INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa gara-gara kenaikan kasus Covid utamanya karena munculnya varian Delta menghadapkan Indonesia pada konsekuensi baru di bidang perekonomian. 

Advertisement

Menurutnya, varian Delta yang dua kali lipat lebih menular dibanding varian Covid asli menyebabkan banyak negara yang harus melakukan perencanaan kebijakan ekonominya kembali, tidak terkecuali Indonesia. 

"Saat ini, peningkatan kasus Covid ada di angka 30.000-an. Akibatnya tren pemulihan ekonomi yang membaik pada kuartal kedua akan kembali terpengaruh," ungkap Sri Mulyani secara virtual dalam acara Bisnis Indonesia Mid Year Economic Outlook 2021 seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Minggu (11/7/2021).

Advertisement

Ia mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga dan keempat Indonesia akan sangat tergantung pada seberapa dalam mobilitas harus diturunkan dan seberapa lama PPKM Darurat harus dilakukan. 

"Dalam skenario berat dengan mobilitas yang harus diturunkan hingga 50% sampai dengan Agustus, maka pertumbuhan ekonomi tahun 2021 diproyeksikan pada angka 3,7%," tandasnya. 

Advertisement

Sedangkan jika menggunakan skenario moderat, lanjut Sri Mulyani, di mana Indonesia bisa menjaga penyebaran Covid terkendali hingga akhir Juli, maka pertumbuhan ekonomi tahun ini diproyeksikan sebesar 4,5%. 

"Keduanya dengan catatan keadaan setelah itu bisa dilakukan normalisasi," tegasnya.

Advertisement

Untuk itu, menurutnya, APBN akan terus merespon berbagai dinamika yang terjadi. 

Penyesuaian Program PEN 2021 juga akan kembali dilakukan. 

Dimana kebutuhan anggaran akan dipenuhi dengan refocusing APBN K/L dari berbagai belanja yang bisa ditunda. 

Menurutnya semua kabar tak sedap ini harus ditempuh untuk melindungi masyarakat dari sisi kesehatan, sosial, ekonomi, dan keuangan selama PPKM Darurat diterapkan.

"Kita harus optimis, meskipun tetap harus waspada. Tantangan ini akan mampu kita hadapi dengan kerja bersama antara Pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.

"Instrumen APBN akan terus hadir menjaga masyarakat dengan kehati-hatian dalam pengelolaannya," pungkas Sri Mulyani.