INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kinerja pelabuhan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Arus kunjungan kapal yang dilayani sampai dengan Agustus 2021 sebanyak 248 call, naik 32 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020 yang sebanyak 169 call.

Arus peti kemas sampai dengan Agustus 2021 meningkat sebesar 31,5 persen dari 31.956 TEUs (twenty-foot equivalent unit) selama kurun waktu sampai dengan Agustus 2020 menjadi 42.023 TEUs selama kurun waktu sampai dengan Agustus 2021.

Senada dengan pertumbuhan bongkar muat curah cair juga yang mengalami peningkatan. Sampai dengan Agustus 2021 tercatat throughput curah cair mencapai 485.378 ton, meningkat signifikan sebanyak dua kali lipat dari capaian pada periode yang sama tahun 2020 yang sebanyak 242.491 ton.

“Pertumbuhan throughput di Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) menunjukkan pertumbuhan yang signifikan setiap tahunnya," kata Direktur Utama PT Prima Multi Terminal (PMT), Rudi Susanto dalam keteranganya yang dikutip INDUSTRY.co.id, Rabu (29/9/2021)

"Kami mengucapkan terima kasih kepada mitra bisnis yang sudah mempercayai kegiatan bongkar muat peti kemas, curah cair, dan general cargo kepada kami serta memohon dukungan seluruh stakeholders untuk bisa mendukung PMT dalam menjalankan proses bisnisnya. Kami terus berupaya memperbaiki kualitas layanan PMT untuk memberikan kinerja terbaik kepada stakeholders sehingga mampu mendorong perekonomian daerah maupun nasional,” ujar Rudi.

PMT merupakan operator terminal di Pelabuhan Kuala Tanjung yang menghadap langsung ke Selat Malaka yang merupakan jalur pelayaran utama yang dilewati sekitar 120.000 kapal yang dikenal sebagai salah satu jalur lalu lintas pelayaran tersibuk di dunia.

PMT yang mengelola KTMT merupakan anak usaha patungan Pelindo 1, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk merayakan HUT yang ke-7 pada Senin 27 September 2021 yang dilakukan secara daring dan luring.

Direktur Utama Pelindo 1, Prasetyo menerangkan bahwa bertepatan dengan perayaan HUT PMT ke-7, Pelindo 1 melakukan rebranding konsep Kuala Tanjung yang terdiri dari kawasan pelabuhan dan kawasan industri yang sudah diperkenalkan kepada masyarakat pada akhir tahun 2020 sebagai Kuala Tanjung Port and Industrial Estate (Kuala Tanjung PIE) dengan mengusung tagline Indonesia’s Logistic and Supply Chain Hub.

Pemilihan kata PIE ini bertujuan untuk menarik minat jaringan logistik global agar berinvestasi di Kuala Tanjung. PIE diibaratkan sebagai sebuah kue yang enak untuk dikonsumsi yang bermakna bahwa Kuala Tanjung menjadi wilayah yang potensial untuk melakukan investasi. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan launching logo Kuala Tanjung PIE yang memiliki makna terus bergerak maju dalam mengembangkan logistic and supply chain business.