INDUSTRY.co.id - Jakarta - Asisten Deputi Pengembangan Kawasan dan Rantai Pasok Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM), Ari Anindya Hartika mengatakan, semua jenis usaha yang ada di Indonesia saat ini termasuk Usaha mikro kecil menengah (UMKM) sangat bergantung pada peran logistik mulai dari hulu hingga hilir.

"Jadi peran industri logistik ini sangat penting bagi UMKM mulai dari pengadaan bahan baku, pengadaan barang setengah jadi hingga penjualan produk akhir UMKM semua butuh peran jasa logistik. Entah dengan sepeda motor, mobil, truk kontainer dan lainnya," kata Ari dalam virtual group discussion bertema Optimalisasi Logistik Dukung Kemajuan UMKM, Kamis (8/7/2021).

Meski diakui sektor jasa logistik sangat menunjang bagi kemajuan UMKM, diakui Ari bahwa fakta di lapangan masih ada beberapa persoalan serius terkait logistik terutama di saat pandemi. 

Salah satunya adalah kenaikan tarif angkutan logistik antara 30-40 persen yang dipicu akibat kelangkaan kontainer. Hal ini menyebabkan pelaku UMKM dan pelaku usaha besar lainnya harus mengeluarkan biaya yang lebih mahal.

Persoalan lain adalah masih banyaknya pungutan liar (pungli) di sejumlah daerah yang menyebabkan biaya logistik menjadi membengkak. Kemudian persoalan Infrastruktur yang kurang memadai terutama di daerah terpencil. Persoalan tersebut membuat harga akhir produk UMKM menjadi lebih mahal.

"Inilah yang menjadi salah satu persoalan yang harus diselesaikan bahwa mengapa produk UMKM kita sulit bersaing karena harga lebih mahal terutama jika dibandingkan dengan harga di marketplace karena cost logistiknya juga mahal," ulas Ari.

Untuk mengatasi harga logistik yang mahal, Ari mengklaim pemerintah telah mengatur langkah strategis seperti kerjasama dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang akan menjadi mitra pengiriman produk UMKM baik di dalam atau di luar negeri. Kemudian bersama lintas sektoral pemerintah meresmikan pusat logistik berikat (PLB) beberapa waktu lalu.