PNBP Mantu di Versailles

Oleh : Christianto Wibisono | Senin, 27 November 2017 - 12:09 WIB

Christianto Wibisono dari Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) dan Analis Bisnis Terkemuka di Indonesia (Foto Ist)
Christianto Wibisono dari Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) dan Analis Bisnis Terkemuka di Indonesia (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Dari Satelit Palapa Generasi X kami berdua terus memantau dinamika politik Indonesia dan transformasi geopolitik November 2017 di pelbagai kawasan secara comprehensive.

Bung Karno menunjuk peta GPS Jumat 24 November yang menyorot lokasi demo menuntut tindakan terhadap politisi Nasdem, Viktor Laiskodat yang dikenakan dakwaan penistaan agama oleh kelompok massa alumni 212. Kamis sebelumnya CSIS menggelar diskusi tentang Golkar dan Asia Timur.

BK: Bung Chris, dunia selalu dinamis tidak sepi dari wacana dan acara.

CW: Kenapa demo protes statement anggota DPR berbau SARA tetap berlangsung, kenapa tidak ada demo protes korupsi e-KTP yang justru lebih konkret. Mengerdilkan rakyat dianggap bodoh ikut angin koruptor secara pasrah tidak berdaya?

BK: Kita baru saja menyaksikan opera akbar Super Setnov yang sudah kita bahas minggu lalu. Sudah disusul heboh pembengkakan anggaran Pemda DKI ratusan persen untuk program program yang sektarian, partisan, dan tidak jelas manfaatnya bagi keseluruhan warga DKI, kecuali para penikmat gaji dan penerima hibah dalam kaitan pembinaan masyarakat oleh Pemda dengan anggaran yang mencapai triliunan.

Ya itu sudah rezekinya gubernur dan wagub yang menerima uang operasional halal 0.13% dari PAD (Pendapatan Asli Daerah) dibagi 60% gubernur dan 40% wagub. Dulu A Hok membagikan lagi kepada tim magang, sedang gubernur baru minta kenaikan APBD untuk TGUPP yang membengkak dengan alasan tidak mau tergantung dana CSR yang katanya dipakai untuk tim magang yang sudah dibantah tuntas oleh Ernst Riyan salah satu pemagang. Hibah kepada pelbagai ormas dan LSM malah mengurangi jatah daging dan pelbagai kebijakan yang sangat subyektif, captive tersasar kepada pemilih.

Semua ini tentu secara transparan telah diperdebatkan dan biarlah pemilih Jakarta menanggung resiko telah memilih gubernur yang berbeda dengan Ahok dalam pendekatan management efisiensi, anti korupsi dan pemihakan kepada yang lemah. Antara slogan, retorika dan realita ada gap yang tidak dibicarakan karena dinilai SARA. Padahal gampang saja, ini soal realitas pengabdian publik dan pamrih individual dalam konteks merebut dan mempertahankan kekuasaan secara all out.

CW: Tampaknya ada gejala fatigue, letih capek dari masyarakat menyikapi korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, sudah pasrah, menyerah, tidak berdaya dan tidak mengharapkan apa-apa lagi dari politisi yang identik dengan koruptor nyaris tanpa kecuali.

BK: Karena itu kita harus belajar menikmati hidup yang cuma sekali, bukan berputar reinkarnasi dengan optimal. Termasuk menggelar pernikahan adat Jawa dan Batak secara penuh sebagai bagian dari industri wisata global. Jadi kalau New Orleans punya Mardi Gras, New York City sejak 1958 punya parade Macys Thanksgiving Day. Maka November ini bisa diluncurkan Wedding and Culinary Festival of Celebrated Culture.

Pelbagai upacara adat termasuk peristiwa kelahiran, pernikahan, pemakaman seperti Toraja, bisa di kemas dalam upacara yang layak jual sebagai atraksi wisata. Masing-masing negara termasuk negara maju Barat punya industri kultural tradisional memelihara dan mengembangkan adat kuno mereka secara eksklusif dan unik menjadi obyek wisatawan dalam dan luar negeri. Sekaligus pasti akan menumbuhkan industri sandang pakaian tradisional dari batik, tenun, ikat dan segala macam produk kerajinan yang di modernkan.

Ya ibaratnya men-Starbucks-kan tradisi ngopi. Dari zaman kuno orang ngopi tidak ada yang ribut. Mendadak jadi Starbucks orang melihat seperti mahluk Mars menyerbu bumi. Jadi sebetulnya kita ini setengah-setengah, kalau memang mau tradisi batik ya sudah forget black tie dress, seluruh upacara resmi pakai batik tenun ikat. Jas itu justru fakultatif yang tidak penting bukan malah di nomor satukan prioritas dan menjadikan segalanya jadi resmi. Balik ke tradisi APEC Bogor 1994 yang kemudian menjadi kiblat semua APEC pakai pakaian tradisional. Sekarang sudah mulai luntur balik ke jas resmi Barat black tie.

