INDUSTRY.co.id-Jakarta-Nilai total penerbitan surat utang baru, mencapai Rp77,6 triliun. hingga akhir September 2021.

Advertisement

Sementara itu, dari penugasan pemeringkatan efek kepada Pefindo, satu dari tiga pemeringkatan efek nasional hingga akhir September 2021 telah mencapai Rp28,005 triliun, yang akan diterbitkan oleh 23 emiten.

Menurut analis Pefindo, Niken Indriarsih, total mandat pemeringkatan surat utang yang belum diterbitkan tersebut belum tentu diterbitkan dalam sisa tahun ini.

Advertisement

Sebab, emiten berkesempatan menerbitkan hingga satu tahun setelah pemeringkatan.

“Kondisi penerbitan surat utang tahun 2021 lebih baik dibandingkan tahun 2021,” kata dia kepada media, Senin (18/10/2021).

Advertisement

Ia merinci, total penerbitan dari Januari hingga September 2021 mencapai Rp77,6 triliun, sedangkan periode yang sama tahun 2020 hanya sebesar Rp69,3 triliun.

“Jadi ada kenaikan Rp8 triliun,” kata dia.

Advertisement

Sementara itu, Analis Pefindo, Danan Dito menyampaikan, pelaksanaan penerbitan surat utang di sepanjang tahun 2021 memang tidak akan sebanyak taksiran Pefindo pada awal tahun, yang ditaksir Rp120 triliun hingga Rp140 triliun.

“Kami perkirakan tidak sebanyak perkiraan awal, karena adanya gelombang kedua pandemik Covid-19 dibulan Juli 2021,” kata dia.

Selain itu, kata dia, banyak emiten dengan kewajiban jatuh tempo surat utangnya lebih memilih skema lain dalam pembiayaan.

“Misalnya, dengan memilih pendanaan dari perbankan yang memang prosesnya lebih cepat dan aksi koporasi lain,” kata dia.