Waduh! BATAN dan LAPAN Terancam Dibubarkan, DPR Ini Geleng-Geleng: Ini Sudah Berlebihan....

Oleh : Nata Kesuma | Selasa, 04 Mei 2021 - 16:10 WIB

Ilmuwan BATAN (ist)
Ilmuwan BATAN (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meminta Pemerintah tidak membubarkan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) untuk digabungkan dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Jika pembubaran itu dilakukan, menurutnya pemerintah dapat dianggap melanggar Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran dan UU No. 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan.

"BATAN dan LAPAN bukan sekedar lembaga penelitian dan pengembangan. Keduanya masing-masing adalah badan pelaksana tugas pokok ketenaganukliran dan badan penyelenggara keantariksaan dan penerbangan. Sehingga jika kedua lembaga ini dibubarkan akan terjadi kekosongan pelaksanaan tugas atas amanat undang-undang," ujar Mulyanto dalam siaran pers nya dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Selasa (4/5/2021).

Jika BATAN dan LAPAN dibubarkan, sambungnya, lantas siapa yang akan menjalankan amanah UU Ketenaganukliran dan Keantariksaan. Ia mengusulkan agar pemerintah cukup menggabungkan fungsi penelitian dan pengembangan BATAN dan LAPAN saja ke dalam BRIN. Sedangkan pelaksanaan tugas lainnya tetap berada di BATAN dan LAPAN.

"Ini saja integrasinya belum tentu mudah dan cepat, apalagi kalau yang diintegrasikan bukan sekedar program/kegiatan, tetapi termasuk SDM dan kelembagaan," ungkap politisi fraksi PKS ini.

Sebelumnya beredar wacana bahwa Pemerintah akan melebur lembaga pemerintah non kementerian (LPNK) yang sebelumnya berada di bawah koordinator Kementerian Ristek ke dalam BRIN. Kebijakan ini dilakukan berdasarkan Undang-Undang 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas IPTEK).

Rencananya semua lembaga dan badan terkait penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan Iptek baik yag ada di bawah LPNK ristek maupun Balitbang kementerian teknis akan digabung ke dalam BRIN.

“Berdasarkan Undang-Undang Sisnas Iptek, BRIN memang ditugaskan melaksanakan litbang dari hulu ke hilir, dari invensi sampai inovasi secara terintegrasi. Namun kalau sampai membubarkan atau melebur BATAN dan LAPAN ke dalam BRIN itu sudah berlebihan,” tegas Mulyanto.

Menurut Mulyanto, saat ini justru Indonesia sangat perlu keberadaan BATAN dan LAPAN sebagai pendukung tercapainya kesejahteraan nasional. BATAN diperlukan dalam optimalisasi pemanfaatan tenaga nuklir untuk kehidupan sehari-hari. Sementara LAPAN diperlukan untuk penyelenggara kegiatan keantariksaan dan penerbangan publik.

“Prestasi dan capaian kinerja BATAN dan LAPAN saat ini sudah cukup bagus. Harusnya Pemerintah terus mendukung agar badan dan lembaga ini terus meningkat dan berkembang. Bukan malah terancam dilebur atau dibubarkan,” tegasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketum PWI Atal S Depari

Kamis, 06 Mei 2021 - 08:00 WIB

Ketua PWI Pusat Pertegas Larang Wartawan dan Para Pengurus PWI di Semua Tingkatan Meminta THR

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengingatkan para wartawan, khususnya anggota dan pengurus PWI, untuk tidak meminta atau mengedarkan surat permintaan Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri…

Ilustrasi hukum (ist)

Kamis, 06 Mei 2021 - 07:00 WIB

Diulangi Lagi, Kreditur IOI Temui Penyidik Polri yang Paksakan Pasal Pidana

Khawatir dana hilang, sejumlah kreditur produk High Yield Promissory Notes (HYPN) PT IndoSterling Optima Investa (IOI) diketahui kembali menemui penyidik Mabes Polri yang memaksakan pasal pidana…

Founder & CEO Iconomics Bram S. Putro saat membuka “Indonesia CSR Brand Equity Awards 2021

Kamis, 06 Mei 2021 - 06:43 WIB

Catat! CSR Perusahaan Berdampak Positif untuk Pencitraan

Perusahaan tidak hanya hadir untuk mencari profit dan imbal hasil untuk para pemegang saham. Perusahaan juga harus memiliki kebermanfaatan lainnya kepada masyarakat hingga lingkungan. Bagaimana…

Prajurit Batalyon Infanteri 2 Marinir

Kamis, 06 Mei 2021 - 05:45 WIB

Prajurit Batalyon Infanteri 2 MarinirTingkatkan Ketangkasan Karate

Meningkatkan kemampuan seorang prajurit yang handal dan selalu mematikan adalah kemampuan bela diri yang selalu diasah dan dilatih secara tepat, seperti anggota Batalyon Infanteri 2 Marinir…

Sarang burung walet

Kamis, 06 Mei 2021 - 05:00 WIB

Wuidih Luar Biasa! China Bakal Borong Harta Karun RI Senilai Rp16 Triliun

Sarang burung walet dari Indonesia kini tengah menjadi incaran sejumlah negara. Bahkan, China berencana membeli sarang burung walet dari Indonesia senilai Rp16 triliun.