Festival Pesona Selat Lembeh 2017, Kenalkan Wisata Bahari Kota Bitung

Oleh : Chodijah Febriyani | Senin, 25 September 2017 - 17:00 WIB

Festival Pesona Selat Lembeh 2017 kota Bitung Sulut (Foto Dije)
Festival Pesona Selat Lembeh 2017 kota Bitung Sulut (Foto Dije)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2017 yang diselenggarakan pada tanggal 6 hingga 10 Oktober 2017 mendatang yang akan dilaksanakan di Kota Bitung, Sulawesi Utara. Dengan diselenggarakannya festival di Kota Bitung, ini merupakan salah satu upaya untuk meningakatkan jumlah kunjungan wisatawan dan memperkenalkan kota Bitung. 

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti mengatakan, "Dari pihak Kementerian Pariwisata,  ini merupkan bentuk kebijakan Pak Menteri, yang dimana kaitannya dengan promosi untuk tiap daerahnya, dan ini merupakan salah satu festival bahari yang potensial,"  ujarnya saat press conference di Jakarta, Senin (25/9/2017). 

Festival Pesona Selat Lembeh ini juga terkait dengan HUT kota Bitung, "Meskipun bukan destinasi prioritas, Bitung juga memiliki potensial untuk memakukan pariwisata nasiobal, khususnya wisata bahari," kata Esthy.

Sementara, Sekertaris Daerah Kota Bitung, Audi, mengungkapkan, "Festival ini akan diselenggarakan selama lima hari, dimulai hari pertama yakni pembukaan, dimulai dengan berbagai kegiatan sailing pass, dan hari kedua lomba marathon, hari kedua Thanks Giving Day, hari keempat ada pengenalan berbagai kuliner khas Bitung dan hari kelima berbagai pertunjukan seni budaya," imbuhnya 

Audi menjelaskan, kepada Industry.co.id, bahwa nanti diperkirakan pada hari pembukaan akan mendatangkan seribu penonton saat sailing pass. "Bisa hingga seribu penonton dan kami juga mengajak penduduk lokal untuk ikut berpartisipasi. Karena saat sailing pass ini festival ini juga didukung oleh angkatan laut."

Selain menampilkan wisata bahari, di Selat Lembeh juga memiliki wisata adventure dengan mengandalkan Cagar Alam Nasional Tangkoko. 

"Di cagar alam ini, para wisatawan juga dapat melihat berbagai fauna seperti tarsius spectrum, adalah monyet kecil yang kepalanya bisa berputar 180 derajat, hewan yang nokturnal dan hidup di sebuah pohon beringin yang sudah berusia ratusan tahun. Lalu ada burung, reptil hingga amfibi," lanjut Ellen Sutrisno, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bitung. 

Diketahui, jumlah kunjungan wisatawan ke Kita Bitung saat tahun 2015 mencapai 20 ribu hingga 25ribu , sedangkan tahun 201 mencapai 50ribu. "Sedangkan target tahun 2017 100ribu," pungkasnya

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Transportasi di Jakarta (Ist)

Senin, 16 Juli 2018 - 13:22 WIB

Dongkrak Daya Saing, Perusahaan Transportasi Minta Insentif Pajak dari Pemerintah

Perusahaan transportasi berharap adanya insentif pajak dari pemerintah berupa pengurangan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN).

Presiden Jokowi dan TGB (Foto Setkab)

Senin, 16 Juli 2018 - 13:19 WIB

Presien Jokowi Terus Godok Siapa Cawapresnya, Temasuk Diantaranya TGB

Presiden RI Joko Widodo masih mematangkan calon wakil presiden yang akan mendampinginya maju dalam Pemilihan Umum Presiden 2019.

Rahmad Baagil. adalah Pengajar pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, (Foto Ist)

Senin, 16 Juli 2018 - 13:10 WIB

Try Out Menjelang Pemilu 2019

Pilkada serentak telah dilakasanakan dengan baik. Para kandidiat sudah mengetahui hasil akhir versi real count, walau ada beberapa perbedaan hasil di beberapa daerah, ada bebagai indikasi kecurangan…

Ilustrasi industri Fintech (sindonews.com)

Senin, 16 Juli 2018 - 12:19 WIB

Rekeningku.com Listing Tiga Kripto Baru

Rekeningku.com, platform jual beli aset digital crypto berbasis di Jakarta akan me-listing jenis crypto baru secara bersamaan dalam waktu satu bulan ke depan. Tiga crypto tersebut adalah Zcash…

Kopi Ilustrasi

Senin, 16 Juli 2018 - 12:10 WIB

Komunitas Kopi Ajak Petani Ubah Pola Panen

Komunitas Kopi Bengkulu mengajak para petani mengubah pola panen yakni hanya memanen biji kopi yang sudah matang saja atau dikenal dengan petik merah.