INDUSTRY.co.id - Bandung, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito menegaskan bahwa vaksin larya anal bangsa yakni vaksin Merah Putih akan mulai diproduksi secara massal pada semester I tahun 2022.

Advertisement

Kepastian tersebut diperoleh BPOM dari hasil penelitian oleh Lembaga Biologi  Molekular (LBM) Eijkman serta tahapan pra klinik oleh PT Bio Farma dan Universitas Airlangga.

Dimana progress yang dilakukan oleh sejumlah peneliti vaksin merah putih tersebut telah memenuhi sejumlah tools pengembangan vaksin yang telah disyaratkan BPOM.

Advertisement

"Saya berharap di awal tahun 2022 sudah bisa diproduksi secara massal. Kita all out membantu sehingga vaksin Merah Putih ini bisa secepatnya sesuai timeline yang ada atau akan dipercepat," kata Kepala BPOM saat mengunjungi Bio Farma beberapa waktu lalu.

Kunjungan tersebut sekaligus memastikan pengembangan vaksin merah putih telah melalui tahapan proses pengembangan dan pengujian yang sesuai dengan standard pengembangan vaksin. 

Advertisement

“Saya menekankan bahwa di dalam setiap tahapan pengembangan vaksin mulai dari tahap pra-klinik, tahap mendapatkan prototipe vaksin, tahap scaling up dari seed vaksin, pelaksanaan uji klinik, hingga tahap produksi, terdapat standard dan kriteria yang harus dipenuhi dan dianggap layak untuk dapat berlanjut ke tahapan berikutnya,” tegas Kepala Badan POM, seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id dari laman BPOM pada Senin (19/4/2021) 

“Seluruh tahapan proses harus didukung dengan hasil-hasil pengujian yang valid dan memenuhi kaidah standard yang berlaku secara internasional. Hal ini perlu diperhatikan untuk menghasilkan vaksin yang aman, berkhasiat, dan bermutu,” lanjut Kepala Badan POM.

Advertisement

Lebih lanjut, Badan POM akan selalu memberikan pendampingan dan fasilitas untuk konsultasi dalam setiap tahapan pengembangan vaksin merah putih yang dibutuhkan oleh para peneliti dan industri Farmasi. 

Dengan begitu, diharapkan dapat memenuhi persyaratan registrasi dan sertifikasi fasilitas pada tahap persiapan untuk proses registrasi produknya hingga dapat diperoleh izin edar di tahun depan.

“Badan POM berkomitmen untuk memberi dukungan dalam penanganan COVID-19 melalui percepatan akses dan ketersediaan vaksin, pengawalan terhadap pengembangan vaksin, peningkatan pengawasan serta pengawalan vaksin beredar," ucapnya.

"Untuk memastikan terpenuhinya standard dan persyaratan keamanan, khasiat, dan mutu produk dalam rangka perlindungan kesehatan masyarakat di masa pandemi COVID-19”, tutup Kepala Badan POM.