Saya tidak pernah mengalami bagaimana rasanya mantu ketika jadi presiden. Sebab anak anak saya menikah setelah saya dilengserkan Soeharto secara kolonial. Saya pakai jas sipil lengkap tapi hati menderita karena berada dalam status tahanan kota rezim Orde Baru. Biarlah pesta pernikahan yang dilakukan oleh Presiden selanjutnya setelah saya bisa dinikmati oleh rakyat. Dampak multiplier effect-nya bagi industri kuliner, kultural dan pariwisata.

Barangkali juga bisa meniru Pemerintah Prancis yang malah menyewakan Istana Versailles untuk pernikahan konglomerat dunia yang mampu membayar sewa dan menjadi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang tidak membebani masyarakat. Tapi secara progresif dikenakan terhadap konglomerat kaya yang mau menikmati fasilitas dan privilege yang merupakan prerogative presiden, namun bisa dinikmati juga oleh orang biasa yang mampu membayar.

Jangan lupa orang selalu sentimen dengan Gini Rasio yang dikeritik karena mendekati 1 berarti timpang. Padahal kalau Gini Ratio mendekati Nol itu ya Korea Utara atau Zimbabwe, yang kaya cuma Kim Jongun dan Mugabe, yang lain miskin semua. PNBP kreatif memanfaatkan Istana Kepresidenan disewakan dengan tarip Versailles lengkap dengan pakaian adat, upacara adat, kuliner adat atau terserah mau kuliner modern dan segala macam modern asal ditentukan oleh landlord pemilik Istana yang menyewakan.

Coba baca brosur tentang Pernikahan di Istana Versailles:

Palace of Versailles wedding cost will exceed 100,000 Euro with optimal budgets starting at 200,000 Euro. The venue rent itself varies from 18,000 euro for the Crusades Rooms to 70,000 euro for the Gallery of Battles or Orangerie. Considering the unique facilities of the Versailles Palace, it is highly recommended to opt for the additional services of operating fountains and fireworks.

Pastilah Wisata Kerajaan ini akan menarik, atau bagi pencari adventure bisa menikah di Pulau Run, pulau yang ditukarkan dengan Manhattan di tahun 1667. Bagaimana 350 tahun yang lalu orang Belanda melihat Run lebih berharga dari Manhattan. Dan orang Inggris hokkie, karena pulau Run yang ditukar itu tetap saja jadi pulau terbelakang sedang Manhattan menjadi pusat keuangan global seperti sekarang. 2 konglomerat dari India Lakhsmi Mittal dan Wafic Said dari Syria menikahkan putrinya Vanisha pada 2005 dan Rasha pada 2012 di Versailles dengan budget ratusan ribu Euro. Tak ketinggalan juga Kim Kardhasian & Kanye West, sensasi publik AS yang mengadakan perayaan "midodaren" alias Rehearsal Dinner.

CW:Wah bapak bisa dituduh mengubah ideologi kita menjadi Kapitalis bukan Pancasilais.

BK: Pancasila itu kan dalam aksi, perbuatan, bukan dalam teori dan slogan! Bagaimana menterjemahkan ideologi merakyat? Stasiun MRT Moscow itu yang terindah didunia, karena Stalin bilang, Rakyat Soviet kerja keras tiap hari, biarkan mereka menikmati keindahan stasiun semewah istana Tsar dalam perjalanan mereka naik turun pulang pergi dari rumah ke pabrik atau kantor. Dalam kehidupan sehari-hari rakyat bisa nyaman menikmati fasilitas publik. Seperti kereta api Manggarai bandara via Sudirman Baru cuma Rp. 30,000, sama dengan bus express Narita Tokyo atau MRT Orchard Road Changi. Itu harga promosi Desember, tahun depan mungkin naik jadi Rp. 50,000, ya masih OK.

Tahun depan Asian Games 2018 juga harus sukses dalam penyelenggaraan maupun dalam prestasi medali. Kita tahun 1962 jadi juara ke-2 setelah Jepang setelah itu Jepang melejit ke kelas Olimpiade 1964 dimana kita diskors gara-gara saya menolak mengundang Israel ke Asian Games IV di Jakarta. Sekarang ini kita di Asian Games saja sulit masuk 5 besar tentu tidak bisa salahkan saya lagi, semua 6 presiden setelah saya harus bertanggung jawab kenapa kita yang mestinya sudah kelas Olympic, di Sea Games saja malah terbenam. Untungnya data ekonomi makro Indonesia tetap optimis, bisa tumbuh diatas 5% menurut Bank Dunia IMF dalam review mereka bulan November ini.

