INDUSTRY.co.id - Jepara - DPD Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Jepara Raya secara resmi menunjuk Antonius Suhandoyo sebagai Ketua DPD HIMKI Jepara Raya periode 2021-2024.

Antonius Suhandoyo terpilih melalui Musyawarah Daerah (Musda) DPD HIMKI Jepara Raya yang digelar pada 23 November 2021. Ia menggantikan Masykur Zainuri sebagai ketua sebelumnya.

Antonius mengatakan, penyelenggaraan Musda ini dijadikan momentum untuk menyamakan persepsi tetap optimis bahwa industri mebel dan kerajinan akan terus mengalami pertumbuhan dan mampu menembus pasar global.

"Hal ini tentu bukan tanpa alasan, bila kita mengacu pada table pertumbuhan ekspor tahun 2020, meskipun terjadi wabah Pandemi Covid 19, tetapi industri ini terus tumbuh," katanya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (25/11).

Dijelaskan Antonius, Jepara memiliki potensi besar produk mebel dan kerajinan. Menurutnya, Jepara merupakan gudangnya kreatifitas dan talenta.

Seperti kita ketahui bersama, Jepara adalah satu-satunya wilayah atau sentra industri di Indonesia yang memiliki karakteristik unik dan memiliki akar sejarah panjang dengan masa-masa sebelumnya.

Jepara sendiri adalah saksi sejarah panjang perjalanan seni ukir di Indonesia. Kualitas produk ukirannya tidak hanya diakui secara nasional, melainkan sudah level dunia.

Jepara dikenal dunia sebagai sentra ukir nasional. Jumlah eksportir mebel dan kerajinan Jepara mencapai hampir 400 perusahaan dengan tujuan ekspor ke 113 negara.

Lebih lanjut, Antonius mengatakan, HIMKI selalu hadir untuk membantu mengoptimalkan bakat-bakat alam dan ketrampilan-ketrampilan yang dimiliki masyarakat lokal Jepara.

"Selain itu, juga bagaimana kita tidak hanya bergantung pada bahan baku kayu saja, tetapi juga mencoba bahan baku baku lain, seperti besi, rotan sehingga mampu menghasilkan produk-produk yang berkualitas," terangnya.

"Kami selalu siap membantu anggota-anggota untuk bisa tampil di pentas dunia dengan produk-produk yang kompetitif sehingga dapat memenangkan persaingan di pentas global," tambah Antonius.

Tak hanya itu, lanjutnya, HIMKI juga akan memperjuangkan ketersediaan kontainer melalui berbagai forum "Masalah kontainer ini sangat menggangu ekspor mebel dan kerajinan Jepara. Ini kita akan perjuangkan," papar Antonius.

Sementara itu, Ketua Presidium HIMKI Abdul Sobur menyebut, industri mebel dan kerajinan di Jepara sudah melegenda. Untuk itu harus ada kekuatan yang bisa memproteksi bahwa Jepara adalah wilayah khusus untuk industri mebel dan kerajinan berbasis kayu.

"Dengan jumlah pelaku usaha dalam jumlah besar di Jepara, diharapkan pasar ekspor mebel dan kerajinan tidak hanya menjadi ladang bagi perusahaan besar saja untuk mengekspansi bisnisnya, tetapi juga bisa ditembus oleh usaha kecil dan menengah (UKM) kelompok mebel dan kerajinan di Jepara," katanya.

"Jika dikelola dengan baik, kita bisa menjadi leader untuk industri mebel dan kerajinan di Kawasan Regional ASEAN. Dengan ketersediaan bahan baku hasil hutan yang melimpah, sumber daya manusia yang terampil dalam jumlah besar, industri ini bisa menjadi industri yang tangguh," tambah Sobur.

Menurutnya, Industri ini sangat penting sebagai bantalan ekonomi yang kuat pada saat kondisi ekonomi seperti saat ini dan menjadi jalan keluar negara dalam penyerapan tenaga kerja.

"Sebab sampai saat ini industri mebel dan kerajinan tetap eksis dan menghasilkan devisa bagi negara di saat industri lain terkena imbas krisis, Industri ini kuat karena didukung oleh local content yang cukup besar," tutup Sobur.