Jaring Premi Baru BNI Life Siapkan BEKAL

Oleh : Herry Barus | Selasa, 03 Oktober 2017 - 08:00 WIB

Head Of Corporate Communication BNI Life Lia Susetio berinteraksi dengan anak-anak peserta pelatihan kerajinan tangan saat peringatan Hari Anak Nasional 2017 (Minggu (23/7) (Foto Rizki Meirino)
Head Of Corporate Communication BNI Life Lia Susetio berinteraksi dengan anak-anak peserta pelatihan kerajinan tangan saat peringatan Hari Anak Nasional 2017 (Minggu (23/7) (Foto Rizki Meirino)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- BNI Life menyiapkan "Bekal", program untuk menjaring premi baru dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat penting dapat merencanakan masa depan kesehatan, pendidikan, maupun hari tua.

"Sampai dengan semester I penetrasi premi baru sekitar 30-40 persen dibandingkan tahun lalu, kami berharap dengan Program Bekal target akan terpenuhi," kata Head of Corporate Communication BNI Life Lia Susetio, di Jakarta, Senin (2/10/2017)

Terkait hal itu, BNI Life, menurut Lia akan menyiapkan produk perlindungan yang lebih kompetitif dibanding pesaing, di antaranya dengan membenahi sistem penagihan.

"Pelayanan akan menjadi kekuatan perusahaan, dengan demikian pemegang polis di luar Jakarta tidak perlu repot mengurus klaim, cukup dikirim dapat segera dicairkan," kata Lia pula.

Lia didampingi Senior Manager BNI Life Intan Asmara Dewi mengatakan, pihaknya ingin menghilangkan anggapan untuk mengurus klaim asuransi itu sulit, yaitu dibuatkan protap 25 menit setelah dokumen diterima, maka dana sudah dapat masuk rekening.

Kemudian untuk klaim asuransi kesehatan nilai premi di bawah Rp10 juta dapat dicairkan saat itu juga, sedangkan nilai premi Rp50 sampai Rp100 juta dibuat layanan dalam satu hari saja, kata Lia.

Lia mengatakan, apabila kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membolehkan klaim secara online, maka hal itu dapat dilaksanakan lebih cepat lagi. "Persoalannya sampai saat ini kebijakan tersebut belum keluar," ujarnya.

Lia mengatakan, saat ini BNI Life sudah memiliki kantor layanan di Bandung, Denpasar, Surabaya, Yogyakarta, dan Palembang, ke depannya akan ditambah namun masih di Jawa dan Sumatera.


 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 19:10 WIB

Menteri Airlangga: Peningkatan Investasi Dorong Tumbuhnya Populasi Industri

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyampaikan, peningkatan investasi dapat mendorong pertumbuhan populasi industri.

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 17:53 WIB

Rupiah Senin Sore Menguat di Posisi Rp14.586

Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore (19/11/2018) ini menguat sebesar sembilan poin menjadi Rp14.586 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.595…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Senin, 19 November 2018 - 17:48 WIB

Presiden Jokowi: Perlu Inovasi Pembiayaan Infrastruktur

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan saat ini pemerintahannya bicara mengenai infrastruktur, maka tidak mungkin menutupnya dari anggaran pemerintah saja, sehingga perlu inovasi pembiayaan.

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 17:45 WIB

BRI Cabang Purwokerto Salurkan KUR Rp442,218 Miliar

Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sampai dengan Oktober 2018 telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp442,218 miliar.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenperin)

Senin, 19 November 2018 - 17:40 WIB

Menperin Airlangga: Relaksasi DNI Pacu Investasi Sektor Industri

Pemerintah terus berupaya meningkatkan nilai investasi, baik dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA). Investasi, khususnya di sektor industri, menjadi salah…