Perkembagan Industri Otomotif Pengaruhi Industri Lain

Oleh : Ridwan | Sabtu, 12 Agustus 2017 - 08:47 WIB

Wapres Jusuf Kalla kunjungi booth Suzuki di Pameran GAIKINDO 2017 (Foto dok. Industry.co.id)
Wapres Jusuf Kalla kunjungi booth Suzuki di Pameran GAIKINDO 2017 (Foto dok. Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Tangerang- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, perkembangan industri otomotif di Tanah Air sangat memengaruhi dan memberikan multi efek kepada industri lain.

"Industri di bidang kendaraan di Indonesia dan banyak negara lain itu sangat menentukan karena mempunyai multiplier yang sangat luar biasa di segala macam industri pendukungnya sehingga apabila industri mobil berkembang maka sekian ratus industri lainnya juga ikut berkembang dan seperti dikatakan tadi jutaan orang bisa bekerja," kata Wapres di Tangerang, Jumat (11/8/2017)

Hal itu disampaikan Wapres saat meresmikan Pembukaan The 12th GAIKINDO International Automotive Conference "Rise of the Future Mobility" di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang Selatan.

Khusus di Indonesia, menurut Wapres, industri otomotif juga sangat penting dalam hal memberikan lapangan kerja. Berbeda dengan Jepang yang sudah menggunakan tenaga robot karena mahalnya tenaga kerja manusia.

"Saya katakan di Jepang bahwa kalau anda memakai robot bagus karena pasti susah bersaing dengan situasi lapangan kerja disini. Kedua ialah kalau robot ongkosnya pemeliharaan dan kembali ke industri tapi kalau industri Indonesia jutaan orang bisa bekerja, maka potensi pembeli mobil juga jutaan yang bisa membeli mobil. Kalau robot siapa, tidak ada gajinya," ujar Wapres.

Ia mengatakan mobil bisa dibuat di banyak negara tapi setiap negara mempunyai pasar yang khas, lingkungan dan kondisi geografis yang khas pula.

Oleh karena itu maka tidak semua mobil yang dijual di luar negeri tidak sama nilai pasarnya di Indonesia. Karena itulah maka perkembangan industri kendaraan di Indonesia sangat penting.

Dengan berkembangnya industri dan investasi otomotif naik setiap tahun bahkan sudah mencapai Rp16 triliun serta adanya persaingan antarnegara akan mengembangkan ekonomi, kata Wapres Kalla.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Senin, 20 November 2017 - 10:31 WIB

Start-up E-Commerce Asal Thailand Dapat Pendanaan Seri B Senilai US$ 65 Juta

start-up yang menyediakan berbagai layanan e-commerce asal Thailand, aCommerce hari ini, Senin (20/11/2017) resmi mengumumkan bahwa mereka telah mendapat pendanaan Seri B senilai US$ 65 juta…

Friderica Widyasari Dewi, Direktur Utama KSEI (Foto: Tribunnews)

Senin, 20 November 2017 - 10:28 WIB

Ini Saran KSEI Terhadap Investor

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mendorong investor turut berpartisipasi ke pasar modal dengan analisa dua hal.

Siloam Manado: Mencegah Risiko Jantung Koroner dengan Pola Hidup Sehat

Senin, 20 November 2017 - 10:20 WIB

Minat Tinggi Masyarakat di Manado akan Informasi Kesehatan Seputar Jantung

Talk show Mencegah Risiko Jantung Koroner dengan Pola Hidup Sehat rupanya diminati masyarakat di kota Manado. Atensi tersebut terlihat saat RS Siloam Manado menggelar talkshow itu diloby rumah…

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian

Senin, 20 November 2017 - 10:11 WIB

Indonesia Punya Prospek Kekuatan Ekonomi Besar

Kapolri Jenderal Tito Karnivian memperkirakan ekonomi Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi nomor 5 pada 2035, analisanya berdasarkan survei IMF dan Bloomberg

Matahari Department Store

Senin, 20 November 2017 - 09:55 WIB

Meski Tutup Dua Gerai, Matahari Department Store Tetap Lakukan Ekspansi

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) akan menutup dua gerai Matahari Department Store (MDS) yang berada di Taman Anggrek dan MDS Lombok City Center.