INDUSTRY.co.id, Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi bahan bakar minyak di area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) berlangsung aman dan normal meski terjadi unjuk rasa oleh awak mobil tanki.
Kterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Rabu, menyebutkan bahwa sejumlah awak mobil tanki (AMT) yang tergabung dalam Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI) melakukan unjuk rasa di Kantor Pusat PT Pertamina Patra Niaga, Gedung Wisma Tugu, Setiabudi, Jakarta Selatan.
AMT yang merupakan pekerja dari PT Garda Utama Nasional (PT GUN), mempersoalkan kebijakan PT GUN perihal status hubungan kerja.
Menyikapi hal ini, PT Pertamina Patra Niaga meminta PT GUN selaku perusahaan pemborong pekerjaan pengangkutan BBM menyelesaikan masalah dengan para pekerjanya.
PT Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang mengelola manajemen distribusi BBM di Jabodetabek memastikan tidak ada kelangkaan BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) wilayah Jabodetabek.
Sementara itu, AMT lain yang tidak tergabung dalam FBTPI tetap bekerja normal seperti biasa sehingga distribusi BBM ke wilayah Jabodetabek sampai saat ini berlangsung lancar.
Menyikapi aksi unjuk rasa, PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan BBM kepada masyarakat tidak terganggu.
Sementara itu, informasi sebelumnya sekitar 300 buruh AMT Pertamina Patra Niaga dipecat secara sepihak. Melalui perusahaan outsourcing PT Garda Utama Nasional para buruh mendapat surat PHK.
Buruh mengaskan bahwa Suku Dinas Tenaga Kerja Jakarta Utara sudah menganjurkan buruh outsourcing di perusahaan yang menyalurkan BBM ke Jakarta dan sekitarnya itu demi hukum menjadi karyawan tetap di Pertamina Patra Niaga karena perusahaan tidak sah menggunakan outsourcing untuk inti produksi.
Serikat Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia sudah mengupayakan perundingan untuk membatalkan PHK ilegal itu. Namun, anggota Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia itu tidak mendapatkan tanggapan dari manajemen.