INDUSTRY.co.id - Jakarta - Sektor ritel di Tanah Air kian berdarah-darah. Setelah sebelumnya Centri Departement Store dan Matahari Departement Store yang menutup sebagian gerainya, baru-baru ini juga dikabarkan Giant akan menutup semua gerainya.

Advertisement

Terkait situasi tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Nicholas Mandey mengatakan, diperlukan intervensi pemerintah untuk menyelamatkan retail lainnya.

 

Advertisement

Menurutnya, selama ini, pemerintah terkesan diam alias cuek kepada sektor ritel. Alhasil, jumlah ritel yang kolaps terus bertambah dari hari ke hari.

"Bila tidak ada perhatian serius dari pemerintah untuk memberikan relaksasi atau insentif kepada sektor retail, maka yang terjadi pada Giant tinggal menunggu waktu lagi akan terjadi ke berbagai retail modern lainnya di Indonesia," kata Roy di Jakarta, kemarin.

Advertisement

 

Dia menyayangkan sikap pemerintah yang belum memberikan insentif atau relaksasi kepada peritel modern, hingga saat ini. Bahkan, sektor ritel tidak menjadi prioritas yang perlu dipertahankan dalam APBN 2021.

Advertisement

 

Padahal, kata dia, sektor ini tempat terciptanya konsumsi rumah tangga. Dan konsumsi rumah tangga memberi kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 57,6 persen.

"Retail modern merupakan sektor yang harus buka setiap hari setelah rumah sakit untuk memnuhi kebutuhan masyarakat, tapi justru tidak dimasukkan dalam sektor prioritas," ucapnya.

 

Sementara, Menteri Perdagangan, Muhammad Luthfi mengakui, sepanjang pandemi COVID-19, sektor perdagangan mengalami pelemahan, termasuk ritel.

Data dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, Aprindo menunjukkan dalam sembilan bulan pandemi tahun 2020, tercatat 1.200 toko ritel tutup.

 

Sementara di periode Januari sampai Maret 2021, tercatat 90 toko ritel yang tutup. Artinya hingga Maret 2021, ada sekitar 1.300 ritel yang tutup.

Pemerintah terus berupa memulihkan sektor ekonomi. Percepatan program vaksinasi jadi salah satu yang diharapkan untuk mendongkrak ekonomi.