Swasta Dilibatkan, Kemenhub Efisiensi Rp1 Triliun Pembangunan Bandara-Pelabuhan

Oleh : Ridwan | Rabu, 11 Oktober 2017 - 12:15 WIB

Menhub Budi Karya Sumadi tinjau kesiapan proyek infrstruktur (Foto Humas)
Menhub Budi Karya Sumadi tinjau kesiapan proyek infrstruktur (Foto Humas)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan efisiensi alokasi dana APBN untuk pengembangan 30 bandara dan pelabuhan sebesar Rp500 sampai Rp1 triliun.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai pembukaan acara pameran Indonesia Transport, Logistics dan Maritime Week (ITLMW) 2017 di Jakarta, Selasa (10/10/2017) mengatakan efisiensi tersebut dicapai dengan cara bekerja sama bersama pihak swasta dalam mengembangkan bandara dan pelabuhan.

"Dari 30 pelabuhan empat diantaranya sudah diserahkan dan bisa beroperasi, dan secara rata-rata pertumbuhannya sekitar lima sampai tujuh persen," katanya.

Menurutnya, kompetensi yang dimiliki oleh swasta dapat meningkatkan kinerja dari pelabuhan itu sendiri, sehingga alokasi APBN seharusnya yang digunakan untuk meningkatkan kapasitas pelabuhan bisa dialokasikan di tempat lain.

Tahun ini, Menteri Perhubungan menargetkan paling tidak 15 pelabuhan dan bandara dapat dioperasikan bersama dengan pihak swasta. Bentuk kerja sama pelabuhan pada umumnya bergerak pada shipping line, pembuatan kapal serta infrastruktur.

Namun untuk pengoperasian pelabuhan tetap dikendalikan oleh pemerintah.

Hari ini Menhub juga memberikan apresiasi pada Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) atas inisiatif menyelenggarakan pameran tersebut.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Perhubungan Carmelita Hartoto mengatakan sektor perhubungan merupakan hal penting seperti tulang punggung ekonomi nasional.

Pemerintah sendiri telah berkomitmen mengalokasikan sebesar Rp5,500 triliun untuk percepatan infrastruktur dan konektivitas. Namun pengembangan tersebut belumlah merata, maka perlu berkerja sama dengan berbagai pihak demi tercapainya target-target pembangunan.

Fokus pameran pada tahun ini adalah meningkatkan industri maritim dan reformasi sistem logistik nasional yang menjadi poin utama. Selain itu, ia juga menjelaskan pemerintah perlu melakukan studi kelayakan yang terencana untuk mengurangi biaya logistik sehingga disparitas harga dapat diakhiri.

Target yang ingin dicapai pemerintah sendiri adalah mengurangi biaya logistik dari 24 persen menjadi 19,2 persen pada tahun 2019.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Transportasi di Jakarta (Ist)

Senin, 16 Juli 2018 - 13:22 WIB

Dongkrak Daya Saing, Perusahaan Transportasi Minta Insentif Pajak dari Pemerintah

Perusahaan transportasi berharap adanya insentif pajak dari pemerintah berupa pengurangan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN).

Presiden Jokowi dan TGB (Foto Setkab)

Senin, 16 Juli 2018 - 13:19 WIB

Presien Jokowi Terus Godok Siapa Cawapresnya, Temasuk Diantaranya TGB

Presiden RI Joko Widodo masih mematangkan calon wakil presiden yang akan mendampinginya maju dalam Pemilihan Umum Presiden 2019.

 Komunitas Ekonomi Jogja Istimewa untuk NYIA saat menyampaikan deklarasi dukungan percepatan bandara.(Foto: IST)

Senin, 16 Juli 2018 - 13:16 WIB

Untuk Perkembangan Pariwisata, Masyarakat Ekonomi Jogja Penuh NYIA

Untuk perkembangan industri pariwisata di Yogyakarta, Masyarakat Ekonomi Jogja Istimewa menyatakan petisi dukungan terhadap Bandara Kulon Progo atau New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Taj Mahal, India (Dennis Jarvis/Flickr)

Senin, 16 Juli 2018 - 13:15 WIB

Masuk Daftar Negara Tidak Aman, India Luncurkan Kampanye Keselamatan

India, sebagai negara yang terkenal akan keindahan alam dan memiliki budaya yang unik ini dinilai berbahaya bagi perempuan. Pada baru-baru ini, Kementerian Pariwisata India meluncurkan sebuah…

Rahmad Baagil. adalah Pengajar pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, (Foto Ist)

Senin, 16 Juli 2018 - 13:10 WIB

Try Out Menjelang Pemilu 2019

Pilkada serentak telah dilakasanakan dengan baik. Para kandidiat sudah mengetahui hasil akhir versi real count, walau ada beberapa perbedaan hasil di beberapa daerah, ada bebagai indikasi kecurangan…