INDUSTRY.co.id - Seperti diketahui PON XX Papua yang akan diselenggarakan pada 2020 terpaksa ditunda oleh pemerintah karena pandemi Covid-19. Kini pemerintah pun menetapkan pada 2 sampai 15 Oktober 2021 mendatang.

Advertisement

Namun, karena diselenggarakan pada saat pandemi ada beberapa hal yang harus ditaati, yakni protokol kesehatan yang ketat.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyampaikan saat ini telah diputuskan oleh Presiden Jokowi bahwa yang diperkenankan untuk menonton PON adalah masyarakat yang telah tervaksinasi Covid-19. PON juga akan digelar dengan penonton terbatas. 

Advertisement

Selain itu, Sandiaga juga berharap PON akan memberikan dampak pada pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta sebagai ajang mempromosikan destinasi wisata dan produk ekonomi kreatif di Papua. 

"Jadi PON di Papua ini kita sambut dan kita harapkan memberi dampak pada pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif dan juga kita gunakan sebagai sarana untuk memperkenalkan potensi budaya alam hingga ekonomi kreatif yang sangat kaya raya, yang dimiliki oleh Papua," jelasnya melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Advertisement

Sandiaga juga mengapresiasi bahwa merchandise yang digunakan dalam ajang PON adalah produk ekonomi kreatif kriya yang berasal dari Papua, yakni noken. Noken adalah tas tradisional masyarakat Papua yang dibawa dengan menggunakan kepala dan terbuat dari serat kulit kayu.

"Merchandise ini wujud kolaborasi dengan mama-mama Papua. Jumlahnya adalah 25 ribu noken. Noken ini merupakan ikon kearifan lokal papua produk ekonomi kreatif untuk menjadi sarana wadah membawa barang. Noken sendiri ini juga sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda," ujar Sandiaga.

Advertisement

Sementara, menurut Epidemiolog Dicky Budiman jika ditanya pandemi ini kapan berakhir, tidak akan ada yang bisa menjawab pandemi ini bisa diselesaikan sampai kapan. Namun biasanya pandemi akan berakhir empai sampai enam tahun.

"Namun yang terpenting adalah bagaimana cara kita untuk menyikapi pandemi tersebut, jangan sampai kita tidak melakukan apapun dan kita harus memastikan  protokol kesehatan dengan disiplin," pungkas Dicky.