Usung Kerjasama Gotong Royong, Cashlez dan Lumbung Dana Targetkan Transaksi Rp10 Triliun Per Tahun

Oleh : Candra Mata | Jumat, 18 Juni 2021 - 12:38 WIB

Kerjasasama Cashlez dan Lumbung Dana Indonesia
Kerjasasama Cashlez dan Lumbung Dana Indonesia

INDUSTRY.co.id - Hari ini (17/6/21) Fintech Payment Gateway PT Cashlez Worldwide 
Indonesia Tbk (Cashlez) dan fintech P2P Lending PT Lumbung Dana Indonesia (LDI) meresmikan 
“Kerjasama Gotong Royong” yang ditandai dengan penandatanganan Non-Disclosure Agreement
(NDA) oleh Suwandi, Presiden Direktur Cashlez dan Yoga Mahesa P. Kuniarto, Presiden Direktur 
LDI di Menara Prima, Jakarta.

Penandatanganan ini merupakan wujud dari langkah awal penjajakan Kerjasama Gotong Royong
dalam rangka meningkatkan pelayanan di bidang keuangan untuk membantu menggerakan 
ekonomi UMKM di Indonesia, sekaligus membantu pemerintah dalam mempercepat pemulihan 
ekonomi di masa pandemi Covid-19. 

Presiden Direktur Cashlez, Suwandi, mengatakan tujuan Kerjasama Gotong Royong dengan 
Fintech P2P lending Lumbung Dana adalah untuk melengkapi dan meningkatkan pelayanan
keuangan kepada para pelaku usaha yang bergabung dalam Ecosystem Payment Gateway 
Cashlez, yaitu berupa layanan pembiayaan atau lending yang sangat dibutuhkan oleh UMKM 
dalam menjaga keberlanjutan serta akselerasi pertumbuhan usaha mereka.

“Dengan bergabungnya Fintech P2P Lending Lumbung Dana tentunya akan menambah nilai dan 
mutu pelayanan Cashlez kepada merchant kami, khususnya ketersediaan pembiayaan bagi 
merchant yang membutuhkan modal usaha di tengah kondisi saat ini. Hal ini pun sekaligus 
sebagai wujud komitmen kami terhadap perkembangan UMKM di Indonesia,” ungkapnya.

Suwandi menambahkan bentuk Kerjasama Gotong Royong mengambil prinsip kerjasama yang 
menguntungkan semua pihak dalam membangun ekosistem fintech di Indonesia, dimana hal 
tersebut sejalan dengan Program Sinergy Pemerintah (BI dan OJK) dan Asosiasi (AFTECH dan 
AFPI) untuk mempercepat tingkat kemandirian (life cycle) dari industri fintech. 
Menurutnya, program ini dapat meningkatkan pangsa pasar fintech di Indonesia, sehingga dapat 
menjangkau lebih banyak UMKM di seluruh Indonesia untuk menjadi mata rantai agen 
pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi Covid-19.

Senada dengan Cashlez, Fintech P2P Lending Lumbung Dana Indonesia (LDI) yang telah 
mempunyai izin penuh dari OJK juga mengamini bentuk Kerjasama Gotong Royong ini sebagai 
terobosan dalam meningkatkan pangsa pasar UMKM yang membutuhkan akses permodalan 
untuk bisa dilayani dengan cepat, transparan, serta tanpa jaminan. 

“Pengembangan pangsa pasar saat ini menjadi prioritas dari life cycle P2P lending Lumbung Dana, 
kami harus bergerak cepat dan cerdas dalam menjawab kebutuhan pelanggan khususnya dalam 
akses permodalan, dan kami bergembira bahwa prinsip gotong royong yang kami jajaki dan 
diskusikan dengan partner Cashlez diyakini sebagai sebuah gagasan kreatif dan kongkrit serta
saling melengkapi dalam mendukung perkembangan UMKM,” ujar Yoga Mahesa P. Kuniarto,
Presiden Direktur PT Lumbung Dana Indonesia (LDI).

Yoga pun meyakini dan menekankan bahwa Kerjasama Gotong Royong akan memberi manfaat 
kepada pelaku UMKM dalam sebuah ekosistem yang terpadu, sehingga UMKM dimanjakan 
dengan ketersediaan pembiayaan permodalan yang selalu tersedia dan proses pengajuan 
permodalan yang lebih cepat serta tidak rumit, karena semua data sudah diprofiling dalam data 
sistem yang terintegrasi dan tentunya bermanfaat dalam mengurangi resiko gagal bayar.

