INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pandemi Covid-19 ternyata tak terlalu berdampak signifikan terhadap produksi sarung tangan sistem kerja di industri.

Advertisement

Meski terjadi penurunan produksi sarung tangan safety atau keselamatan kerja di PT Pelita Trijaya Rizki, namun hal itu karena adanya pembatasan pekerja yang masuk.

Direktur Utama PT. Pelita Trijaya Rizki (Pelita Gloves) Jaya Adi Gama Tengtarto mengatakan, adanya pembatasan pekerja yang masuk diakui berdampak pada penurunan jumlah produksi hingga 50 persen.

Advertisement

Penurunan ini terjadi sejak pandemi Covid-19 melanda 1,5 tahun di Indonesia. Dimana setiap tahunnya produk sarung tangan keselamatan bermerk Pelita Gloves ini mampu memproduksi hingga 15 juta pasang sarung tangan, sebelum pandemi Covid-19.

"Jumlah produksi yang berkurang dikarenakan terdampak pandemi Covid-19 mencapai 50 persen dari kapasitas normal kami," ungkap Jaya Adi Gama dikutip MNC, (11/9/2021).

Advertisement

Pembatasan aktivitas masyarakat, termasuk dari sisi industri padat karya yang kerap menggunakan produknya, juga menjadi kendalanya. Bahkan beberapa industri dan proyek juga harus guling tikar karena ketiadaan pangsa pasar.

"Pandemi Covid-19 sangatlah berpengaruh terhadap jumlah dan kapasitas produksi kami, hal ini dikarenakan banyaknya industri-industri yang harus gulung tikar sehingga kami kehilangan market. Terdapat juga industri-industri padat karya yang harus mengurangi jumlah pekerja, dikarenakan aturan social distancing dari pemerintah, yang mengharuskan kami para pelaku industri mengurangi kapasitas produksi, untuk tetap dapat melakukan kegiatan produksi," terangnya.

Advertisement

Namun diakuinya secara omzet pendapatan tak terlalu signifikan menurun drastis. Beberapa proyek industri dan konstruksi di Sumatera hingga Papua menjadi sasaran pangsa pasar sarung tangan safety ini.

"Pandemi ini kita memang terdampak, tapi tidak signifikan, karena masih banyak industri seperti logistik, energi, industri vital tertentu, konstruksi, yang masih membutuhkan sarung tangan safety," katanya.

Pihaknya juga berkomitmen untuk terus menjaga kualitas kendati terdapat penurunan produksi imbas adanya pandemi Covid-19.

"Kami komitmen untuk itu, kami memakai berbagai macam mesin mesin untuk memenuhi permintaan pelanggan tentunya kami juga memiliki tenaga kerja yang mumpuni," jelas pria berusia 32 tahun ini.

Ke depan dirinya optimis produksi sarung tangan keselamatan kerjanya bakal kembali naik. Hal ini karena pemerintah dan sejumlah stakeholder terus mengampanyekan akan pentingnya protokol kesehatan dan vaksinasi Covid-19.

"Dengan program itu kami harapkan perekonomian kembali pulih dan kami yakin produksi kembali meningkat. Apalagi sarung tangan kami terbuat dari benang daur ulang dengan kualitas terbaik. Dengan 20 tahun pengalaman di bidang sarung tangan rajut safety, kami memberikan produk-produk dengan kualitas terbaik," terangnya.