Ini Strategi yang Harus dilakukan agar Event Online digelar Sukses Saat Pandemi

Oleh : Chodijah Febriyani | Minggu, 27 Juni 2021 - 20:40 WIB

Ilustrasi Drive in Konser (ist)
Ilustrasi Drive in Konser (ist)

INDUSTRY.co.id - Pandemi Covid-19 memaksa dunia dan Indonesia mengadaptasi gaya hidup baru yang mengandalkan dukungan teknologi internet. Termasuk untuk industri pertunjukan yang pada masa sekarang tidak dapah mengadakan kegiatan offline seperti konser musik karena adanya pembatasan sosial.

Namun adaptasi digital skills dengan penggunaan teknologi, konser dan acara pertunjukan dapat dilakukan dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Salah satu yang terkenal yaitu Indonesia Drive-In Concert, hingga menjadi perbincangan dan diliput media asing.

“Sebelum pandemi market kita offline, biasanya penontonnya ribuan orang. Nah pandemi gimana penontonnya 900 orang tapi bisa worldwide disaksikan penonton di New York, LA, di London, Australia, Ceko, itu menembus sampai puluhan ribu penonton,” kata Dino Hamid, Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Dino mengungkapkan, penggunaan teknologi menjadi salah satu problem solving yang memberikan value bagi pelaku industri pertunjukan di mana dengan teknologi dapat menyelenggarakan event hybrid yang memberi dampak sangat luar biasa sampai media luar.

“Di luar itu konteks pemakaian digital saya juga switch ke zoom sehingga audience bisa saling berinteraksi dengan audience lainnya. Mereka tetap bisa bernyanyi bersama seperti saat datang ke konser. Jadi itu merupakan adaptasi cara baru agar value saat orang nonton konser tetap bisa didapat para penonton,” ujarnya.

Agar event offline tetap bisa terjadi interaksi, ada beberapa platform yang bisa digunakan seperti zoom, webex dan teams. Sementara untuk format penayangan konser terbagi dalam dua skema yaitu livestream dan live on demand.

“Saat seating di dunia digital memang berbeda dengan offline. Saat menggelar konser offline penyelenggara memiliki jumlah tiket tertentu, sementara penyelenggaraan online penonton menjangkau dari mana saja dan akan berubah presisi nilai ekonominya,” kata Dino.

Live stream merupakan format konser secara online yang hanya sekali tayang dan pembayaran rights atas konser adalah performing rights. Sehingga materinya tidak ditayangkan di video platform. Sedangkan Video on Demand (VOD), para pembuat konten harus membayarkan rights atas karyanya kepada publisher atau pemilik maupun pencipta lagu.

Dino mengungkapkan, ada strategi yang harus dilakukan agar event online yang digelar bisa sukses. Yakni posisi segmentasi yang kuat dan konten harus memiliki keunikan serta nilai bagi penontonnya.

Selanjutnya ketahui sisi mengapa harus membuat suatu event lewat beberapa riset, misalnya melihat kecenderungan artis yang lagi tren di sportify maupun Google tren. Tak kalah penting, buat materi visual yang powerful dan komunikasi yang menarik.

“Di masa pandemi ini kita harus meningkatkan digital skills agar bisa terus survive, mendapatkan banyak informasi, literasi yang bermanfaat untuk kehidupan masa kini dan masa depan,” tutur Dino.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. 

Hadir pula narasumber seperti Sekjen TIK Indonesia Said Hasibuan, Psikolog & Senior Trainer SEJIWA Hellen Citra Dewi, dan Former Head of Marketing & Strategic Partnership AHHA, Chika Amalia. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Demo ojol

Jumat, 29 Agustus 2025 - 17:31 WIB

Haidar Alwi: Jangan Biarkan Duka Ojol Dipolitisasi, Waspadai Narasi Provokatif

Jakarta-R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, menyampaikan duka mendalam atas insiden yang merenggut nyawa pengemudi ojek online (ojol) dalam aksi demonstrasi di…

 (dari kiri ke kanan): Jeffery Soong Director of Asia, Melbourne Business School, Naila Mazzucco - Commissioner, Victorian Government Trade and Investment Southeast Asia, Dani Sumarsono - President Director, PT Cyberindo Aditama, Prof. Jenny George – Dean dan Board Member, Melbourne Business School, Magnus Gittins – Chief Executive Education Officer, Melbourne Business School, Belinda Rimbo – Director of Education Services, Victorian Government Trade and Investment Southeast Asia

Jumat, 29 Agustus 2025 - 16:31 WIB

Perkuat Kemitraan di Indonesia, MBS Asia Fokus pada Pengembangan Pemimpin, Transformasi Digital, dan Visi 2045

Melbourne Business School Asia (MBS Asia), bagian regional dari Melbourne Business School, merayakan ulang tahun yang ke-10 sebagai wujud komitmen dalam mengembangkan pemimpin di kawasan Asia-Pasifik.…

BRI Life

Jumat, 29 Agustus 2025 - 16:10 WIB

BRI Life Dianugerahi Penghargaan Indonesia Best Life Insurance 2025

PT Asuransi BRI Life kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan di Indonesia melalui transformasi digital. Atas konsistensi dan inovasi yang dijalankan, BRI Life berhasil…

Qiscus Perkenalkan AgentLabs

Jumat, 29 Agustus 2025 - 15:43 WIB

Qiscus Perkenalkan AgentLabs dan Inovasi Lainnya Dalam Ajang Tahunan Conversa 5.0

Qiscus, penyedia platform agentic customer engagement terdepan di Asia Tenggara, resmi memperkenalkan AgentLabs dan inovasi lainnya dalam ajang tahunan Conversa 5.0.

Peluncuran FWD Essential Future

Jumat, 29 Agustus 2025 - 14:42 WIB

Solusi Perlindungan dan Keuangan untuk Nasabah Affluent, FWD Insurance Luncurkan FWD Essential Future

Ditengah ketidakpastian ekonomi dunia, perekonomian Indonesia masih berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,87% year-o-year (yoy) pada kuartal I-2025.