Sembilan Bulan Pertama 2021, Laba Sebelum Pajak Maybank Indonesia Naik Menjadi Rp1,48 Triliun

Oleh : Hariyanto | Senin, 01 November 2021 - 11:43 WIB

Maybank Indonesia (Foto Ist)
Maybank Indonesia (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) mengumumkan Laporan Keuangan Konsolidasian sembilan bulan 2021 dengan laba sebelum pajak (PBT) tercatat Rp1,48 triliun, naik sebesar 2,1% dari Rp1,45 triliun pada periode yang sama tahun lalu didukung oleh penurunan biaya provisi, biaya dana (cost of funds) dan overhead.

Sementara laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (profit after tax and minority interest/PATAMI) turun 3,3% menjadi Rp1,06 triliun pada September 2021 dari Rp1,10 triliun pada periode yang sama tahun lalu, disebabkan oleh adanya penyesuaian perhitungan pajak tangguhan atau Deferred Tax.

Net Interest Income (NII), atau Pendapatan Bunga Bersih turun 4,7% menjadi Rp5,35 triliun pada sembilan bulan pertama 2021, disebabkan karena pertumbuhan kredit yang lebih rendah dan tren yield kredit (loan yield) yang menurun, sejalan dengan penurunan tingkat suku bunga Bank Indonesia dan restrukturisasi kredit nasabah yang sedang berlangsung akibat pandemi.

Namun demikian, Net Interest Margin (NIM), atau Marjin Bunga Bersih naik 6 basis point menjadi 4,8% pada September 2021, didukung oleh turunnya biaya dana (cost of fund).

Fee-based income turun 14,8% pada September 2021, disebabkan oleh menurunnya pendapatan fee transaksi Global Market. Namun fee terkait Bancassurance bertumbuh 43,2% menjadi Rp152 miliar pada September 2021. Secara kuartalan, pendapatan fee naik 4,8% menjadi Rp522 miliar per September 2021 dari Rp498 miliar di kuartal sebelumnya.

Meskipun pendapatan bunga kredit dan fee-based income turun sebagai dampak dari pandemi yang masih berlanjut, laba sebelum pajak (PBT) Bank masih dapat bertumbuh, didukung langkah proaktif Bank sebelumnya, dengan mencadangkan provisi dan mengendalikan biaya overhead.

Sejak 2020, Maybank Indonesia mengambil langkah konservatif dan secara proaktif mencadangkan provisi pada portofolio di seluruh segmen bisnis, di tengah kondisi ekonomi yang menantang.  Bank terus mendampingi debitur yang masih menghadapi tantangan dan menerapkan program restrukturisasi untuk menjaga kualitas aset Bank. 

Upaya proaktif Bank dengan mencadangkan provisi dan dampak positif dari penerapan program restrukturisasi tersebut telah memberikan kontribusi kepada penurunan biaya provisi Bank sebesar 26,4%. Bank juga mempertahankan risk posture pada tingkat yang sehat dan memastikan kualitas aset Bank tetap terjaga.

Bank mencatat rasio NPL (Konsolidasian) menjadi 4,6% (gross) dan 2,9% (net) pada September 2021, disebabkan oleh penurunan kredit. Meskipun demikian, Bank juga mampu menekan NPL kredit sebesar 4,2%.

Dari sisi overhead, Bank berhasil mengendalikan biaya overhead, yang tercatat turun 3,5% menjadi Rp4,26 triliun, didukung pengelolaan biaya yang berkelanjutan di seluruh organisasi, sehubungan masih dilaksanakannya inisiatif work from home selama pandemi.  Bank senantiasa disiplin melakukan pengelolaan biaya operasional dan memastikan setiap biaya yang dikeluarkan dapat berkontribusi bagi peningkatan pendapatan Bank.

Di tengah pandemi, Bank tetap menerapkan risk appetite yang konservatif pada penyaluran kredit yang disetujui untuk menjaga kualitas aset. Kredit Bank turun 9,7% menjadi Rp98,79 triliun yang disebabkan oleh penurunan kredit pada segmen Global Banking sebesar 6,0% dan kredit Community Financial Services (CFS) sebesar 11,5%, di mana kredit CFS Non-Ritel dan kredit CFS Ritel masing-masing turun sebesar 17,0% dan 5,5%.

Portofolio Kredit Pemilikan Rumah (KPR) CFS-Ritel, yang pada kuartal sebelumnya mengalami fase pembalikan (turnaround), masih bertumbuh positif sebesar 5,9% pada sembilan bulan 2021 menjadi Rp14,82 triliun dari Rp13,99 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Secara kuartalan, KPR juga bertumbuh 2,8% dari Rp14,42 triliun di kuartal sebelumnya.  

