Legislator Golkar Ini Minta Pemerintah Hati-hati Dalam Transisi Menuju Energi Terbarukan

Oleh : Hariyanto | Selasa, 12 Oktober 2021 - 10:28 WIB

Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin
Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin meminta pemerintah perlu berhati-hati dan penuh kearifan dalam melakukan langkah transisi menuju energi baru dan terbarukan (EBT).

Hal tersebut menurut Mukhtarudin, agar pengembangan dan pengelolaan di sektor energi nasional dapat terintegrasi dengan baik.

"Saya kira, transisi menuju energi baru dan terbarukan (EBT) perlu kehati-hatian dan kearifan," ujar Mukhtarudin yang dikutip INDUSTRY.co.id, Selasa, (12/10/2021).

Politisi Golkar Dapil Kalimantan Tengah ini mengaku pihaknya sedang mempelajari agar dapat dicarikan solusi mengenai langkah integrasi yang baik terutama dalam konteks menjaga transisi energi.

"Transisi energi tidak mungkin dilakukan secara spontanitas, karena perlu ada proses waktu penyesuaian yang harus dilakukan," imbuh Mukhtarudin.

Anggota Banggar DPR RI ini mengingatkan jangan sampai transisi energi ini nantinya menimbulkan persoalan, seperti yang kini terjadi di sejumlah negara di Eropa dan China, di mana mereka mengalami krisis energi karena pasokan energinya terganggu.

"Berkaca dari hal tersebut, sistem energi nasional harus terintegrasi untuk mencegah hal yang serupa terjadi. Jadi tidak boleh parsial (transisi) energi ini, harus terintegrasi secara baik," pungkas Mukhtarudin.

Diketahui, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan partisipasi swasta dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan akan ditingkatkan dalam proyek pembangun pembangkit listrik di Indonesia.

Dalam pelaksanaan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2021-2030 partisipasi swasta sebesar 64,8 persen dari total pembangkit listrik 40,6 gigawatt yang akan dibangun hingga 10 tahun ke depan.

Dia menambahkan bahwa sektor swasta juga akan mengembangkan 56,3 persen dari total 20,9 gigawatt pembangkit listrik dari energi baru terbarukan.

Menurutnya, RUPTL PLN 2021-2030 sebagai RUPTL hijau karena porsi penambahan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 51,6 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan penambahan pembangkit fosil sebesar 48,4 persen.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

kelapa sawit (ilustrasi)

Selasa, 24 Mei 2022 - 16:49 WIB

Terbitkan Ketentuan Ekspor CPO, Mendag: Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri Jadi Prioritas

Jakarta- Kementerian Perdagangan (Kemendag) menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 30 Tahun 2022 tentang Ketentuan Ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized…

Pers Conference Indonesia Content Creator Conference 2022

Selasa, 24 Mei 2022 - 16:48 WIB

Dukung Pengembangan Kreativitas Anak Muda, President University Siap Gelar Indonesia Content Creator Conference 2022

Sensus penduduk tahun 2020 menyebutkan, jumlah populasi Indonesia mencapai 274 juta jiwa, sementara berdasarkan laporan We Are Social, jumlah pengguna aktif sosial media di Indonesia sebanyak…

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita

Selasa, 24 Mei 2022 - 16:45 WIB

Menperin Agus Ajak Qualcomm Investasi Industri Chip di Indonesia

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan pertemuan dengan perusahaan semikonduktor, software, dan penyedia teknologi wireless asal Amerika Serikat, Qualcomm.

Sika Indonesia

Selasa, 24 Mei 2022 - 16:34 WIB

Sika Indonesia Hadirkan Loyalty Program dengan Total Hadiah Ratusan Juta Rupiah

Selama pandemi Covid-19, kinerja penjualan perusahaan bahan kimia untuk konstruksi dan industri asal Swiss, Sika Indonesia tetap stabil bahkan meningkat. Hal ini terlihat dari pertumbuhan bisnis…

Peresmian kerja sama Jet Commerce Indonesia dengan UPFOS (Foto:Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 24 Mei 2022 - 16:30 WIB

Dongkrak Bisnis E-commerce di Indonesia, Jet Commerce Jalin Kerja Sama dengan UPFOS

Perusahaan e-commerce enabler, Jet Commerce Indonesia secara resmi mengumumkan kerja sama dengan perusahaan layanan e-commerce, UPFOS.