INDUSTRY.co.id - Jakarta– Dalam rangka memberikan pemahaman mengenai pentingnya proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan pembangunan daerah, serta untuk mengetahui bagaimana skema pembiayaan mega proyek JTTS yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menyelenggarakan HK Academy seri Webinar Nasional dengan tema: Trans Sumatra Toll Road: Accelerating Indonesia’s Economic Growth Through Infrastructure Development.
Digelar secara virtual melalui media zoom dan ditayangkan melalui kanal YouTube Hutama Karya, Webinar Nasional HK Academy yang diselenggarakan pada hari ini, Kamis (9/9/2021) menghadirkan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo, serta tokoh-tokoh nasional yang berpengaruh terhadap perumusan kebijakan tersebut, diantaranya Menteri Koordinator Perekonomian Periode 2009 – 2014 Hatta Rajasa, Deputy CEO Indonesia Investment Authority (INA) Bapak Arief Budiman, Rektor Universitas Indonesia Prof. Ari Kuncoro S.E.,M.A., Ph.D, Vice President and Chief Administration Officer Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) Bapak Luky Eko Wuryanto, Pengamat Kebijakan Publik Bapak Agus Pambagio serta Direktur Utama Hutama Karya Bapak Budi Harto.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan bahwa Pulau Sumatra merupakan penyumbang ekonomi nasional terbesar kedua di Indonesia setelah Pulau Jawa, dengan kontribusi sebesar 20% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan kekayaan alam berlimpah, Sumatra adalah salah satu mesin pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia. “Dalam rangka mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional serta mewujudkan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah di Indonesia, maka tentunya dibutuhkan infrastruktur yang memadai. Pemerintah menyadari bahwa infrastruktur adalah kunci untuk menciptakan pembangunan ekonomi berkelanjutan di negara berkembang seperti Indonesia. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur di Sumatra, khususnya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dicanangkan sebagai salah satu proyek infrastruktur prioritas pemerintah.” ujar Kartika.
Lebih lanjut, ia menyampaikan meski manfaat ekonominya yang begitu besar bagi negara, namun harus diakui proyek pembangunan JTTS ini membutuhkan pendanaan dan investasi yang begitu besar. “Disinilah andil dari BUMN sebagai agen pembangunan Pemerintah semakin nyata, dimana Pemerintah merealisasikan mimpi besar untuk membangun Jalan Tol pertama di Pulau Sumatra melalui skema penugasan kepada Hutama Karya. Untuk
mewujudkan target tersebut, Pemerintah memberikan dukungan penuh kepada Hutama Karya dalam bentuk dukungan teknikal maupun pendanaan. Dari segi pendanaan, Pemerintah telah berkomitmen untuk memberikan capital injection dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) serta penjaminan pinjaman salah satunya pada penerbitan Global Bonds Hutama Karya tahun lalu yang mencapai 600 juta US Dolar atau sekitar 9 triliun rupiah. Dukungan lain dari Pemerintah yakni melalui Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Indonesia Investment Authority (INA). INA diharapkan dapat menjadi salah satu solusi pendanaan bagi Hutama Karya untuk merampungkan proyek JTTS melalui strategi asset recycling.” terang Kartika.
Oleh karena itu, seiring dengan peran dan tugas besar yang diemban oleh Hutama Karya, Kartika menyampaikan harapan dari berbagai pihak untuk mendukung pembangunan mega proyek JTTS. “Saya mengharapkan dukungan dari berbagai pihak untuk percepatan penyelesaian penugasan ini. Saya juga optimis bahwa Hutama Karya dapat terus bertransformasi dan berbenah untuk mempertahankan neraca keuangan yang sehat sehingga dapat menjalankan fungsi sebagai agen pembangunan pemerintah dengan keuangan yang sustainable.” tutup Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Menteri BUMN II.
Selain itu, Menteri Koordinator Perekonomian Periode 2009 – 2014 Hatta Rajasa menyampaikan manfaat akan kehadiran Jalan Tol Trans Sumatera yang tengah dibangun oleh Hutama Karya. “Kita perlu secara serius membangun infrastruktur yang mendorong konektivitas, yang dapat menurunkan biaya logistik, salah satu yang utama adalah membangun Highway-High-Grade (jalan tol). Kita juga patut bersyukur hari-hari ini kita telah menikmati sebagian Jalan Tol Trans Sumatera tersebut. Termasuk saya sebagai Putra Daerah Sumsel sangat menikmati kehadiran jalan tol, semula perjalanan Jakarta ke Palembang memakan waktu lebih kurang 15 jam, kini sudah bisa ditempuh dalam waktu 7-8 jam. Terima kasih Hutama Karya atas kerja kerasnya.” ujar Hatta.