Total simpanan nasabah tercatat turun 12,6% menjadi Rp101,88 triliun oleh karena menurunnya Simpanan Berjangka (time deposits) sebesar 19,9%.  Hal ini selaras dengan strategi Bank untuk mempertahankan likuiditas yang kuat dan basis pendanaan yang efisien dengan mengurangi simpanan berbiaya tinggi.

Profil pendanaan Bank makin kuat, tercermin pada rasio CASA di level 44,7% dari total simpanan nasabah pada September 2021. Rasio tersebut meningkat dibanding 39,7% pada periode yang sama tahun lalu. CASA turun tipis 1,5% menjadi Rp45,54 triliun pada September 2021 dari periode yang sama tahun lalu. 

Posisi likuiditas Bank tetap kuat dengan rasio Kredit terhadap Simpanan/Loan to Deposit Ratio (LDR bank saja) berada di posisi yang sehat, pada level 84,5%. Sementara, Rasio Kewajiban Pemenuhan Kecukupan Likuiditas/Liquidity Coverage Ratio (LCR bank saja), tercatat sebesar 175,0% pada September 2021, yang terkelola dengan baik dan berada di atas tingkat minimum yang diwajibkan regulator sebesar 100,0%.

Posisi permodalan Bank tetap kuat dengan Rasio Kecukupan Modal/Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 26,6% pada September 2021 dibanding 23,5% pada periode yang sama tahun lalu.  Total modal Bank tercatat naik menjadi Rp27,67 triliun pada September 2021 dari Rp26,66 triliun pada September 2020.

Transformasi Digital

Maybank Indonesia terus meningkatkan layanan perbankan digital M2U ID yang terdiri dari aplikasi (App) dan internet banking (Web). Di kuartal ketiga 2021, Bank memperkenalkan teknologi e-KYC dan Biometrik untuk mendukung proses pembukaan rekening online yang lebih mudah dan cepat bagi nasabah tanpa memerlukan tatap muka melalui video call ataupun mendatangi kantor cabang untuk melakukan proses verifikasi.

Setelah proses verifikasi secara online selesai, nasabah dapat langsung membuka rekening dan memilih berbagai jenis produk keuangan, seperti tabungan harian dan berjangka, penempatan deposito hingga pembelian produk investasi reksadana, dan asuransi melalui M2U ID.

Di samping itu, melalui M2U ID App, nasabah dapat melakukan tarik tunai tanpa kartu menggunakan QR code di seluruh ATM Maybank di Indonesia yang mendukung fitur tersebut.

Bank mencatat peningkatan transaksi finansial melalui M2U ID (App dan Web) sebesar 16,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya menjadi 10 juta transaksi pada akhir September 2021. Secara kuartalan, transaksi finansial di M2U ID tumbuh 9,1% pada kuartal ketiga 2021 dari kuartal sebelumnya.

Unit Usaha Syariah

Laba sebelum pajak (PBT) Unit Usaha Syariah naik sebesar 21,5% menjadi Rp403 miliar di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Hal ini didukung oleh fokus berkelanjutan yang dilakukan untuk meningkatkan pendanaan yang lebih efisien dan mengurangi simpanan berbiaya tinggi.  Meskipun simpanan nasabah turun 5,7% menjadi Rp25,93 triliun, total  CASA naik 35,5% menjadi Rp9,03 triliun pada September 2021.

Total pembiayaan Unit Usaha Syariah juga turun sebesar 1,5% menjadi Rp24,81 triliun pada September 2021. Sementara, total aset Unit Usaha Syariah per September 2021 naik 3,6% menjadi Rp37,06 triliun dibandingkan Rp35,77 triliun tahun lalu. Per September 2021, total aset Unit Usaha Syariah menyumbang 24,1% terhadap total aset Bank secara konsolidasian.

Maybank Indonesia terus mengimplementasikan strategi “Shariah First”, yang mengedepankan solusi keuangan Syariah menggunakan pendekatan Leveraged Model dimana Bank dapat  mendayagunakan seluruh sumber daya dan jaringan terkait pemasaran produk keuangan berbasis Syariah. Penerapan strategi ini berkontribusi terhadap peningkatan kinerja Unit Usaha Syariah (UUS).

“Kami menilai roda perekonomian di kuartal ketiga 2021 mulai bergairah kembali. Hal ini dapat dilihat dari tingkat optimisme di tengah masyarakat seiring menurunnya kasus positif Covid-19, dan pelonggaran level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di beberapa daerah di Indonesia. Didukung berbagai program stimulus dan agenda vaksinasi Pemerintah, kami percaya, pemulihan yang sedang berlangsung dapat meningkatkan kepercayaan pasar yang akan berdampak pada pemulihan ekonomi nasional.” kata Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria yang dikutip INDUSTRY.co.id,  Senin (1/11/2021).