Fintech P2P Lending Lumbung Dana akan mengadopsi ide dan gagasan kreatif ini menjadi bentuk 
kongkrit untuk mengimplementasi anjuran dari OJK dan AFPI dalam usaha mempercepat akses 
pelayanan keuangan bagi UMKM.

Selanjutnya, Yoga menyampaikan harapan, bahwa Kerjasama Gotong Royong dengan Cashlez,
akan membuka peluang kepada seluruh pihak termasuk institusi keuangan dan perbankan untuk 
bisa bergotong royong memperluas kualitas pelayanan dan pangsa pasar demi kemajuan 
ekonomi Indonesia.

Suwandi dan Yoga sepakat role model dari elaborasi dalam pengembangan ekosistem fintech ini 
akan memperkaya data sehingga bisa dijadikan basis inovasi dalam pengembangan jenis 
pelayanan keuangan di masa yang akan datang dan menjadikan ekosistem yang lebih mandiri 
serta memiliki peluang dalam mendukung keberlanjutan usaha UMKM karena didukung oleh 
jenis pelayanan yang lengkap, mudah dan menyenangkan bagi pelanggan. 

“Kami ingin bersama-sama membangun data dan ekosistem yang mandiri. Kami yakin di 
Indonesia peluang elaborasi seperti ini masih sangat terbuka luas karena Indonesia memiliki 
bonus demografi yang belum terkoneksi dan terutilasi dengan baik. Ini adalah peluang yang bisa 
digarap bersama.” urai Yoga.

Cashlez dan LDI menargetkan pelayanan keuangan dalam periode 1 tahun akan mencapai nilai 
transaksi keuangan sebesar IDR 10 Triliun dan diharapkan akan terus meningkat di tahun 
selanjutnya. 

"Kerjasama Gotong Royong ini juga menargetkan meningkatnya jumlah pelanggan
menjadi 500.000 di tahun 2021," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Aplikasi JAKI (foto Kolase)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 14:11 WIB

Kabar Terbaru dari Anak Buah Gubernur Anies: Aplikasi JAKI Bisa Buat Cek Status Vaksinasi COVID-19

Jakarta-Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta menambah fitur baru pada aplikasi JAKI yang dapat mengidentifikasi status vaksinasi COVID-19.

Aksi Cepat Tanggap (ACT)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 13:54 WIB

ACT dan Gernas MUI Bergerak Bersama Atasi Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 adalah permasalahan bangsa yang harus diselesaikan bersama-sama. Semua elemen bangsa harus bersatu dalam menuntaskannya. Persatuan sangatlah penting, sebagaimana yang dicontohkan…

Ilustrasi Paspor Vaksin (Ist)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 13:45 WIB

Jepang Mulai Memberlakukan Paspor Vaksinasi Covid-19

Jepang mulai menerima paspor vaksin bagi mereka yang telah sepenuhnya divaksinasi Covid-19 sebagai syarat bahwa warganya dapat melakukan perjalanan internasional.

Peraih medali emas Hidilyn Diaz dari Filipina (Foto Reuters)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 13:21 WIB

Anak Tukang Becak Ini Ungkap Rahasia Doa, Hingga Meraih Medali Emas Pertama Filipina di Olimpiade Tokyo

Jakarta-Para uskup Katolik Filipina mengucapkan selamat kepada Hidilyn Diaz, atas prestasinya meraih medali emas Olimpiade pertama Filipina. Atlet angkat besi ini, tidak hanya atas kemenangannya…

Menpora Amali Pastikan Semua Atlet Olimpiade Tokyo Dapat Apresiasi dari Pemerintah Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali memastikan semua atlet, pelatih dan ofisial yang berangkat ke Olimpiade Tokyo 2020 akan mendapat apresiasi dari pemerintah. Terutama para atlet yang sudah menyumbangkan medali untuk Indonesia dalam ajang olahraga paling bergengsi di dunia tersebut.(foto:putra/kemenpora.go.id)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 13:21 WIB

Menpora Amali Sampaikan Kabar Baik! Semua Atlet Olimpiade Tokyo Bakal Dapat Bonus dari Pemerintah

Jakarta-Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali memastikan semua atlet, pelatih dan ofisial yang berangkat ke Olimpiade Tokyo 2020 akan mendapat apresiasi…