Lebih lanjut, ia menyampaikan selain akan mempersingkat waktu tempuh, Jalan Tol Trans Sumatera memberikan pengaruh terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. “Secara teoritis keberadaan jalan tol diperkirakan akan meningkatkan kegiatan ekonomi serta berdampak pada berbagai sektor di Sumatra. Pertama, Pemda dan swasta (investor) akan membangun feeder ke jalan tol untuk menggali potensi daerah, dengan demikian investasi akan meningkat. Kedua, terbangunnya simpul-simpul logistik yang akan memperlancar pasokan dan dapat menekan biaya logistik. Ketiga, meningkatnya PDB daerah secara signifikan akibat multiplier effect. Keempat, meningkatnya kunjungan wisata. Terakhir yaitu akan tumbuh Kawasan Perekonomian Baru dan pusat-pusat pemukiman baru yang lebih modern. Pada akhirnya kesemuanya akan meningkatkan kesejahteraan rakyat Sumatra.” tutup Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Perekonomian Periode 2009 – 2014.
Dalam kesempatan ini, Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto menyampaikan bahwa selama ini pertumbuhan ekonomi Sumatra tidak disertai oleh infrastruktur transportasi yang memadai sehingga kurang memicu pertumbuhan investasi. “Pemerintahan Presiden Joko Widodo dari awal mengutamakan pengembangan infrastruktur yang sesuai dengan daerah masing – masing. Maka pilihan pengembangan infrastruktur yang tepat di Pulau Sumatra adalah jalan tol. Jalan Tol Trans Sumatera termasuk ke dalam kategori infrastruktur yang tidak layak secara finansial tapi layak secara ekonomi. Maka dalam hal ini, Pemerintah memberikan penugasan kepada Hutama Karya. Sampai dengan saat ini, kami telah menerima PMN
sejumlah Rp 33 triliun yang telah digunakan untuk membangun berbagai ruas jalan tol di Sumatra.” ujar Budi.
Hingga saat ini, Hutama Karya telah berhasil membangun sepanjang ±1.064 km dengan 531 km ruas yang telah beroperasi dan 533 km ruas konstruksi dalam tahap I. “Melihat begitu pentingnya pembangunan infrastruktur untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, Hutama Karya menilai perlu adanya sinergi bersama dalam mewujudkan serta menuntaskan pembangunan infrastruktur Jalan Tol Trans Sumatera. JTTS diharapkan dapat menjadi katalis pembangunan regional dan nasional, meningkatkan konektivitas, memperlancar distribusi barang, mempercepat mobilisasi yang tentunya akan menurunkan biaya logistik dan meningkatkan daya saing komoditas lokal.” tutup Budi Harto Direktur Utama Hutama Karya.
Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio turut menyampaikan pandangannya terhadap pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera. “Saya berterima kasih kepada Hutama Karya yang telah membangun jalan tol ini. Namun untuk pembangunan yang lebih banyak dan lebih baik perlu juga dilakukan evaluasi kebijakan untuk kelancaran kedepannya. Adapun langkah-langkah perbaikan yang dapat dilakukan yakni revisi payung hukum untuk pembangunan JTTS sesuai perkembangan terkini, penyusunan FS yang memiliki presisi tinggi, libatkan ahli antropologi dalam penyusunan FS, pastikan dukungan finansial tersedia, peningkatan keamanan dan keselamatan pengguna jalan tol dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut perlu kita fahami sehingga JTTS dapat menjadi akses logistik, pergerakan manusia dan tentunya meningkatkan perekonomian daerah.” terang Agus Pambagio Pengamat Kebijakan Publik.
Sebagai informasi, Webinar Nasional dengan tema: Trans Sumatra Toll Road: Accelerating Indonesia’s Economic Growth Through Infrastructure Development tak hanya dihadiri oleh para tokoh nasional yang ahli dibidangnya, namun acara ini dihadiri pula oleh pewarta media baik lokal maupun nasional dengan total ±800 peserta. Penyelenggaraan Webinar Nasional ini diharapkan mampu menjadi wadah untuk bertukar fikiran, merumuskan alternatif-alternatif baru yang dapat mendukung percepatan JTTS serta dapat memberikan pemahaman atau insight yang luas kepada khalayak umum terkait dengan kehadiran Jalan Tol Trans Sumatera dan bersinergi bersama-sama membangun ekonomi Indonesia melalui pembangunan infrastruktur.