INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menuai banjir kritikan usai menunggah sebuah postingan dirinya memiliki kesempatan menonton sinetron Ikatan Cinta selama PPKM Darurat di Jawa-Bali.

Advertisement

"PPKM memberi kesempatan kpd sy nonton serial sinetron Ikatan Cinta. Asyik jg sih, meski agak muter-muter," ujarnya seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id dari akun Twitternya pada Sabtu (17/7/2021).

Tak hanya itu, dalam unggahannya itu, Mahfud sebagai ahli hukum juga menyampaikan sebuah pandangan hukum terkait alur cerita sinetron Ikatan Cinta yang dianggapnya kurang sesuai atau kurang pas.

Advertisement

"Tp pemahaman hukum penulis cerita kurang pas. Sarah yg mengaku dan minta dihukum krn membunuh Roy langsung ditahan. Padahal pengakuan dlm hukum pidana itu bkn bukti yg kuat," ungkapnya.

Pasalnya, ia mengemukakan bahwa pembunuh Roy adalah 

Advertisement

 Elsa. Sementara Sarah, ibu Elsa, mengaku sebagai pembunuhnya dan minta dihukum demi melindungi Elsa. 

"Lah, dlm hukum pidana tak sembarang org mengaku lalu ditahan. Kalau bgt nanti bnyk org berbuat jahat lalu menyuruh (membayar) org utk mengaku shg pelaku yg sebenarnya bebas," tukas Mahfud.

Advertisement

Untuk diketahui, unggahan dari Mahfud tersebut telah disukai oleh ribuan masyarakat pengguna twitter dan menuai beragam komentar.

Umumnya mereka menyayangkan unggahan dari sang pemilik 3,8 juta pengikut di Twitter tersebut, lantaran momemnya tidak tepat karena masyarakat tengah berjuang ditengah masa PPKM Darurat ini.

"Astagfirullah...pak @mohmahfudmd  rakyat dibawah sudah banyak yang gak makan Krn mata pencarian nya diobok obok sama aparat dan satpol PP dg alasan ppkm ko anda bisa Yaa nonton sinetron ikatan cinta dan itu  mengasyikan buat anda...ya Allah ya Rabb...," imbuh Yusnita David.

"Enak ya pak nonton ikatan cinta tanpa beban. Disini banyak orang-orang termasuk saya dan keluarga mikirin gimana untuk bisa bertahan hidup hari ini dan hari esok serta seterusnya karena ppkm ini. Dagang ga boleh, taman ditutup yg notabennya tempat jualan ayh saya--," beber Syakillah Zhr.

"Ada yang sedang tergopoh-gopoh karena mencari rumah sakit untuk keluarganya. Ada yang berani menjadi volunteer untuk tenaga kesehatan. Ada yang tetap berjuang keluar rumah, untuk cari makan. Dan sangat disayangkan anda malah anda sedang sinetron yang tidak ada kemanfaatannya.," ucap Hans Galdino.

"Mprof, twit gabut dan harmless gini gapapa sih kalo situasinya lg normal, ekonomi tumbuh dan rakyat ga pada kesusahan, baik kesusahan cari nafkah maupun kesusahan dlm soal kesehatan. Tapi dlm kondisi lagi kayak gini, trus ada MENTERI KOORDINATOR ngetwit begini? Ya auto rujak.," papar Imelda Merry.

"Menurut saya Bapak kehilangan "sense of crisis". Pandemi makin tak terkendali, karena awalnya banyak pejabat, termasuk Bapak yang denial. Sinetron gak ada faedahnya pak. Sedang rakyat hari ini berjuang untuk hidupnya. Bukan waktunya nonton sinetron," tukas Andikabina.

Namun demikian, tak sedikit pula masyarakat/netizen yang memaklumi unggahan Mahfud MD tersebut.

"Mungkin kita lupa, Pak Mahfud MD juga manusia biasa, butuh hiburan sesekali disela-sela kesibukan beliau sebagai menteri. Beliaupun mungkin jenuh, stress, tertekan dimasa2 pandemi kyak gini. Klo sesekali diposting ya ga masalah, bukti bahwa figur menteri hanyalah manusia biasa," ungkap Rizka Edmanda.

"Menteri bukan robot yg 24 jam hidupnya dipaksa terus2an mikirin tanggung jawab di kantor. Mereka sama seperti kita, yg sesekali dalam hidupnya juga butuh jeda. Semoga setelah penyegaran hiburan nonton ikatan cinta, jadi makin semangat ngurusin rakyat ya, Pak.," ujar akun Rizka Edmanda lagi.