CW: Oposisi tidak pernah berhenti memojokkan presiden dengan malingering dan hypochondria. Bagaimana mengobati sakit jiwa itu?

BK: Ya ini memang malingering model Setnov nabrak tiang listrik dan hypochondria, teriakan kritis terhadap pertumbuhan ekonomi 5% memang bagian dari trade mark dan bench mark oposisi. Pokoknya apapun kinerja incumbent, pasti ada yang bisa dikritik. Hypochondria itu tidak sakit tapi merasa sakit, sakit sedikit seolah sakit berat, gawat, diujung maut, padahal hanya trauma paranoid syahwat kekuasaan. Yang lebih penting adalah kita tetap bersyukur tumbuh masih diatas 5%.

Kalau ICOR bisa ditekan oleh politisi yang tidak korup, pasti kita bisa tumbuh 7% dengan investasi yang sama. Dan kalau tumbuh 7% dalam 7 tahun kita akan double pendapatan per kapita kita. Kalau sekarang USD 5,000 maka 2024 bisa USD10,000 dan langsung mentas dari The Middle Income Trap.

Itu sudah bolak balik kita bicarakan tapi tidak digubris oleh oposisi. Dan celakanya sebagian elite incumbent juga malah ketularan malingering dan hypochondria, terutama di era bargaining dan leveraging menjelang pilpres 2019. Semoga Jokowi survive dari politicking bargaining leveraging yang bisa membahayakan positioningnya di pilpres 2019. Misalnya kenapa PDIP calonkan Gus Ipul dan Jokowi merestui Khofifah? Terus Jawa Tengah itu mau dipasrahkan siapa? Juga Jawa Barat akan free for all kayak Thai Boxing . Kalau 3 provinsi itu dikuasai gubernur non-Jokowi maka pilpres 2019 bisa tersandra oleh modus operandi pilgub DKI.

CW: Semoga peringatan bapak ini didengar oleh elite sekitar Presiden dan bahkan oleh Presiden sendiri. Minggu depan 3 Desember itu sudah tinggal 500 hari lagi ke Hari-H pilpres Rabu 17 April 2019 dengan target sukses Jokowi 2.0 sampai 2024 pas mentas jadi Kelas Menengah Atas USD 10,000 per kapita.

Penulis adalah Christianto Wibisono, pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dubes Indonesia untuk Korsel, Umar Hadi bersama Delegasi PWI (dok INDUSTRY.co.id)

Jumat, 15 Desember 2017 - 20:34 WIB

Di Seoul Korsel, Dubes Umar Hadi Apresiasi Diplomasi Kopi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)

Diplomasi kopi yang sedang dilakukan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) disambut baik Dutabesar Republik Indonesia untuk Republik Korea Umar Hadi

Letjen Purn. Kiky Syanahkri bersama Putut Prabantoro di kantor PPAD (dok INDUSTRY.co.id)

Jumat, 15 Desember 2017 - 20:12 WIB

Perkuat NKRI, Pemerintah Diminta Segera Laksanakan Ekonomi Terintegrasi

Pemerintah diminta segera integrasikan pembangunan ekonomi nasional dalam konsep Indonesia Raya Incorporated (IRI) untuk memperkuat ikatan NKRI dan ketahanan nasional.

Presiden Jokowi dan Menhub Budi Karya Sumadi (Foto Setkab)

Jumat, 15 Desember 2017 - 19:00 WIB

Presiden Jokowi Tinjau Pembangunan Waduk Sukamahi dan Ciawi

Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan Waduk Sukamahi dan Ciawi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/12/2017)

Sambut Hari Ibu, Kecap ABC Beri Apresiasi Lewat 36 Ribu Hidangan Masakan (Foto Dije/INDUSTRY.co.id)

Jumat, 15 Desember 2017 - 18:52 WIB

2018 Industri Mamin Semakin Kompetitif

Memasuki tahun 2018, pelaku industri termasuk industri makanan dan minuman di Indonesia semakin kompetitif dan semakin challenging (menantang). Hal ini diungkapkan oleh Dhiren Amin, selaku Marekting…

Hendrisman Rahim Didapuk Kembali Jadi Ketum AAJI (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 15 Desember 2017 - 17:45 WIB

Hendrisman Rahim Didapuk Kembali Jadi Ketum AAJI

Hendrisman Rahim secara aklamasi kembali terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) periode 2017-2020.