegrasi

Oleh : Ridwan | Senin, 05 Maret 2018 - 10:05 WIB

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara (Foto: Humas)
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara (Foto: Humas)

INDUSTRY.co.id -Jakarta, Balai besar milik Kementerian Perindustrian, Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) Semarang menemukan mikroba pengurai limbah dansistem pengolahan limbah terintegrasi.

Penemuan ini diharapkandapat menjawab seputar masalah limbah yang kerap dikeluhkan warga sekitar kawasan industri.

"Masalah pencemaran lingkungan dan kesehatan masyarakat di lingkungan industri terus menjadi perhatian Kemenperin dalam membangun industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Ngakan Timur Antara di Jakarta (4/3/2018).

Menurut Ngakan, sistem pengolahan limbah terintegrasi ini pada prinsipnya adalah implementasi teknologi pengolahan anaerob-wetland. Teknologi anaerob merupakan sistem pengolahan limbah secara biologi dengan cara menguraikan senyawa-senyawa polutan dengan memanfaatkan aktivitas mikroba.

"Pengolahan ini dilakukan secara anaerob atau tanpa udara. Sebagai proses lanjutan dalam pengolahannya, teknologi anaerob ini dikombinasikan dengan wetland yaitu proses pengolahan dengan menggunakan tanaman sebagai medianya," jelasnya.

Jadi, selain menggunakan mikroba, BBTPPIjuga mengembangkan pengolahan air limbahmenggunakan tanaman berakar (wetland). Setelah limbahdiurai mikroba, limbahakan dilewatkan dalam tanaman berakar, yang akan menyerap unsur-unsur polutan.

Ngakan menyampakan, penemuan sistem terintegrasi pengolahan limbah ini akan diduplikasi kepada perusahaan-perusahaan sejenis. "Karena sebelumnya, dalam upaya mengurai limbahpadat, sejumlah perusahaan menggunakan zat kimia, di mana hasil pengolahannya masih mengandung bahan beracun dan berbahaya (B3)," ungkapnya.

Untuk itu, melalui mikroba anaerob, limbahyang dihasilkan akan memenuhi baku mutu atau standar hasil limbahkualitas terbaik dan bebas dari limbahB3.

Penelitian sistem pengolahan limbah terintegrasi ini sudah diterapkan di PT Korin Jaya yang bergerak di bidang produksi karton. Direktur Operasional PT Korin Jaya, Mr Park Jung Yong menyatakan, limbahyang tadinya berwarna hitam pekat dan padat, kini telah berubah seperti air sungai.

"PT Korin peduli dengan lingkungan. Karena itu, penelitian dari BBTPPIkami terapkan supaya masyarakat terbebas dari kanker," tuturnya.

Menurutnya, dengan menerapkan hasil penelitian BBTPPI, biaya yang dikeluarkan perusahaan menjadi lebih kecil dibandingkan dampak pencemaran yang terjadi di lingkungan dan masyarakat. "Kami akan mengajak perusahaan lain dapat melihat kinerja hasil penelitian dari Kemenperin ini," papar Ngakan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Kominfo Rudi Antara saat membuka Rakornas dan Lokakarya Perkumpulan Gerakan Kebangsaan

Senin, 17 Desember 2018 - 11:01 WIB

Cerita Kominfo Saat Memblokir Konten Tiktok

Jakarta - Tiktok sempat kelimpungan saat diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika, pasalnya waktu itu mengandung konten yang bertentangan dengan Undang-undang di Indonesia.

Agi Sugianto, Naratama, Rumy Azis, Seno M Hardjo, dan Rahayu Kartawiguna Dalam Sesi Diskuis yang Diselenggarakan oleh Forum Wartawan Hiburan (Forwan) Indonesia

Senin, 17 Desember 2018 - 10:48 WIB

Meski Berat Peluang Musik Indonesia Tetap Terbuka di Era Industri 4.0

Meski tantangan yang dihadapi semakin berat, peluang musik (musisi) Indonesia untuk ambil bagian secara ekonomi tetap terbuka di Era Industry 4.0. Demikian kesimpulan secara global hasil diskusi…

Ruang menyusui (Foto Beritasatu)

Senin, 17 Desember 2018 - 10:45 WIB

K3: Perusahaan Wajib Menyediakan Ruang ASI

Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga menyosialisasikan pentingnya implementasi budaya K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di lingkungan kerja dalam rangka…

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan

Senin, 17 Desember 2018 - 10:37 WIB

Rasio Elektrifikasi 99,9% Tahun 2019, Menteri Jonan: Jangan Sampai Ada Masyarakat yang Belum Menikmati Listrik

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengungkapkan bahwa target rasio elektrifikasi 99,9% di tahun 2019 bertujuan agar jangan sampai ada masyarakat Indonesia yang belum…

Raffi Ahmad (paling kiri) bersama pemain film 'After Met You' yang akan beredar awal Januari 2109

Senin, 17 Desember 2018 - 10:24 WIB

Raffi Ahmad Segera Luncurkan Film Terbaru After Met You

Setelah menggarap film horor berjudul Tumbal Nyai : Part Nyai, kini Raffi Ahmad melalui perusahaan fimnya RA Pictures kembali memproduksi film terbarunya berjudul After Met You. Film ini diangkat…