INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melalui jejaring sosial medianya mengungkapkan bahwa mengelola APBN di tengah kondisi yang masih penuh dengan ketidakpastian, itu ibarat mengemudi sebuah kapal di tengah ombak yang besar.

Advertisement

"Namun, kapal harus tetap kuat, fleksibel, dan memiliki tujuan dan arah yang jelas, serta mampu mengalkulasi ketahanan atas serangan badai tak terduga!," ungkapnya seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Rabu (9/6/2021).

Dalam unggahan tersebut Sri Mulyani juga mengemukakan bahwa saat ini Pemerintah bersama DPR RI tengah berusaha untuk mengestimasi pertumbuhan ekonomi yang bisa dicapai dengan pertimbangan yang rasional dan berbagai kondisi yang dapat diterima (reasonable). 

Advertisement

"Walaupun sulit, tapi Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2022 merupakan faktor penting yang harus mampu memberikan rambu-rambu atau pedoman dalam menyusun RAPBN 2022," jelasnya.

Dalam rapat bersama DPR kemarin (8/6), Mantan Direktur Bank Dunia ini juga menyampaikan apresiasinya atas poin-poin yang disampaikan oleh para anggota Panja Pendapatan Negara mengenai pentingnya estimasi pertumbuhan ekonomi yang diterjemahkan pada peningkatan penerimaan negara, baik dari sisi pajak, bea cukai, dan PNBP.

Advertisement

Pemerintah sendiri menurutnya akan berupaya meningkatkan penerimaan negara, namun dengan tetap mempertimbangkan proses pemulihan ekonomi nasional yang masih dalam tahap awal.⁣

"Pemerintah akan bekerja lebih detil lagi mengenai penggunaan instrumen APBN dalam menjaga konsumsi daya beli, meningkatkan produktivitas, dan upaya meratakan pertumbuhan," urai Sri Mulyani.

Advertisement

Ia juga menegaskan bahwa merealisasikan target Pemerintah untuk menyehatkan APBN ditengah pandemi bukanlah perkara yang mudah.

Namun Pemerintah sebutnya, akan terus berusaha menyeimbangkan kondisi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.⁣

"Saya ucapkan terima kasih atas seluruh pengawalan dan pembahasan yang produktif, konsktruktif, substantif, dan berkualitas dari anggota Komisi XI. Semoga kolaborasi ini dapat meningkatkan optimisme dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi!⁣," tandasnya.

Perlu diketahui, Pemerintah sendiri dalam asumsi ekonomi dasar makro mempryeksikan pertumbuhan ekonomi dikisaran 5,2-5,8 persen.

Kemudian Inflasi berada direntang 2,0 - 4,0 persen.

Selanjutnya, tingkat bunga SBN berada di kisaran 6,32-7,27 persen.

Adapun nilai tukar rupiah (RP/US$) berada di kisaran Rp13.900 - Rp15.000.

Dan unggahan Sri Mulyani tersebut, hingga berita ini diturunkan telah menuai beragam apresiasi dan dukungan dari para masyarakat.

"GBU Ibu SMI kami percaya ibu bisa menyelamatkan kapal besar ini tidak karam," kata Iwayan Wedra.

"Kami yakin Bu Sri sanggup dan kuat membawa negri ini melewati badai dan segala rintangan. Sehat selalu dan tetap semangat ya Bu Tuhan berkati!!," ujar Susan Snowhite.

"Habis hujan tampak pelangi....Semangat terus Bu menteri, dalam menahkodai kapal APBN tsb.Bravo Bu Sri...," sebit Monang Manomba.

"Saya percaya ditangan orang orang hebat seperti Ibu SMI dan Pak Jokowi.  Negeri ini akan Selamat melewati badai menghadang. Do'a ku untuk mu para pemimpin bangsa.," tandas Reno Padang.