INDUSTRY.co.id - Jakarta, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Profesor Zubairi Djoerban memberikan penjelasan terkait maraknya pertanyaan dari masyarakat tentang proses waktu yang dibutuhkan untuk seseorang tertular virus Covid-19.
Menurutnya, waktu yang dibutuhkan untuk menularkan virus rata-rata adalah 8 hari setelah timbulnya gejala.
"Saya merujuk pada penelitian Jeroen van Kampen, konsultan mikrobiologi dan ahli virologi dari Erasmus Medical Center," jelas Profesor Zubairi seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id dari akun twitternya @profzubairi pada Minggu (4/7/2021).
Adapun Jeroen van Kampen, sambung Prof Zubairi melaporkan bahwa penelitiannya tidak menemukan virus SARS-CoV-2 yang dibiakkan dari sampel saluran nafas setelah hari ke-8 sejak timbulnya gejala.
Lalu kemudian terkait apakah setelah hari ke-8 seseorang yang terinfeksi masih bisa menularkan Covid-19. Prof Zubairi menyebut kemungkinan itu masih ada.
"Tapi kurang dari 5 persen, bagi seseorang untuk mengeluarkan atau menularkan atau memproduksi virus--setelah hari ke-15," ungkapnya.
Selain itu, dari seratusan pasien yang diteliti, didapati juga bahwa virus shedding (virus yang masih bisa keluar dari seseorang yang sakit) tetap terjadi hingga hari ke-18 dan hari ke-20. Masing-masing terjadi pada satu pasien.
Lalu, terkait kapan seseorang yang terinfeksi itu bisa sangat menular. Prof Zubairi menjelaskan bahwa hal itu terjadi pada minggu pertama sakit begitu muncul gejala.
Hal ini menurutnya sesuai informasi dari di The Lancet.
"Sehingga, saat kita curiga terinfeksi dan gejala muncul, maka segera lakukan isolasi diri," imbuhnya.
Selanjutnya soal apa syarat bagi penyintas Covid-19 bisa berkumpul kembali dengan orang lain. Prof Subairi menyampaikan bahwa syaratnya harus lewat 10 hari dari gejala pertama.
"Kemudian tidak ada panas lebih dari 24 jam. Artinya, panas ini tetap tidak ada walaupun tanpa obat penurun panas," tandasya.
Kemudian terkait dengan Orang Tanpa Gejala (OTG), kapan menularkan ke orang lain dan berapa lama tetap bisa menular. Prof Zubairi menyatakan bahwa OTG tetap bisa menularkan virus.
"Ini pertanyaan sulit. Sebab yang tanpa gejala biasanya tidak periksa dan tidak diteliti. Tapi menurut studi, OTG terbukti bisa menularkan virus," pungkasnya.