Dia mengatakan, meskipun perekonomian berangsur pulih, Bank akan tetap disiplin dalam mengelola pertumbuhan bisnis Bank dan senantiasa menerapkan manajemen risiko yang konservatif ditengah kondisi yang menantang. Di sisi lain, Bank akan terus berinovasi dalam menyediakan berbagai produk dan solusi keuangan yang relevan bagi nasabah, sejalan dengan misi Bank, Humanising Financial Services.

“Kinerja positif yang dicapai Maybank Indonesia menunjukkan ketangguhan Bank dalam menghadapi pandemi. Meskipun kondisi masih cukup menantang, Maybank Indonesia tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam hal pengelolaan aset dan likuiditas. Didukung oleh manajemen risiko yang kuat, kami yakin Bank dapat menghadapi masa pandemi dengan fondasi yang lebih kokoh.” kata Presiden Komisaris Maybank Indonesia Datuk Abdul Farid Alias.

“Kami akan terus berinovasi pada layanan solusi keuangan yang fokus terhadap nasabah berbasis data dan proposisi digital, sejalan dengan salah satu strategi utama bisnis Maybank Group untuk menjadi preferred ASEAN bank.” imbuhnya.

Anak Perusahaan

PT Maybank Indonesia Finance (Maybank Finance)
Laba sebelum pajak (PBT) Maybank Finance turun 6,3% menjadi Rp347 miliar pada September 2021 dari Rp371 miliar pada September 2020.  Penurunan terjadi oleh karena total pembiayaan Maybank Finance turun sebesar 13,8% menjadi Rp5,81 triliun pada sembilan bulan 2021.

Maybank Finance tetap fokus untuk memastikan pengelolaan aset tetap terjaga dengan tingkat NPL yang membaik, yakni menjadi 0,4% (gross) dan 0,2% (net) per September 2021 dibandingkan dengan 0,5% (gross) dan 0,2% (net) pada periode yang sama tahun lalu.

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM)
Laba sebelum pajak (PBT) WOM naik 18,7% menjadi Rp96 miliar pada sembilan bulan 2021 dibandingkan dengan Rp81 miliar pada September 2020, didukung membaiknya kualitas kredit, sehingga biaya provisi menurun.  

Pandemi masih menyebabkan pembiayaan WOM tertekan, turun 13,8%.  Namun, tingkat NPL WOM membaik signifikan, berada pada 1,9% (gross) dan 0,9% (net) pada September 2021 dibandingkan dengan 6,1% (gross) dan 2,8% (net) pada September 2020. 
 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Prajurit Petarung Birgif 2 Marinir Laksanakan Latihan Tempur

Sabtu, 25 Juni 2022 - 05:45 WIB

Prajurit Petarung Birgif 2 Marinir Laksanakan Latihan Tempur

Dalam rangka menindaklanjuti Perintah Harian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono tentang pembangunan Sumber Daya Manusia unggul dan profesional serta tangguh dalam menghadapi…

Prajurit Brigif 1 Mar Laksanakan Latihan Reseksi dan Interseksi

Sabtu, 25 Juni 2022 - 05:30 WIB

Prajurit Brigif 1 Mar Laksanakan Latihan Reseksi dan Interseksi

Dalam rangka latihan TW II Brigif 1 Mar Ta 2022, pada Daerah Latihan III hari kedua prajurit petarung Brigif 1 Mar laksanakan latihan reseksi dan interseksi yang berlokasi di Jampang Tengah,…

Prajurit Korps Marinir Latihan Menembak Malam

Sabtu, 25 Juni 2022 - 05:15 WIB

Prajurit Brigif 1 Mar Laksanakan Latihan Menembak Malam

Dalam rangka latihan TW II Brigif 1 Mar Ta 2022, pada Daerah Latihan II hari kedua prajurit petarung Brigif 1 Mar melaksanakan menembak malam hari yang berlokasi di Jampang Tengah, Sukabumi,…

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono

Sabtu, 25 Juni 2022 - 05:00 WIB

KASAL Laksamana TNI Yudo Margono Pastikan Tak Ada Hari Tanpa Pembangunan Fasilitas Prajurit

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono sangat memperhatikan fasilitas sarana dan prasarana pendidikan bagi Prajurit Siswa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan…

Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia

Sabtu, 25 Juni 2022 - 04:00 WIB

Bakamla RI Resmikan Maritime Facility Training Center

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia melakukan pengguntingan pita dan meresmikan VBSS Maritime Facility Training Center di Kantor Pangkalan Armada Batam, Jumat (24/6/2022).