INDUSTRY.co.id - Jakarta - Johan Tandoko, Chief Operational Officer (COO) Arawinda Agency, dikenal sebagai seorang praktisi komunikasi pemasaran yang handal. Pengalaman karirnya di berbagai agency consultant dengan spesialisasi beragam dan juga start-up web, sudah terbilang senior dan menjadikannya key dan lead strategic person di tim Arawinda sekarang. Di luar lingkungan kolega profesionalnya, ia dikenal sebagai penyuka presentasi dan diskusi yang bersemangat. Johan juga adalah penggemar film, performing arts, dan cultural traveling.
Selaku COO, Johan selalu berusaha menanamkan pola pikir dan sistem kerja tim Arawinda untuk dapat cepat beradaptasi terhadap kondisi yang terus berubah terutama selama masa pandemi ini.
Pola pikir dan sistem kerja yang ia terapkan kepada timnya inilah yang sangat efektif membantu Arawinda Agency untuk tetap eksis bahkan bisa melewati tahun-tahun pandemi dengan baik.
Apalagi, ia terbukti memiliki pengalaman panjang dalam menangani klien dari berbagai kategori industri untuk layanan konsultasi strategi pemasaran yang efektif. Selama menjadi COO di Arawinda Agency, ia bertanggung jawab untuk semua klien dan merangkap kepala Perencanaan Strategis digital, event activation & PR , juga pengembangan bisnis dalam ranah manajemen perusahaan.
”Jadi pola pikir yang saya coba bawa pada tim saya adalah untuk tidak stay idle dan menunggu saja. Justru di saat recovery seperti sekarang, banyak kesempatan bagi masing-masing personil untuk adopsi soft skills baru, lebih atentif pada tren yang berubah menjadi lebih dinamis juga. Pada akhirnya, memberikan value lebih bagi tim kami secara kolektif dalam membawa jawaban atau mengarahkan untuk kebutuhan klien. Adapt fast, adopt smart, solve better,” ujar Alumnus Postgraduate London School of Public Relations ini menjelaskan.
Johan mengatakan, portofolio klien perusahaannya, saat ini bervariasi, dari perusahaan multinasional hingga lokal, dalam kategori FMCG, Consumer Healthcare, B2B, tech start-up, e-commerce, dan service provider.
Dan yang cukup membanggakan adalah bahwa sebagian besar klien kami adalah klien yang sudah bekerjasama dengan kami untuk waktu yang cukup lama yang membuktikan bahwa mereka merasa puas dan terakomodasi dengan performa atau kinerja dan servis kami.
Untuk kedepannya dengan semakin matang dan berkembangnya Arawinda Agency, yang didukung oleh kapabilitas tim yang semakin mumpuni, Johan yakin bisa menangani lebih banyak lagi proyek-proyek besar baik di bidang kampanye digital, PR maupun Brand Activation lainnya.
Seputar kepemimpinannya di Arawinda Agency, belum lama redaksi, melakukan wawancara dengan Johan Tandoko, Chief Operational Officer (COO) Arawinda Agency. Berikut petikannya:
Pandemi covid 19, menghantam semua sektor, bagaimana dampak yang dialami Arawinda Agency?
Bisnis kami secara keseluruhan terdampak cukup signifkan, terutama pada tahun pertama pandemi di 2020. Lini jasa di bagian event activation kami sempat hampir nihil dalam revenue, namun tim manajemen kami melakukan beberapa perubahan, termasuk dalam work services yang kami tawarkan pada klien. Alhasil, seiring recovery perlahan di 2021 ini, walau sempat tersendat kembali pada saat second wave kemarin, secara keseluruhan, bisnis kami bertahan dan dengan pertumbuhan yang sehat kembali jika dibanding dengan tahun lalu.
Apa yang Anda lakukan dalam memimpin Arawinda Agency?
Saat ini tugas saya di semua aspek dalam operasional manajemen, termasuk di dalamnya juga sistem kerja dari semua divisi, accounts management dan planning dan saya juga yang memimpin creative team. Metode leadership saya terbilang simple, dikarenakan tim kami juga tidak dengan jumlah personel yang banyak (20 orang), yang saya terapkan adalah efektivitas dan efisiensi komunikasi dalam dan antar tim. Termasuk di dalamnya juga untuk knowledge exchange dari tiap personel walau dari divisi berbeda, karena pada praktik bisnis kami, integrasi pekerjaan antar divisi itu kerap terjadi.
Terobosan apa yang anda lakukan sehingga Arawinda bertahan dalam perubahan?
