INDUSTRY.co.id - Jakarta - Toyota berencana akan membangun pabrik perakitan baterai di Indonesia. Mulai tahun depan, mereka akan memanfaatkan fasilitas perusahaan yang ada di kawasan Karawang, Jawa Barat.
Pembangunan perakitan betari, seiring dengan rencana produksi untuk kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV), juga mendukung program elektrifikasi yang mulai dijalankan pemerintah.
Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono saat pameran IEMS, di Serpong, Tangerang Selatan mengatakan, komponen dan ekosistem kendaraan listrik adalah bagian yang paling penting.
"Mengikuti strategi, pada saat kita memproduksi HEV tahun depan, kita juga akan mulai merakit baterainya," terang Warih, kemarin.
Toyota berharap assembly process baterai ini akan terus dikembangkan ke supply chain-nya nanti. Termasuk juga bagaimana motor listrik dan komponen lainnya. Warih menambahkan, awalnya komponen baterai tersebut akan diimpor dari Jepang.
Namun nantinya, ia mengatakan akan meningkatkan Tingkat Komponen Dalam negeri (TKDN). Dan TKDN seluruh mobil listrik yang dijual di Indonesia bisa menyamai mobil konvensional, di angka 80 sampai 85 persen.
"Sekarang TKDN kita sudah mencapai 80-85 persen. In several years, HEV kita diharapkan juga bisa mencapai TKDN seperti itu," jelasnya.
Meski demikian, Warih belum bisa menjelaskan secara rinci terkait nilai investasi. "Membutuhkan penenaman modal ulang atau memanfaatkan yang sudah ada," tutup Warih.