INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan industri agro akan tumbuh sebesar 5 (lima) persen pada tahun 2022. 

Advertisement

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika kepada wartawan di Jakarta, Rabu (15/12/2021).

"Kalau proyeksi pertumbuhan masih di angka 5 persen. Pasalnya daya beli masyarakat masih belum pulih sempurna. Kedepan, kami optimis bisa tumbuh dua digit," katanya.

Advertisement

Dijelaskan Putu, sektor industri agro memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional. Tercatat pada kuartal III tahun 2021, industri agro berkontribusi 8,77% terhadap perekonomian nasional. 

Selain itu, industri agro juga turut berkontribusi 51,16 persen terhadap pertumbuhan industri nonmigas. Industri makanan dan minuman (mamin) memberikan kontribusi sebesar 38,91% terhadap pertumbuhan industri nonmigas.

Advertisement

Kontribusi lainnya berasal dari industri pengolahan tembakau sebesar 4,46%, industri kertas dan barang dari kertas sebesar 3,78%, industri kayu dan barang dari kayu sebesar 2,62%, serta industri furnitur sebesar 1,40%.

"Industri mamin masih menjadi primadona dari segi investasi. Tercatat hingga triwulan III-2021, total investasi sektor mamin mencapai Rp 48 triliun," terang Putu.

Advertisement

Bahkan, sektor industri agro juga berperan penting dalam memberikan kontribusi terhadap capaian nilai ekspor industri pengolahan nonmigas dengan sumbangsihnya sebesar 36,73%. Selain itu, berkontribusi sebesar 28,54% terhadap total ekspor nasional pada triwulan III-2021.

"Kami berharap ekspor yang sudah gemilang ini tidak melemah akibat kelangkaan kontainer yang menjadi masalah yang cukup pelik," katanya.

Saat ini, menurut Putu, hampir sebagian besar negara-negara di dunia melakukan hambatan-hambatan trading, salah satunya China yang melakukan re-registrasi untuk importirnya.

",Hambatan-hambatan ini yang sedang kita selesaikan secepatnya agar tidak menghambat ekspor kita," tutup Putu.