Tolong Dicatat Ya!!! Perjalanan KA Jarak Jauh Bukan untuk Kepentingan Mudik atau Balik Lebaran

Oleh : Hariyanto | Senin, 17 Mei 2021 - 09:48 WIB

Penumpang KAI
Penumpang KAI

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengingatkan bahwa perjalanan Kereta Api Jarak Jauh di masa peniadaan mudik yaitu 6 s.d 17 Mei 2021 adalah untuk melayani orang-orang yang dikecualikan sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah, bukan untuk kepentingan mudik ataupun balik lebaran.

Orang-orang yang dikecualikan tersebut adalah orang yang memiliki kepentingan untuk bekerja, perjalanan dinas, mengunjungi keluarga sakit, kunjungan duka dikarenakan anggota keluarga meninggal, perjalanan ibu hamil, dan kepentingan non mudik lainnya.

Adapun syarat untuk naik KA Jarak Jauh yaitu menyertakan Surat Izin Perjalanan dari atasan bagi pegawai atau Kepala Desa/Lurah bagi masyarakat umum serta surat bebas Covid-19 yang masih berlaku.

Untuk melengkapi syarat surat bebas Covid-19 tersebut, KAI menyediakan layanan Rapid Test Antigen seharga Rp85.000 di 42 stasiun yaitu Gambir, Pasar Senen, Bandung, Kiaracondong, Tasikmalaya, Banjar, Cirebon, Cirebon Prujakan, Jatibarang, Semarang Poncol, Semarang Tawang, Tegal, Pekalongan, Cepu, Purwokerto, Kutoarjo, Kroya, Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan, Madiun, Blitar, Jombang, Kediri, Kertosono, Tulungagung, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Jember, Ketapang, Kertapati, Lahat, Lubuk Linggau, Muara Enim, Prabumulih, Tebing Tinggi, Tanjungkarang, Kotabumi, dan Baturaja

Selain itu tersedia pula layanan pemeriksaan GeNose C19 seharga Rp30.000 di 54 stasiun yaitu Gambir, Pasar Senen, Bekasi, Bandung, Kiaracondong, Tasikmalaya, Banjar, Cirebon, Cirebon Prujakan, Jatibarang, Semarang Tawang, Semarang Poncol, Tegal, Pekalongan, Cepu, Purwokerto, Kutoarjo, Kroya, Kebumen, Gombong, Sidareja, Yogyakarta, Solo Balapan, Lempuyangan, Purwosari, Klaten, Wates, Madiun, Jombang, Blitar, Kediri, Tulungagung, Kertosono, Nganjuk, Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, Malang, Sidoarjo, Lamongan, Mojokerto, Jember, Ketapang, Probolinggo, Kalisetail, Kertapati, Prabumulih, Tebingtinggi, Lahat, Muara Enim, Lubuklinggau, Tanjungkarang, Kotabumi, Baturaja, Martapura.

“Selama 9 hari masa peniadaan mudik (6 s.d 14 Mei 2021), KAI telah melayani 48.810 pelanggan non mudik, atau rata-rata 5.423 pelanggan per hari,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus yang dikutip INDUSTRY.co.id, Senin (17/5/2021).

Joni mengatakan rata-rata harian volume pelanggan tersebut turun 85% dibandingkan dengan rata-rata harian volume pelanggan saat masa pengetatan pra larangan mudik pada 22 April s.d 5 Mei 2021 yaitu sebanyak 36.435 pelanggan per hari.

Penurunan volume pelanggan ini dikarenakan adanya kebijakan larangan mudik dari pemerintah, sehingga masyarakat yang hendak mudik menggunakan kereta api harus menunda perjalanannya.

“Pelanggan yang berangkat pada masa peniadaan mudik ini benar-benar memang memiliki kepentingan mendesak/non mudik dan telah kami verifikasi. Proses verifikasi berkas-berkas syarat perjalanan kami lakukan dengan teliti, cermat, dan tegas,” kata Joni.

Pada periode 6 s.d 14 Mei 2021, terdapat 6% atau 3.295 calon penumpang yang tidak diizinkan naik KA karena surat izin perjalanannya tidak sesuai. Rinciannya adalah, 2.757 orang tidak membawa surat izin perjalanan dan 538 orang tidak membawa surat bebas Covid-19 yang masih berlaku.
KAI terus mengingatkan masyarakat agar memahami syarat-syarat naik KA Jarak Jauh pada masa peniadaan mudik sebelum membeli tiket.

"Selain itu kami harapkan calon pelanggan yang berkasnya sudah lengkap tidak datang terlalu dekat dengan jadwal keberangkatan karena ada proses verifikasi berkas terlebih dahulu. Jika keberangkatan di malam hari, calon pelanggan sudah bisa melakukan verifikasi dari siang harinya,” kata Joni.

"KAI mendukung kebijakan pemerintah terkait peniadaan mudik, dimana selama masa peniadaan mudik Lebaran 6-17 Mei 2021, KAI mengoperasikan 38 perjalanan KA Jarak Jauh hanya untuk melayani orang-orang yang dikecualikan sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah dan bukan untuk kepentingan mudik maupun balik lebaran," tutup Joni. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Industri Petrokimia (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 21 Juni 2021 - 14:07 WIB

Masuk Kategori Industri Hijau, Sektor Petrokimia Kokoh Jadi Pondasi Industri Nasional

Industri Petrokimia di Indonesia adalah salah satu industri yang berfungsi sebagai tulang punggung industri dalam negeri.

Bambang Soesatyo Ketum PB KODRAT

Senin, 21 Juni 2021 - 14:00 WIB

Selain Ketum IMI, Bamsoet Juga Ketum PB KODRAT

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) dilantik menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB KODRAT) periode 2021-2025 menggantikan Harry Tanoe Soedibyo. Sehingga…

Hotel Angsana Laguna Phuket Thailand

Senin, 21 Juni 2021 - 14:00 WIB

Laguna Phuket Berkolaborasi industri untuk Konfirmasi Dibukanya Kembali Phuket pada Pasar Internasional 1 Juli

Tokoh-tokoh terkemuka dari sektor swasta dan pemerintah berkumpul di Angsana Laguna Phuket pada 12 Juni untuk mengkonfirmasi kembali pembukaan kembali Phuket untuk pengunjung internasional pada…

APD tenaga Medis (Foto Antaranews.com)

Senin, 21 Juni 2021 - 13:57 WIB

Alhamdulilah, Puji Tuhan, Vaksin Terbukti Ampuh! 90% Nakes di Kudus yang Terpapar Covid-19 Telah Sembuh

Kudus-Kondisi tenaga kesehatan (nakes) di Kudus, Jawa Tengah, yang sempat terpapar COVID-19 akibat menangani pasien di fasilitas pelayanan kesehatan kini telah berangsur pulih.

Sri Mulyani dan Presiden Jokowi

Senin, 21 Juni 2021 - 13:54 WIB

HBD Pak Jokowi! Sri Mulyani: Semoga Allah Selalu Melimpahkan Kekuatan dan Kesabaran Memimpin Indonesia

Hari senin ini menjadi hari yang sepesial bagi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, hari ini merupakan hari kelahiran Presiden Jokowi. Dikutip dari wikipedia, Jokowi…