Margautama Nusantara Groundbreaking Pembangunan Tol AP Pettarani

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:00 WIB

Margautama Nusantara Groundbreaking Pembangunan Tol AP Pettarani (Foto Humas)
Margautama Nusantara Groundbreaking Pembangunan Tol AP Pettarani (Foto Humas)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Jakarta – PT Margautama Nusantara, anak usaha PT Nusantara Infrastruktur Tbk (META), melakukan acara peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk pembangunan ruas tol AP Pettarani di Makassar, Sulawesi Selatan.

Acara peletakan batu pertama untuk pembangunan ruas tol tersebut dilaksanakan oleh PT Bosowa Marga Nusantara (BMN), anak usaha PT Margautama Nusantara, di Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Makassar.

Acara tersebut diresmikan langsung oleh Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta disaksikan oleh Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulawesi Selatan dan Herry Trisasputra Zuna, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Acara peletakan batu pertama tersebut juga dihadiri oleh H. Moh. Roem, Ketua DPRD Sulawesi Selatan dan Ramdhani Pomanto, Walikota Makassar.

Pelaksanaan acara peletakan batu pertama ini adalah tanda dimulainya pembangunan jalan sebagai penambahan lingkup ruas tol Ujung Pandang Seksi 3 (Jalan Tol Layang AP Pettarani) yang dibangun di atas jalan nasional.

Pembangunan proyek ini adalah salah satu kontribusi BMN yang berpartisipasi dalam memberikan solusi guna mengurai kepadatan lalu lintas di Makassar. Ruas tol sepanjang 4,3 kilometer itu akan dibangun dengan investasi lebih dari Rp2 triliun.

Ruas tol tersebut akan dibangun secara bertingkat (double decker). Karena itu, kontraktor akan menggunakan teknologi anti lever, yang merupakan teknologi tol pertama yang dikembangkan di Indonesia.

Teknologi ini memungkinkan sebuah ruas tol dapat dibangun tanpa perlu adanya pembebasan lahan. Setelah peletakan batu pertama tersebut, kontraktor membutuhkan waktu 6 bulan untuk masa persiapan ke tahap pembangunan selanjutnya.

Sementara itu, Anwar Toha, Direktur Utama BMN, mengemukakan, pembangunan jalan tol layang tersebut membutuhkan waktu dua tahun. Pihaknya terus-menerus berupaya memberikan solusi terbaik melalui berbagai macam penerapan.

“Kami berupaya menggunakan teknologi yang dapat disepakati berbagai pihak sehingga pembangunan jalan tol layang AP Pettarani dapat terlaksana,” ujar Anwar di Makassar, Kamis (19/10/2017).

Anwar mengemukakan, pelaksanaan peletakan batu pertama tol layang ini didukung oleh pemerintah kota, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Selama konstruksi berlangsung, maka kenyamanan pengguna jalan akan sedikit terganggu.

“Untuk itu, kami membutuhkan kerjasama dari semua pihak agar pembangunan jalan tol tersebut dalam berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” pungkas Anwar. (Abraham Sihombing)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Inarno Djayadi Dirut BEI (Foto Tribunnews)

Minggu, 22 Juli 2018 - 15:15 WIB

BEI Bakal Percepat Periode Penyelesaian Transaksi Bursa Jadi T Plus Dua

Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mempercepat periode penyelesaian (settlement) transaksi bursa dari T+3 menjadi T+2. Itu artinya, penyelesaian transaksi saham hingga penyerahan barang…

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 22 Juli 2018 - 15:03 WIB

Gelombang Ekstrem Masih Terjadi Seminggu ke Depan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan gelombang laut dengan ketinggian 2,5 meter hingga empat meter atau dalam kategori ekstrem dan berbahaya masih akan terjadi dalam…

Lapas Sukamiskin Bandung (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 22 Juli 2018 - 14:58 WIB

DirjenPAS Akui Kejadian di Lapas Sukamiskin Masalah Serius

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (DirjenPAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian operasi tangkap tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin,…

Lapas Sukamiskin Bandung (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 22 Juli 2018 - 14:54 WIB

DirjenPas Akui Fasilitas Tak Standar di Lapas Sukamiskin

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (DirjenPAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sri Puguh Budi Utami membenarkan adanya fasilitas bagi narapidana korupsi yang tidak sesuai standar di Lembaga…

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (dok INDUSTRY.co.id)

Minggu, 22 Juli 2018 - 14:45 WIB

Pekan Lalu, Indeks Harga Saham Gabungan Terkoreksi 1,2%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan 1,2% ke posisi 5.872,78 sepanjang pekan lalu (16-20 Juli 2018) dibandingkan posisi pada akhir pekan sebelumnya…