INDUSTRY.co.id - Jakarta, Memperingati Hari Kartini 2021, Forum Human Capital Indonesia (FHCI) melalui Srikandi BUMN Indonesia, berkoordinasi dengan Kementerian BUMN, menyelenggarakan peringatan bertajuk “Women in Leadership: Achieving a Competitive and Igniting Change” untuk menghargai peran dan kontribusi perempuan dalam kepemimpinan, khususnya di BUMN.

Advertisement

Acara ini dibuka secara resmi oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan menampikan pembicara UN Women Indonesia Representative and Liaison to ASEAN Jamshed M. Kazi, serta Dewan Penasihat SDG Academy Indonesia Erna Witoelar.

Dalam pidato kuncinya, Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan komitmen BUMN untuk mendorong tidak hanya kesetaraan gender namun juga kepemimpinan perempuan.

Advertisement

Menurutnya sudah saatnya Srikandi BUMN menjadi core dalam transformasi di BUMN.

“Saya tidak segan memberi kesempatan yang luar biasa, ketika kita bicara transformasi yang ada di BUMN saya ingin memastikan transformasi di human capital terutama kepemimpinan perempuan terjadi,” kata Menteri BUMN dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Selasa (20/4/2021).

Advertisement

Ia menggarisbawahi, bahwa dirinya menginginkan BUMN dapat mencapai target 15 persen kepemimpinan perempuan di jajaran BOD (Board of Director) pada 2021 dan 20 persen pada 2023.

Pasalnya, Ia meyakini bahwa keseimbangan gender akan meningkatkan profesionalisme, layanan dan kinerja di sebuah perusahaan.

Advertisement

“Dan ini bisa kita lihat di banyak negara banyak muncul kepemimpinan wanita yang bisa menjadi panutan bersama,” katanya.

“Tapi saya berharap sesuai dengan AKHLAK, core value kita tetap harmonis dan kolaboratif. Dan saya berharap FHCI dapat menjadi balancer dari kementerian itu sendiri dan menjadi sustainability kepemimpinan ke depan,” katanya.

Sebagai perwujudan komitmen tersebut, Srikandi BUMN, Komunitas Karyawan Perempuan di bawah naungan FHCI didirikan dengan kesadaran bahwa perempuan mempunyai kesempatan yang sama untuk bekerja dan berkarir.

Ketua Srikandi BUMN Tina Kemala Intan menyampaikan dalam pidatonya bahwa melalui motto care, collaborate, contribute, Srikandi BUMN berupaya untuk memperkuat solidaritas seluruh karyawan tanpa memandang gender.

"Menjadi bukti bahwa dengan bersatu dan saling menghargai keberagaman dan berkolaborasi kita akan meningkatkan kontribusi BUMN sebagai penggerak ekonomi,” katanya.

dikatakannya lebih lanjut, mengutip data survei dari salah satu lembaga konsultan global disebutkan bahwa peluang kesempatan bisnis di Indonesia senilai 135 miliar dolar AS akan hilang bila Indonesia tidak mengembangkan potensi pemimpin perempuan.

Ia juga mengatakan bahwa rangkaian peringatan Hari Kartini 2021 tersebut diselenggarakan dalam semangat  kolaborasi  untuk  berkontribusi  secara  positif  bagi  kemajuan  BUMN  dalam  membawa nilai ekonomi dan sosial bagi bangsa dan negara.

Acara itu juga merupakan acara pembuka dari 111 kegiatan peringatan Hari Kartini yang dilaksanakan BUMN, anak dan cucu BUMN.

Pada kesempatan yang sama Jamshed M. Kazi, UN Women Indonesia Representative & Liaison to ASEAN menyampaikan apresiasi untuk komitmen BUMN dalam mendukung kepemimpinan perempuan.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen Kementerian BUMN RI yang diwujudkan melalui Srikandi BUMN, sebagai enabler untuk mendukung lebih banyak perempuan duduk di kursi kepemimpinan perusahaan. Dalam banyak studi, kepemimpinan perempuan adalah hal penting untuk mendorong kinerja Badan Usaha, tidak terkecuali BUMN,” katanya.

UN Women adalah organisasi PBB yang didedikasikan untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, yang saat ini tengah bekerja sama dengan Srikandi BUMN untuk memperkuat komitmen BUMN dalam meningkatkan proporsi perempuan pemimpin di BUMN sebesar 15% pada 2021.

Erna Witoelar selaku Dewan Penasihat SDG Academy Indonesia dalam paparannya menjelaskan tentang bagaimana penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di lingkungan BUMN dapat meningkatkan kesetaraan gender.

Ia menyebutkan bahwa kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di SDGs bersifat holistik dan saling terkait.

“Melalui Goal 5 SDGs, banyak pilihan untuk bermitra dan banyak kesempatan untuk otomatis menjadi leader kalua kita mengutamakan target-target ini,” katanya.

Ia juga menilai bahwa kepemimpinan perempuan dapat maju dengan berlandaskan pada SDGs karena dalam SDGs diperlukan kemampuan multi-tasking dan managerial yang baik, kepemilikan empati dan pemihakan bagi masyarakat lapisan bawah, kemampuan menjembatani dan menggalang solidaritas, serta kemampuan untuk dapat melihat gambaran besar tanpa melupakan fokus pada gambar kecil.

Survei yang dilakukan oleh Srikandi BUMN pada 107 BUMN dari 12 Klaster BUMN pada Februari 2021 dengan total responden sebanyak 82 BUMN menunjukkan bahwa 25 persen karyawan BUMN adalah perempuan atau 115.358 orang.

Survei itu juga menunjukkan bahwa mayoritas perempuan (32 persen) berada di posisi BoD-3 ke bawah.