ZF Terus Berkembang Bidang Ketrampilan Industri Otomotif dan Komersil

Oleh : Nina Karlita | Senin, 17 Juli 2017 - 08:41 WIB

ZF Terus Berkembang Bidang Ketrampilan Industri Otomotif dan Komersil (Foto Ist)
ZF Terus Berkembang Bidang Ketrampilan Industri Otomotif dan Komersil (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Seratus tahun sudah, ZF sukses menciptakan teknologi dan tren di industri otomotif. Kesuksesan ZF tidak hanya dibangun oleh kemampuan perusahaan untuk memajukan teknologi, tetapi juga dapat memberikan solusi terbaik. 

Kini ZF sukses menjadi jaringan aftermarket kedua terbesar dalam segmen distributor otomotif, dengan sekitar 8.000 tenaga kerja profesional yang tersebar di seluruh dunia dan penjualan mencapai EUR 2,8 milyar pada tahun 2016.

ZF Aftermarket melihat Indonesia sebagai fokus pasar di Asia Pasifik dan berinvestasi di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin meningkat. Sejak kehadirannya di tahun 2001, ZF telah memajukan industri kendaraan komersial (Bus Rapid Transit) yang sedang berkembang cepat serta industri pertambangan dan konstruksi di Indonesia bersama Original Equipment Manufacturers (OEM) dan siap untuk memasuki segmen baru sebuah pasar industri seperti migas.

Efektif per Maret 2017, entitas hukum PT ZF Aftermarket Jakarta telah ditetapkan dengan tujuan agar dapat memberikan pelayanan lebih baik, rangkaian produk lebih luas, serta ketersediaan produk lebih cepat bagi konsumen dan juga mitra bisnis.

Cakra Wiyata, Direktur PT ZFAG Aftermarket Jakarta menjelaskan, “Fokus kami adalah konsumen dengan tujuan untuk selalu menghadirkan produk berkualitas dan peningkatan layanan, kami juga berkomitmen untuk terus-menerus menyempurnakan diri agar dapat memuaskan pelanggan lebih baik lagi. Selain itu, kami berusaha untuk memperkuat layanan dan memperluas jaringan distribusi di Indonesia sebagai persiapan dalam menghadapi kebutuhan pasar lokal dan menyediakan portofolio produk yang lebih lengkap. Saya yakin, hal ini dapat membuat ZF Indonesia unggul di Aftermarket.”

Membagikan visinya pada segmen aftermarket dan rencana masa depan, Cakra Wiyata mengatakan, “Produk ZF telah terbukti kesuksesannya secara global, hal ini memberikan kesempatan untuk memperkenalkan produk-produk unggulan kami secara lebih luas di Indonesia.”

Seiring dengan perkembangan industri kelautan Indonesia yang semakin baik, ZF berdedikasi untuk mengembangkan pasarnya secara khusus di segmen komersial dan fast craft.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua Diaspora Indonesia Dino Patti Djalal (Foto Ist)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:00 WIB

CIEP Konferensi Politik Luar Negeri Terbesar di Dunia

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengklaim Konferensi Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia 2017 (CIFP) yang akan diadakan pada Sabtu (21/10) merupakan…

Direktur BRI Kuswiyoto, Direktur Susi Liestiowaty, Direktur Utama Suprajarto, Direktur Haru Koesmahargyo dan Direktur Sis Apik berbincang seusai acara rapat umum pemegang saham luar biasa di Jakarta, Rabu (18/10/2017) (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 18:46 WIB

BRI Hapus Jabatan Wakil Direktur Utama

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk memutuskan untuk menghapus jabatan Wakil Direktur Utama yang selama ini dijabat Sunarso, dan menugaskan dua direksi…

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto (ketiga dari kiri) sedang berlari di ajang Mandiri Bogor Sundown Marathon, Minggu (9/7/2017). (Irvan AF/INDUSTRY)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 18:25 WIB

Diikuti Pelari dari 50 Negara, Mandiri Jakarta Marathon Siap Digelar 29 Oktober 2017

Ajang lomba lari Marathon, Mandiri Jakarta Marathon yang akan digelar kembali pada 29 Oktober 2017 mendatang akan diikuti sebanayk 16 ribu pelari, bahkan hingga 1.585 pelari yang berasal dari…

Ketua Diaspora Indonesia Dino Patti Djalal (Foto Ist)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 18:00 WIB

Indonesia Berperan Terdepan Tangani Masalah Rohingya Myanmar

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengatakan Indonesia mengambil peran terdepan dalam masalah Rohingya.

Dirut BPJS Ketenagakerjaaan Agus Susanto saat meresmikan Contact Center

Rabu, 18 Oktober 2017 - 17:27 WIB

Aset BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp309 Triliun

Jakarta-BPJS Ketenagakerjaan mempunyai dana kelolaan sebanyak Rp301 triliun, dengan total aset Rp309 triliun hasil iuran dana masyarakat yang menjadi peserta baik institusi maupun perorangan.