Konteksnya lebih pada “Adaptasi”; dengan dampak pandemi yang juga tidak terhindar bahkan pada level setiap orang pribadi , yang paling pertama saya lakukan pada tim kami adalah menunjukkan kalau leader dan company care for them dan memastikan mereka akan safe amidst unstable times. Perubahan apapun tidak akan kondusif dalam penerimaan apalagi penerapannya, jika para stakeholder – tim kerja kita belum merasa aman dulu.
Saya percaya, perusahaan yang berhasil bertahan dari masa pandemi tahun pertama tidak terlepas dari aset sumber daya manusianya yang punya belonging dan motivasi yang mutual untuk perusahaan yang bisa menjadi ‘keluarga kedua’ mereka. Saya mendorong tim saya untuk belajar hal baru pastinya, contohnya divisi Event Activation yang terbiasa dengan event offline menjadi belajar dan mengembangan skills untuk melakukan virtual event , yang dilengkapi keahlian dari tim agency kami untuk menambah value dari kreativitas konsep, integrasi dengan program cross-channels, dll.
Saya juga mendorong tim agar bisa lebih multi-tasking dengan melibatkan personel-personel tertentu , secara bergantian, untuk ikut dalam perencanaan strategi projek di divisi lain; tidak masalah mereka belum bisa kontribusi signifikan karena tidak pada spesialisasi skill utama mereka, atau kategori klien/brand yang mereka selalu kerjakan. Tujuannya adalah untuk ekspansi pola pikir, kreativitas, dan knowledge capacity mereka secara berlanjut.
Dan dalam sela-sela rutinitas kami, saya mecoba motivasi setiap tim kerja saya untuk tidak stay idle, terutama dengan perubahan-perubahan pola, waktu kerja , situasi dan kondisi saat regulasi PSBB, PPKM diterapkan, dan proyek pekerjaan menjadi lebih slow dalam imbasnya. Yang saya coba dorong mereka untuk belajar adalah adopsi soft skills baru, dan mengikuti atau menambah wawasan baru yang sedang menjadi tren di publik termasuk dunia digital, mau terkait dengan industri kami ataupun tidak langsung. Di saat seperti ini, efisiensi dan opportunity untuk hal ini sebenarnya menjadi lebih banyak, apalagi dengan banyaknya ajang-ajang talks, sharing, bahkan online course yang dilakukan secara virtual dan menghemat waktu.
Menurut Pengamatan Anda, bagaimana kondisi market saat ini dan bagaimana posisi Arawinda Agency?
Kondisi market saat ini sedang recovery pastinya ya, seiring juga dengan perencanaan dari pemerintah. Beberapa kategori mungkin masih belum pulih seperti pariwisata, retail, namun kesempatan untuk pemasaran, dan komunikasi ke konsumen tetap terbuka lebar, medianya saja berubah secara porsi affinity / touch points di sisi konsumen. Perusahaan-perusahaan sudah tidak se-clueless tahun pertama pandemic terjadi ; banyak yang mengerti kemana mereka harus lebih menitikberatkan anggaran mereka secara efisien di saat seperti ini, namun juga menjadi lebih inovatif dan kreatif dalam positioning mereka.
Di Arawinda agency , kami cukup percaya diri karena kami telah lama membentuk kekuatan tim kami dengan berbagai spesialisasi yang justru di saat seperti ini, bisa menjadi added value Ketika memberikan solusi pada klien, yang tidak hanya jatuh pada 1 lini marketing / advertising, tapi bervariasi atau bahkan terintegrasi. Saat ini, tim Arawinda mencakup spesialisasi dalam bidang digital marketing, event activation (termasuk jasa terbaru sebagai virtual event organizer), creative branding & brand-building consultation, hingga Media & Influencer relations.
Bagaimana kepercayaan klien terhadap Arawinda Agency, saat ini?
Dengan cukup bangga kami bisa bilang trust dari jajaran klien kami masih solid sampai sekarang ini. Apalagi setelah melalui pandemic tahun pertama, kami justru menunjukkan posisi Arawinda Agency sebagai partner bisnis yang setia dan menncoba untuk assist clients apapun kondisi di setiap ekosistem bisnis mereka yang terdampak. Saat ini jajaran klien kami datang dari berbagai kategori industry, dan dari skala global ampai local company.
Yang kami juga syukuri adalah bagaimana word of mouth dan recommendation adalah salah satu promosi paling efektif, dan ini yang memang terjadi dalam kurang lebih 7 tahun bisnis kami berjalan. Selalu ada rekomendasi dari klien-klien kami kepada kolega mereka yang berbeda divisi dalam perusahaan sama, saat mereka pindah ke perusahaan baru dan masih memanggil kami untuk tender/pitching, bahkan tak sedikit yang secara pribadi juga memberikan referral ke jaringan professional mereka saat mencari agency atau partner untuk jasa konsultasi segala aktivitas marketing atau advertising yang mereka tahu Arawinda agency sanggupi.