BPJS Ketenagakerjaan Terima Penghargaan Perusahaan Asuransi Terbaik

Oleh : Wiyanto | Rabu, 23 Agustus 2017 - 13:25 WIB

Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan. (Foto: Istimewa)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-BPJS Ketenagakerjaan kembali menerima penghargaan bergengsi. Penghargaan tersebut adalah penghargaan sebagai The Best Indonesian Insurance Company - 2017 atau Perusahaan  Asuransi Terbaik  di Indonesia 2017.

Mendapat peringkat  1 dalam kategori asuransi milik pemerintah RI di Ripta Loka Hall, Indonesian Embassy, Singapore, Rabu (23/08).

Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan, Evi Afiatin mengatakan, penghargaan dan pencapaian ini merupakan hasil kerja keras manajemen dan seluruh karyawan yang didukung oleh semua pemangku kepentingan. 

"Kami bersyukur atas penghargaan yang kami terima dan merupakan bukti pengakuan pihak luar yang independen terhadap kinerja kami.  Kami melihat penghargaan ini adalah tanggung jawab yang harus kami pikul, agar kami semakin meningkatkan mutu pelayanan prima yang saat ini telah kami galakkan, maupun dalam menjalankan amanah dalam pengelolaan dana pekerja," katanya.

Keputusan Dewan  Juri dalam penilaian ini adalah atas kinerja BPJS Ketenagkerjaan yang dinilai sangat baik dalam berbagai kriteria diantaranya pengelolaan keuangan, manajemen risiko, human capital, IT dan corporate communication yang dinilai sangat baik sepanjang periode Januari-Desember 2016. 

Dari sisi pengelolaan keuangan dan operasional tahun 2016, BPJS Ketenagakerjaan telah memperoleh hasil audit dengan status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) setelah pertamakalinya BPJS Ketenagakerjaan melalui  proses audit yang dilakukan oleh 3 auditor eksternal yaitu 2 audit untuk Keuangan (LK) dan 1 audit untuk Laporan Pengelolaan Program (LPP).

Proses Audit LK dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dan Kantor Akuntan Publik (KAP) Kanaka Purwadireja Suhartono, sementara untuk LPP dilakukan oleh KAP Doli Bambang Sudarmaji dan Dadang.

Salah satu Juri, Dr. Herris B Simandjuntak,SE,MM, Ketua Dewan Juri IIA 2017 IMA 2017 menjelaskan, metode penilaian terhadap perusahaan ini sedikit berbeda dengan penilaian pada umumnya, tak hanya mengacu pada laporan keuangan yang dipublikasikan, namun juga dilakukan pertemuan tatap muka antara dewan juri dengan finalis peraih penghargaan.

“Laporan keuangan yang dipublikasikan belum tentu mencerminkan secara keseluruhan keadaan perusahaan. Nah, agar penilaian para dewan juri ini tak beresiko maka kami putuskan para finalis yang bersedia juga untuk melakukan pertemuan diskusi Tanya jawab dengan Dewan Juri. Di sini para juri akan mengkonfirmasi dan mengklarifikasi apa yang ada dalam laporan yang telah dipublikasikan. Dengan pola metode seperti ini hasilnya akan lebih akurat,” paparnya.

Ditambahkannya, sesuai dengan perkembangan zaman, asuransi juga mengalami perkembangan yang cepat dan semakin baik setiap harinya. Selain meningkatkan pelayanan kepada para nasabahnya, perusahaan asuransi juga melakukan berbagai macam usaha untuk bisa tetap memperluas dan memajukan bisnis yang mereka jalankan selama ini. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan cara mengeluarkan berbagai produk baru dan lebih inovatif bagi nasabahnya.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla (Foto Setkab)

Rabu, 23 Mei 2018 - 13:21 WIB

Presiden Jokowi Tandatangani PP THR Pensiunan ASN

Presiden Joko Widodo menandatangani peraturan pemerintah tentang pemberian tunjangan hari raya kepada aparatur sipil negara, termasuk kepada para pensiunan ASN.

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) (Foto Ist)

Rabu, 23 Mei 2018 - 13:10 WIB

Rehat Tengah Hari, Saham-Saham Sektor Keuangan Topang IHSG ke Posisi 5.830

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 1,39% atau 79 poin ke posisi 5.830 di akhir sesi pertama perdagangan Rabu (23/05/2018) ini dibandingkan posisi pada…

Ilustrasi Blok Migas (Fotos Ist)

Rabu, 23 Mei 2018 - 13:06 WIB

Kementerian ESDM Sebut Investasi Migas Mulai Meningkat

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan bahwa investasi di bidang migas mulai memperlihatkan hasil peningkatan setelah pemangkasan birokrasi

Ilustri Industri Farmasi

Rabu, 23 Mei 2018 - 13:05 WIB

Industri Farmasi Terpukul Akibat Pelemahan Rupiah Terhadap Dolar AS

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut industri farmasi paling terpukul akibat nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menembus level Rp 14.200.

Kebun Kelapa Sawit (Ist)

Rabu, 23 Mei 2018 - 12:50 WIB

Asian Agri Optimis Capai Kemitraan 100.000 Hektar

Asian Agri optimistis bisa mencapai target program kemitraan dengan petani sawit yang disebut dengan "one to one" seluas 100. 000 hektare di tahun 2018